Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MENGURANGI KECEMASAN MENGHADAPI DUNIA KERJA DENGAN COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY BERBASIS ISLAMI PADA MAHASISWA FRESH GRADUATE Anisa Juniarti; Ahmad Saleh; M. Ilham Akbar; Kerin Ari Chaniago; Vivid Indri Yulistia
Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of Islamic Psychology and Behavioral
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jipbs.v2i1.250

Abstract

Kecemasan menghadapi dunia kerja mempengaruhi aktivitas sehari-hari karena dapat menimbulkan berbagai dampak negatif seperti perasaan tidak tenang, kurang percaya diri, sering menyendiri dan membatasi interaksi dengan orang lain karena malu tidak memiliki pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan Cognitive Behavior Therapy (CBT) berbasis Islam untuk menurunkan tingkat kecemasan mahasiswa freshgraduate dalam menghadapi dunia kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Subyek penelitiannya adalah seorang mahasiswa pascasarjana yang mengalami kecemasan dalam menghadapi dunia kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Cognitive Behavior Therapy (CBT) berbasis Islam yang digunakan subjek penelitian efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan yang dialami. sehingga setelah melakukan terapi subjek dapat mengatur pola pikir dan perilakunya lebih positif dan adaptif.
Optimalisasi Kesejahteraan Psikologis Individu LGBT Melalui Konseling Kelompok Berbasis Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) Ully Arta Silitonga; Nur Annisa Sawitri; Saniya Putri Ayu Febiolantika; Kerin Ari Chaniago; Ratna Sari Dewi
Harmoni Pendidikan : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): Harmoni Pendidikan : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/hardik.v2i2.1524

Abstract

Based on various studies and studies, the LGBT phenomenon in Indonesia, especially in the Pekanbaru area, is still often viewed negatively because it is considered contrary to local social and cultural norms. Several factors that influence the emergence of LGBT sexual orientation include childhood experiences, the influence of the social environment, and conditions within the family. Psychological interventions such as group counseling with the Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) approach combined with religious values, such as in Islamic counseling, have proven effective in reducing inner conflict, increasing the ability to manage emotions, and encouraging acceptance and self-confidence of LGBT individuals. This approach also helps replace irrational thought patterns and strengthens emotional resilience, although cultural and social challenges are still major obstacles. On the other hand, the importance of multicultural competence for professionals is also highly emphasized in dealing with issues related to LGBT and their emotional health. Education about sexuality and increasing public understanding of diversity are considered important to reduce stigma and discrimination against the LGBT community. Overall, the results of this study indicate the need for an appropriate psychological approach and educational efforts to create social acceptance and improve the welfare of LGBT individuals.
INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DAN RISIKO DEPRESI PADA  REMAJA Kerin Ari Chaniago; Innaya Aulia Putri; Keisyah Nadya Zahroh; Dhieta Rizky Palupi Prameswari; Rizki Novirson; Resti Okta Sari
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 2 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Februari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/ff72g958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara seberapa sering remaja menggunakan media sosial dan kemungkinan mereka mengalami depresi, dengan menggali informasi dari berbagai sumber studi yang telah ada. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka atau literature review dengan memeriksa berbagai sumber ilmiah, seperti jurnal penelitian dan artikel akademik yang berkaitan dengan topik penggunaan media sosial dan kesehatan mental remaja. Sumber dipilih berdasarkan sesuai dengan tema dan kredibilitasnya, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menemukan pola hubungan serta faktor-faktor yang memicu munculnya gejala depresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin sering remaja menggunakan media sosial, semakin tinggi peluang mereka mengalami gejala depresi dan masalah emosional. Faktor-faktor seperti perbandingan sosial, penindasan di dunia maya, rasa takut ketinggalan, serta menurunnya interaksi langsung semuanya memperbesar risiko tersebut. Secara umum, penggunaan media sosial secara rutin berhubungan dengan risiko depresi pada remaja, oleh karena itu diperlukan penggunaan media sosial yang lebih bijak agar kesehatan mental remaja tetap terjaga. 
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perilaku Sosial Remaja Kerin Ari Chaniago; Innaya Aulia Putri; Risma Anita Puriani
RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2026): Maret: RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/risoma.v4i2.1599

Abstract

This article discusses the relationship between parenting styles and adolescents’ social behavior. Adolescence is a developmental stage characterized by increasing social demands, making the role of the family, particularly parents, crucial in shaping adolescents’ social adjustment. This study employed a literature review method by examining relevant textbooks and national and international journal articles related to parenting styles and adolescents’ social behavior. The findings indicate that parenting styles have a significant influence on adolescents’ social behavior. Authoritative or democratic parenting is identified as the most effective style in promoting positive social behaviors, such as empathy, cooperation, social concern, and adaptive social skills. In contrast, authoritarian and permissive parenting styles are associated with various social behavior problems, including aggression, social anxiety, and low social competence. Furthermore, the relationship between parenting styles and adolescents’ social behavior is mediated by internal psychological factors, such as self-control and emotional intelligence. Therefore, warm, responsive, and consistent parenting practices are essential to support optimal social development in adolescents.