Lia Aulia Fachrial
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH SELF COMPASSION TERHADAP RESILIENSI PADA REMAJA YANG MEMILIKI ORANG TUA TUNGGAL Lia Aulia Fachrial; Kinanthi Herdiningtyas
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 2 No. 3 (2023): Oktober: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v2i3.1187

Abstract

Di dalam keluarga, tidak semua keluarga merasakan keutuhan. Keluarga yang tidak utuh bisa disebabkan oleh kematian salah seorang dari kedua orang tua. Akibatnya, banyak remaja mengalami tekanan emosional dari kehilangan, frustasi dan kesulitan untuk menyesuaikan diri terhadap situasi sulit atau terpuruk dan hal ini akan menyebabkan daya resiliensi remaja tidak berkembang. Dan karena tidak mampu mengatasi situasi sulit tersebut menyebabkan remaja menjadi tidak memiliki kebaikan atas diri sendiri, mengisolasi diri dari lingkungan, dan memiliki emosi negatif pada dirinya atau remaja tidak memiliki self compassion pada dirinya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh self compassion terhadap resiliensi pada remaja yang memiliki orang tua tunggal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan alat ukur The Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) untuk mengukur variabel resiliensi dan Self Compassion Scale (SCS) untuk mengukur variabel self compassion. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik purposive sampling dan teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana yang dilakukan dengan software SPSS version 25 for windows. Responden penelitian ini berjumlah 120 partisipan dengan karakteristik remaja akhir berusia 18 sampai 21 tahun, dan memiliki orang tua tunggal. Hasil uji hipotesis diperoleh nilai R Square sebesar 0,356 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian hipotesis penelitian diterima, yang berarti ada pengaruh yang signifikan antara self compassion terhadap resiliensi pada remaja yang memiliki orang tua tunggal sebesar 35,6%.
PERAN KUALITAS PERSAHABATAN TERHADAP HAPPINESS PADA MAHASISWA RANTAU Stephanie Gabriel; Lia Aulia Fachrial
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 4 No. 1 (2025): Februari: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v4i1.1904

Abstract

Status sebagai mahasiswa perantau tentu adalah hal baru bagi sebagian besar mahasiswa. Mulai dari lingkungan, peran, hingga tanggung jawab yang berbeda dari sebelumnya. Kehadiran sahabat dalam mengisi hari-hari selama masa perantauan menjadi salah satu hal penting. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh kualitas persahabatan terhadap kebahagiaan pada mahasiswa perantau. Responden pada penelitian ini adalah 150 mahasiswa perantau dengan rentang usia 18 – 23 tahun, perempuan dan laki-laki, berdomisili di berbagai wilayah Indonesia (DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Luar Pulau Jawa), kuliah merantau baik di Pulau Jawa maupun Luar Pulau Jawa. Penelitian ini menggunakkan Teknik regresi sederhana. Alat ukur yang digunakan adalah skala kebahagiaan dari (Seligman, 2005) dan skala kualitas persahabatan (Bukowski, Hoza, Boivin, 1994). Hasil Uji hipotesis diperoleh terdapat pengaruh kualitas persahabatan terhadap kebahagiaan (R Square = 0,280 dengan nilai Sig. = 0, 000). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis diterima, yaitu kualitas persahabatan memiliki pengaruh sebesar 28% terhadap kebahagiaan pada mahasiswa perantau, dan sisanya sebesar 72% dipengaruhi oleh faktor-faktor diluar penelitian.
Hubungan Problematic Internet Use Terhadap Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Ike Diah Ayu Putri Ningrum; Lia Aulia Fachrial
Inovasi Kesehatan Global Vol. 2 No. 3 (2025): Agustus : Inovasi Kesehatan Global
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/ikg.v2i3.2144

Abstract

This study aims to empirically examine the relationship between Problematic Internet Use and Sleep Quality among university students. This is a quantitative study that employs a bivariate correlation analysis method. The total number of respondents in this study was 106 individuals, consisting of 30 males and 76 females, aged between 18 and 23 years. The study used two scales as data collection instruments: a sleep quality scale and a Problematic Internet Use scale. The hypothesis was tested using bivariate correlation analysis to determine whether there is a significant relationship between sleep quality and Problematic Internet Use among students. The results support the hypothesis, indicating a significant positive relationship between Problematic Internet Use and sleep quality, with a significance value of p = 0.001 (p < 0.005) and a correlation coefficient of R = 0.227. This means that the higher the level of Problematic Internet Use, the better the sleep quality among students. Conversely, the lower the Problematic Internet Use, the poorer the sleep quality.
The Role of Conscientiousness Personality in Predicting Marital Satisfaction in Married Individuals Lia Aulia Fachrial; Cahyanti, Indah; Fauziah, Alia Rizki
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 4 No. 3 (2025): Oktober: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v4i3.2346

Abstract

This study aims to determine the influence of the personality trait of conscientiousness on marital satisfaction in married adults. Marital satisfaction is a subjective feeling felt by a married couple regarding various aspects of married life such as happiness, communication, and commitment, while conscientiousness describes the characteristics of individuals who are diligent, disciplined, responsible, and goal-oriented. This study used a quantitative approach with a simple linear regression method. The sample was obtained through a purposive sampling technique with the criteria of respondents being at least 21 years old, having been married for at least one year, and still having a spouse. The instruments used were the Enrich Marital Satisfaction Scale  and Big Five Personality Inventory. The results of the analysis showed a significant influence between conscientiousness and marital satisfaction with a significance value of p = 0.010 (p < 0.05) and an R² value of 0.067, which means that conscientiousness provides an effective contribution of 6.7% to marital satisfaction, while 93.3% is influenced by other factors outside the study. These findings indicate that individuals with high levels of conscientiousness tend to have more satisfying marital relationships because they are able to manage conflict, maintain commitment, and create emotional stability in the relationship. The results of this study are expected to be the basis for developing psychological interventions and marital counseling to improve the quality of marital relationships.