Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Program Inkubasi Young Creativepreneur Sebagai Strategi Pengembangan Pusat Industri Kreatif di Kabupaten Karawang S. Tondo, Anthon; Abryanto, Rano
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2249

Abstract

Kabupaten Karawang saat ini menghadapi masalah pengangguran yang pelik yang berdampak juga pada tingginya angka kriminalitas dan angka perselisihan kelompok masyarakat. Pemerintah Kabupaten Karawang dan Kodim 0604/Karawang berupaya menjalin kerjasama dengan Universitas Swiss German dan Bengkel Kreatif Helo Indonesia untuk mengembangkan sebuah pusat industri kreatif yang diharapkan dapat menjawab permasalahan pengangguran ini. Sebagai langkah awal untuk mempersiapkan sumber daya manusia atau insan kreatif yang akan berperan dalam industri kreatif ini, maka perlu dilakukan upaya-upaya peningkatan kapasitas dan kapabilitas serta penciptaan young creativepreneur melalui sebuah program inkubasi. Program Inkubasi Young Creativepreneur ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, kesempatan produksi, pemasaran, serta penjualan kepada para peserta program sehingga diharapkan terciptanya wirausaha-wirausaha baru di industri kreatif. Metode yang digunakan untuk mengimplementasikan program Inkubasi Young Creativepreneur ini adalah metode Participatory Action Research (PAR). Metode ini terdiri dari serangkaian pelatihan, workshop, dan pendampingan bisnis (business coaching) yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik peserta program, serta pada akhir program diselenggarakan sebuah expo produk kreatif hasil karya usaha peserta. Program ini telah mengikutsertakan peserta sebanyak 75 (tujuhpuluh lima) orang dengan latar belakang sosial yang berbeda-beda namun memiliki kesamaan status belum atau tidak memiliki pekerjaan tetap saat perekrutan dan berlangsungnya program. Dan outcome program ini adalah terciptanya 12 (duabelas) usaha peserta atau wirausaha baru di industri kreatif di Kabupaten Karawang.
TRANSFORMASI DIGITAL UNTUK UMKM NAIK KELAS: SIMULASI BISNIS DAN IMPLEMENTASI ERP SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING UMKM DI KOTA TANGERANG SELATAN S. Tondo, Anthon
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2410

Abstract

UMKM di Indonesia, termasuk di Kota Tangerang Selatan, menghadapi tantangan besar dalam bersaing di pasar nasional maupun global. Transformasi digital menjadi kunci untuk membantu UMKM naik kelas dan meningkatkan daya saing mereka. Program pengabdian kepada masyarakat Universitas Swiss German yang bekerjasama dengan para mitra bertujuan untuk membantu UMKM di Tangerang Selatan melalui pelatihan dan pendampingan dalam simulasi bisnis menggunakan MonsoonSIM dan implementasi Odoo ERP. Program yang diikuti oleh 97 orang peserta ini menggunakan metode "Participatory Action Research" (PAR) dan dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama difokuskan pada simulasi bisnis dengan MonsoonSIM, yang membantu peserta memahami berbagai aspek manajemen bisnis dalam sistem yang terintegrasi dan terkendali. Hari kedua berfokus pada implementasi Odoo ERP, yang membantu UMKM mengintegrasikan berbagai fungsi bisnis untuk meningkatkan efisiensi operasional. Hasil program ini menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya transformasi digital dan mampu mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam operasional bisnis mereka sehari-hari. Studi ini menegaskan bahwa kombinasi simulasi bisnis dan implementasi ERP dapat secara signifikan meningkatkan kapabilitas peserta, produktivitas usaha, dan efisiensi operasional UMKM guna mendukung mereka dalam menghadapi tantangan bisnis saat ini.