Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA IBU Fauziah, Alia Rizki; Fatimah, Firda Fitri
UG Journal Vol 15, No 9 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seorang ibu mempunyai tugas penting dalam keluarga dimana dalam menjalankan tugas dapat menemui berbagai macam permasalahan seperti timbul konflik dengan pasangan, lelah dan stres dalam mengurus anak sehingga memengaruhi kesehatan mental ibu. Aspek penting yang diperlukan oleh ibu adalah kesejahteraan psikologis. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis adalah harga diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris hubungan antara harga diri dengan kesejahteraan psikologis pada ibu. Partisipan dalam penelitian ini berjulah 248 orang ibu. Metode penelitian adalah kuantitatif. Teknik analisis data menggunakan korelasi product momen pearson. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,01) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,673. Artinya terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara harga diri dengan kesejahteraan psikologis pada ibu. Semakin tinggi harga diri maka semakin tinggi kesejahteraan psikologis pada ibu. Sebaliknya, semakin rendah harga diri maka semakin rendah kesejahteraan psikologis pada ibu.
KECENDERUNGAN DEPRESI PASCA MELAHIRKAN PADA IBU PRIMIPARA Fauziah, Alia Rizki
UG Journal Vol 15, No 8 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kecenderungan depresi pasca melahirkan pada ibu primipara berdasarkan usia ibu, usia bayi, pekerjaan, pendidikan, bantuan orang lain dan siapa yang membantu mengasuh anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Partisipan penelitian berjumlah 80 ibu primipara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistic deskriptif. Hasil penelitian ini diketahui bahwa ibu dengan usia 31-35 memiliki kategori sangat rendah, ibu dengan usia bayi 6-9 bulan memiliki kategori rendah, ibu dengan pendidikan terakhir SMP memiliki kategori rendah ke sedang, dan ibu yang tidak dibantu orang lain dalam mengasuh anak memiliki kategori sangat rendah dibandingkan dengan ibu yang dibantu oleh orang lain. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa kecenderungan postpartum depression pada ibu primipara adalah rendah
PERAN PEMAAFAN TERHADAP KEPUASAN HIDUP PADA KORBAN KEKERASAN DALAM KELUARGA Fauziah, Alia Rizki; Azizah, Sophia Ratna
Arjwa: Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/arjwa.2024.v3i1.9764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh pemaafan terhadap kepuasan hidup pada korban kekerasan dalam keluarga. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan instrumen pengukuran pada variabel kepuasan hidup adalah The Satisfaction with Life Scale, sedangkan untuk pemaafan yaitu Heartland Forgiveness Scale. Responden dalam penelitian ini berjumlah 120 orang dengan usia minimal 19 tahun dan pernah mengalami kekerasan meliputi kekerasan fisik, seksual, psikologis, emosional dan penelantaran dalam keluarga saat masa anak-anak atau remaja yang diperoleh melalui purposive sampling. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan analisis regresi linier, diketahui nilai koefisien F sebesar 52.024 dengan signifikansi 0.001 (p<0.01), yang berarti terdapat pengaruh pemaafan terhadap kepuasan hidup yang sangat signifikan pada korban kekerasan dalam keluarga. Hasil analisis juga menunjukkan nilai R Square sebesar 0.306, yang berarti variabel pemaafan memiliki peran terhadap kepuasan hidup pada korban kekerasan dalam keluarga sebesar 30.6%. 
PROGRAM ABDIMAS UNTUK KESEHATAN MENTAL SANTRI PUTRA DI PESANTREN X: INTERVENSI MELALUI FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) Sedjo, Praesti; Fauziah, Alia Rizki; Rini, Quroyzhin Kartika; Wardalisa, Wardalisa; Pranandari, Kenes
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Darma Saskara Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Darma Saskara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/abdimasug.2025.v5i1.14372

Abstract

Kesehatan mental santri menjadi aspek penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan di pesantren. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengintervensi permasalahan psikologis yang dialami santri putra kelas 8 dan 9 di pesantren X daerah Cibinong. Sebanyak 37 santri disaring menggunakan alat ukur Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ), dengan hasil 12 santri teridentifikasi memiliki permasalahan dalam aspek emosi, perilaku, atau relasi sosial. Intervensi dilakukan melalui pendekatan Focus Group Discussion (FGD) dengan teknik fasilitasi empatik dan berbasis kekuatan (strength-based approach). Hasil FGD menunjukkan bahwa santri menghadapi tantangan dalam regulasi emosi, interaksi sosial, serta tekanan akademik dan spiritual. Program ini menunjukkan potensi untuk dilanjutkan ke sesi konseling kelompok dan mentoring.
The Role of Conscientiousness Personality in Predicting Marital Satisfaction in Married Individuals Lia Aulia Fachrial; Cahyanti, Indah; Fauziah, Alia Rizki
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 4 No. 3 (2025): Oktober: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v4i3.2346

Abstract

This study aims to determine the influence of the personality trait of conscientiousness on marital satisfaction in married adults. Marital satisfaction is a subjective feeling felt by a married couple regarding various aspects of married life such as happiness, communication, and commitment, while conscientiousness describes the characteristics of individuals who are diligent, disciplined, responsible, and goal-oriented. This study used a quantitative approach with a simple linear regression method. The sample was obtained through a purposive sampling technique with the criteria of respondents being at least 21 years old, having been married for at least one year, and still having a spouse. The instruments used were the Enrich Marital Satisfaction Scale  and Big Five Personality Inventory. The results of the analysis showed a significant influence between conscientiousness and marital satisfaction with a significance value of p = 0.010 (p < 0.05) and an R² value of 0.067, which means that conscientiousness provides an effective contribution of 6.7% to marital satisfaction, while 93.3% is influenced by other factors outside the study. These findings indicate that individuals with high levels of conscientiousness tend to have more satisfying marital relationships because they are able to manage conflict, maintain commitment, and create emotional stability in the relationship. The results of this study are expected to be the basis for developing psychological interventions and marital counseling to improve the quality of marital relationships.
Bagaimana Kesejahteraan Psikologis Tenaga Kesehatan di Indonesia Selama Pandemi? Fauziah, Alia Rizki
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 3 (2022): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i3.8470

Abstract

This study aims to explain psychological well-being of healthcare workers during the COVID-19 pandemic based on dimensions, gender, age, profession and length of work. This study uses descriptive quantitative research methods. There are 112 participants in this study.  Data analysis in this study used descriptive statistics. Based on the results of the study, it is known that the health workers who are reviewed based on male and female sex have moderate psychological well-being, health workers aged 23-35 and 36-50 years are in the moderate category. In addition, health workers who work as midwives have higher psychological well-being than other professions. Based on the length of work, health workers with 1-5 years of work have higher psychological well-being. So, it can be concluded that the psychological well-being of health workers during the COVID-19 period is moderate, especially in the dimensions of positive relationships with others, autonomy and environmental mastery. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kesejahteraan psikologis pada tenaga kesehatan di masa pandemi covid-19 berdasarkan dimensi, jenis kelamin, usia, profesi dan lama bekerja.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 112 tenaga kesehatan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pada tenaga kesehatan yang ditinjau berdasarkan jenis kelamin laki-laki dan perempuan memiliki kesejahteraan psikologis sedang, tenaga kesehatan dengan usia 23-35 dan 36-50 tahun berada dalam kategori sedang. Selain itu, tenaga kesehatan yang berprofesi sebagai sebagai bidan memiliki kesejejahteraan psikologis lebih tinggi dibanding profesi lainnya. Berdasarkan lama bekerja, tenaga kesehatan dengan lama bekerja 1-5 tahun memiliki kesejahteraan psikologis lebih tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kesejahteraan psikologis pada tenaga kesehatan di masa covid-19 adalah sedang terutama pada dimensi hubungan positif dengan orang lain, otonomi dan penguasaan lingkungan