Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Molaritas pada Penggunaan Geopolimer sebagai Coating untuk Meningkatkan Kualitas Agregat Kasar Daur Ulang Farhan Al Farisi; Eva Arifi; Desy Setyowulan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri konstruksi tidak dapat lepas dari beton yang menjadi pilihan utama material infrastruktur. Faktanya, produksi beton menjadi penyumbang eksploitasi alam. Emisi CO2 dari produksi semen mencapai 7% dari total emisi CO2 dunia. Oleh karena itu, perlu penerapan sustainable construction yang dapat mengurangi dampak lingkungan. Upaya dalam sustainable construction adalah mensubstitusikan material sehingga mengurangi dampak industri konstruksi. Penggunaan agregat kasar daur ulang menjadi alternatif dengan memanfaatkan limbah beton dari infrastruktur yang telah runtuh. Akan tetapi, agregat kasar daur ulang tidak dapat sepenuhnya menggantikan agregat kasar alami karena kekuatannya yang menurun akibat perubahan karakteristik. Ditunjukkan dengan nilai penyerapannya meningkat dan berat isinya menurun akibat mortar yang menempel. Penggunaan geopolimer sebagai coating merupakan upaya untuk menanggulangi kekurangan agregat kasar daur ulang. Sifat pozolan dan kedap air pada geopolimer digunakan untuk mengisi dan menutup pori-pori agregat kasar daur ulang. Limbah beton yang digunakan dalam penelitian ini memiliki mutu minimal K-300. Coating menggunakan geopolimer berbahan dasar fly ash tipe C dengan alkali aktivator NaOH dan Na2SiO­3. Molaritas NaOH dalam penelitian ini adalah 8 M, 10 M, 12 M, dan 14 M. Parameter yang digunakan dalam menentukan kualitas agregat kasar daur ulang ditinjau dalam tiga aspek, yaitu sifat fisik, sifat mekanis, dan mikrostruktur agregat kasar daur ulang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terjadi penurunan penyerapan 26,83% serta peningkatan berat isi 8,23% pada agregat kasar daur ulang sesudah coating. Hal ini menunjukkan bahwa geopolimer mampu mengisi dan menutup pori-pori agregat kasar daur ulang. Agregat kasar daur ulang dengan coating geopolimer berpotensi digunakan sebagai substitusi agregat kasar dalam beton karena dapat memiliki kekuatan lebih tinggi 22,31%. Campuran Geopolimer dengan molaritas NaOH rendah lebih encer, tetapi memiliki pori-pori pada coating. Campuran molaritas NaOH tinggi lebih kental dan padat, namun kurang optimal mengisi pori-pori agregat kasar daur ulang. Kata kunci: agregat kasar daur ulang, geopolimer, coating, molaritas, sustainable construction
Hubungan antara Pola Makan dan Aktifitas Fisik dengan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Hanura Kabupaten Pesawaran Tahun 2025 Junisa Herawati; Farhan Al Farisi; Dian Arif Wahyudi
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v5i2.6464

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus is a chronic metabolic disease with a continuously increasing prevalence. In Indonesia, the number of patients is projected to reach 28.57 million by 2045, rising from 19.47 million in 2021, with 236,711 deaths reported in 2021. In Lampung Province, 89,981 cases were recorded, while Pesawaran Regency reported 1,826 hospitalized cases in 2023. Diabetes leads to serious complications due to uncontrolled blood glucose levels, primarily triggered by unhealthy dietary patterns and low physical activity. Control efforts include health education, the Prolanis program, and the promotion of regular physical activity. This study aimed to analyze the relationship between dietary patterns and physical activity with blood glucose levels among patients with type 2 diabetes at Hanura Public Health Center in 2025. This study employed a quantitative cross-sectional design with total sampling of 32 respondents with type 2 diabetes. Data were collected using a dietary pattern questionnaire, the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) for physical activity assessment, and a glucometer for blood glucose measurement. Data analysis was conducted using the Chi-Square test. Univariate analysis showed that most respondents had an adequate dietary pattern (59.4%; 19 participants), moderate physical activity levels (43.8%; 14 participants). normal blood glucose levels (50.0%; 16 participants). Bivariate analysis revealed a significant relationship between dietary patterns, physical activity, and blood glucose levels (p < 0.001). Conclusion: Irregular dietary habits and low physical activity contribute to increased blood glucose levels. Patients with diabetes are advised to follow the 3J dietary principle (Schedule, Amount, Type) and engage in regular physical activity for at least 150 minutes per week.
Pemanfaatan Aplikasi Binasehat dalam Peningkatan Kesadaran Kesehatan di Puskesmas Cimaragas Marisa Premitasari; Rifqi Lukmansyah; Farhan Al Farisi; Muhammad Hafidz Fadillah; Qays Arkan Chairy
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v7i1.3380

Abstract

Peningkatan prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) di Indonesia menimbulkan tantangan besar dalam sistem kesehatan nasional. Puskesmas, sebagai ujung tombak layanan kesehatan primer, memainkan peran penting dalam mengatasi masalah ini melalui pendekatan promotif dan preventif. Aplikasi BinaSehat dikembangkan sebagai solusi teknologi digital untuk mendukung upaya ini. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat di wilayah Puskesmas Cimaragas melalui fitur pelacakan kalori, panduan olahraga interaktif, dan edukasi kesehatan berbasis digital. Hasil implementasi menunjukkan respons positif dari tenaga kesehatan dan masyarakat. Aplikasi ini tidak hanya mempermudah edukasi kesehatan tetapi juga mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup sehat. Namun, tantangan seperti adaptasi terhadap teknologi digital dan keterbatasan infrastruktur internet tetap menjadi hambatan. Diharapkan aplikasi BinaSehat dapat menjadi model inovasi layanan kesehatan primer yang dapat direplikasi di seluruh Indonesia untuk mendukung transformasi digital sektor kesehatan.