Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan salah satu program strategis lintas sektor yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan peserta didik melalui pendekatan Trias UKS, yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan Program Trias UKS di SMAN 2 Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu, meliputi pelaksanaan program, ketersediaan sarana-prasarana, serta hambatan dan upaya peningkatan. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain fenomenologi. Informan terdiri dari kepala sekolah, guru pembina UKS, petugas puskesmas, kader UKS, guru agama, dan siswa. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan Trias UKS belum berjalan optimal; pendidikan kesehatan belum terintegrasi dalam kurikulum secara sistematis, pelayanan kesehatan hanya bersifat pertolongan pertama, dan pembinaan lingkungan sekolah belum membentuk budaya hidup sehat yang berkelanjutan. Sarana dan prasarana UKS juga belum memadai karena ruang UKS bergabung dengan ruang BK, perlengkapan kesehatan minim, serta tidak tersedia media edukasi. Hambatan utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya pelatihan kader, minimnya kolaborasi dengan puskesmas, serta tidak adanya anggaran khusus UKS. Meskipun terdapat beberapa upaya seperti pembentukan kader dan komunikasi dengan puskesmas, pelaksanaan program masih bersifat insidental dan belum menyentuh aspek sistemik. Diperlukan penyusunan program kerja UKS yang terstruktur, pelatihan bagi pembina dan kader, serta penguatan kemitraan formal dengan puskesmas untuk mengoptimalkan pelaksanaan Trias UKS.