Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sanitasi Rumah Kos dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Pada Penghuni Kos di Desa Tuntungan Aulina Ritonga, Putri Alvia; Nisrina, Nisrina; Adinda; Aramdani, Adinda Aulia; Yustika Putri, Dian; Adena Putri, Sufiah; Syahputra Siregar, Yusuf; Marwiah Sembiring, Ikhwanil
Alahyan Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2023): (Nopember)
Publisher : PT. Alahyan Publisher Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61492/ecos-preneurs.v1i2.64

Abstract

Health development aims to increase awareness, ability, and willingness to live clean and healthy for everyone to realize decent housing in an orderly and healthy housing environment, in the sense that housing can be provided by its function in improving the quality of life. The purpose of this study is to improve knowledge, quality of health, and successful life behavior by implementing PHBS in rented houses in Tuntungan Village. The type of research used is observational research with descriptive analysis to better understand the cleanliness of boarding houses and clean and healthy living behavior (PHBS) conducted by boarding house fillers. Researchers took samples from 15 boarding house doors and 24 boarding house fillers who would fill out questionnaires. This study was conducted by comparing survey data with standards according to Minister of Health Regulation Number 1. 829/Menkes/SK/VII/1999 on housing health requirements. Results of interviews, observations, and measurements using questionnaires, checklists, and measuring instruments. The landlord conducts regular inspections of the building, by replacing parts that can no longer be used or can endanger the occupants, as well as repairing buildings that have long been damaged due to old age. It is necessary to make efforts to improve boarding facilities/rooms that are not yet qualified to improve the comfort of residents. Boarding house residents should follow the rules set by the boarding house owner and keep the boarding house or their belongings as appropriate. and implement clean and healthy living behaviors (PHBS).
Analisis pelaksanaan program trias Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di SMAN 2 Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu Aulina Ritonga, Putri Alvia; Hasibuan, Rapotan
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 5 No 6 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v5i6.1987

Abstract

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan salah satu program strategis lintas sektor yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan peserta didik melalui pendekatan Trias UKS, yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan Program Trias UKS di SMAN 2 Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu, meliputi pelaksanaan program, ketersediaan sarana-prasarana, serta hambatan dan upaya peningkatan. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain fenomenologi. Informan terdiri dari kepala sekolah, guru pembina UKS, petugas puskesmas, kader UKS, guru agama, dan siswa. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan Trias UKS belum berjalan optimal; pendidikan kesehatan belum terintegrasi dalam kurikulum secara sistematis, pelayanan kesehatan hanya bersifat pertolongan pertama, dan pembinaan lingkungan sekolah belum membentuk budaya hidup sehat yang berkelanjutan. Sarana dan prasarana UKS juga belum memadai karena ruang UKS bergabung dengan ruang BK, perlengkapan kesehatan minim, serta tidak tersedia media edukasi. Hambatan utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya pelatihan kader, minimnya kolaborasi dengan puskesmas, serta tidak adanya anggaran khusus UKS. Meskipun terdapat beberapa upaya seperti pembentukan kader dan komunikasi dengan puskesmas, pelaksanaan program masih bersifat insidental dan belum menyentuh aspek sistemik. Diperlukan penyusunan program kerja UKS yang terstruktur, pelatihan bagi pembina dan kader, serta penguatan kemitraan formal dengan puskesmas untuk mengoptimalkan pelaksanaan Trias UKS.