Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sistem Cerdas Pemantau Kesehatan Pasien Lanjut Usia Berbasis IoT (Hardware): IoT-based Smart Health Monitoring System for the Elderly (Hardware) Cahyana, Amelia; Mohammad Yanuar Hariyawan; Wira Indani; Suci Ramadona
Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan) Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER)
Publisher : Politeknik Caltex Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35143/elementer.v9i1.5998

Abstract

The Internet of Things (IoT) is a technological innovation that is widely used in science, including the field of health sciences. An intelligent health monitoring system for elderly patients is only one of the IoT applications that might be developed in the field of health sciences. This system must be implemented so that doctors can ascertain the patient's status and that patients can be monitored from home rather than having to visit the hospital for checkups. Therefore, a device is required to make it simpler for patients and medical professionals to check the three vital signs—heart rate, oxygen saturation, and body temperature. Vital signs are a variety of physiological statistical measurements that are used to assess a patient's health state, particularly in elderly people (elderly) who are ill or at risk. With the use of this instrument, the patient can provide the doctor with information on his vital signs, making it simpler for the doctor to identify the patient's condition and treat the patient. This tool's design makes use of the MAX30100 sensor, which measures oxygen saturation and heart rate. Then comes the MLX90614 sensor, which measures body temperature. The microcontroller (ESP32) processes the sensor before sending the data to the MySQL database. The percentage accuracy rate for testing the heart rate is 96.15%, the percentage accuracy level for testing the oxygen level is 97.4%, and the percentage accuracy level for testing the body temperature is 98.3%.
Analisis Kekerasan Verbal Di Akun Jktinfo Pada Media Sosial Instagram Suci Ramadona; Aliasan, Aliasan; Jawasi, Jawasi
Journal of Media and Communication | E-ISSN : 3063-9581 Vol. 1 No. 3 (2025): Januari - Maret
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jmc.v1i3.260

Abstract

Penelitian ini berjudul “ANALISIS KEKERASAN VERBAL DI AKUN jktinfo PADA MEDIA SOSIAL INSTAGRAM” Teknologi informasi dan komunikasi berkembang sangat pesat serta dibutuhkan didalam kehidupan sehari-hari. Tingginya penggunaan konten sosial pada perkembangan teknologi-teknologi berbasis internet memudahkan semua orang untuk dapat berkomunikasi, berpatisipasi, saling berbagai dan membentuk sebuah jaringan secara daring, sehinggga dapat menyebarluaskan konten mereka sendiri didunia maya. Adanya media sosial ini tentunya terdapat efek atau pengaruh media sosial perlu untuk di waspadai. Kekerasan pada orang lain yang bersifat untuk merendahkan, menakuti ataupun mengancam yang bisa disebut sebagai bullying. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya tindak tutur jenis kekerasan verbal pada komentar diakun media sosial Instagram jktinfo. Desain penelitian ini menggunakan kualitatif deskritif dengan pengambilan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dari 30 sampel komentar yang dianalisis, variasi signifikan dalam penggunaan bahasa tindak tutur langsung dan tindak tutur tidak langsung tersebut terlihat jelas. Hasil penelitian mengungkapkan adanya penggunaan tindak tutur yang signifikan dalam komentar netizen terhadap pemberitaan foto sesi bugil terhadap Miss universe Indonesia akun instagram @jktinfo. Melalui fokus analisis terhadap bahasa tindak tutur seperti tindak tutur langsung dan tindak tutur tidak langsung. Peneliti berhasil mengidentifikasi tingkat signifikan dari penggunaan bahasa tindak tutur. Satu foto postingan yang menjadi fokus penelitian, yaitu "Viral foto sesi bugil terhadap Miss universe Indonesia " dengan 817 komentar menunjukkan bahwa bahasa tindak tutur digunakan secara luas dalam konteks tersebut. Penelitian ini menegaskan bahwa bahasa tindak tutur menjadi sebuah komentar untuk menyampaikan sentimen negatif, ketidakpuasan, dan kritik terhadap isu miss universe indonesia. Temuan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika opini publik dan interaksi sosial dalam isu-isu sensitif di media sosial.