Penelitian ini untuk mengetahui kualitas nutrisi pakan ternak berbasis bungkil kelapa sawit dan lama waktu terbaik fermentasinya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskripsi kuantitatif yaitu penelitian deskripsi dengan mengumpulkan dan menganalisis data proksimat dalam bungkil kelapa sawit yang difermentasi dengan EM4. Percoban yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan yang berjumlah 16 unit percobaan. Setiap perlakuan difermentasi secara anaerob dengan waktu fermentasi yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis proksimat kadar abu, kadar serat kasar, kadar air dan kadar lemak kasar mengalami penurunan, sedangkan analisis proksimat pada kadar protein kasar mengalami kenaikan. Fermentasi bungkil kelapa sawit berpengaruh terhadap kandungan kadar air dimana kadar air tertinggi di peroleh pada sampel P1 (35,84) dan terendah diperoleh pada perlakuan P3 (35,37). Kadar abu dengan rerata tertinggi pada perlakuan P0 (3,55) dan rerata terendah pada perlakuan P1 (2,45). Rerata serat kasar mengalami penurunan pada P1 (13,70%), P2 (12,25%) dan kembali meningkat pada P3 (15,63%) hal ini mengikuti pola pertumbuhan mikroorganisme yang mengalami beberapa fase pertumbuhan yaitu fase adaptasi, fase eksponensial, fase stasioner dan fase kematian. Lemak dengan rerata tertinggi pada perlakuan P1 (8,22). Protein kasar dengan rata-rata terendah terlihat pada perlakuan P3 (5,33) dan rerata tertinggi pada P2 (15,64) dan terendah pada perlakuan P1 (11,20). Secara keseluruhan protein kasar meningkat pada P1 (11,20), P2 (15,64) dan kembali menurun pada P3 (12,16), enzim selulase merupakan salah satu enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang berfungsi untuk mendegradasi selulosa menjadi glukosa sehingga mempengaruhi peningkatan Protein.