Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemeriksaan Jamur Aspergillus Sp. dengan Metode Semai pada Sambal Terasi Kemasan dan Sambal Terasi Ulek Pratiwi, Dinda Nila; Riana, Deby Rezy; Rushandayani, Tri; Juliadhi, Reizky
Jurnal Pengabdian Masyarakat Biologi dan Sains Vol 3, No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Biologi dan Sains
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jpmbio-sains.v3i1.2375

Abstract

Sambal merupakan makanan penyedap atau kondimen yang sangat sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Jenis sambal juga sangat beragam, salah satunya adalah sambal terasi yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Sambal terasi merupakan jenis sambal yang dibuat dengan bahan tambahan terasi, yang berasal dari hasil fermentasi. Sambal terasi ini juga semakin berkembang dan sudah banyak diproduksi untuk bisa langsung dikonsumsi.  Apabila disimpan dalam waktu yang cukup lama di dalam kulkas, sambal terasi kemasan dan sambal terasi ulek juga bisa terkontaminasi oleh jamur Aspergillus flavus, yaitu jamur yang biasanya mengontaminasi makanan selama proses penyimpanan. Pengamatan secara mikroskopis dan makroskopis terhadap terasi yang sudah melalui proses penyimpanan menunjukkan adanya kontaminasi jamur Aspergillus flavus dengan persentase sebesar 66,67% (2 medium PDA), dibandingkan dengan kontrol (1 medium PDA) yang  tidak terkontaminasi jamur Aspergillus flavus dengan persentase sebesar 33,33%.
Bioactivity of Pseudomonas azotoformans UICC B-91 as an agent with antimicrobial activity, Salmonella typhi and Microsporum canis Pratiwi, Rina Hidayati; Juliadhi, Reizky
Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Vol. 10 No. 02 (2025): Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan
Publisher : Biology Education Department, Universitas Insan Budi Utomo, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ebio.v10i02.1359

Abstract

Infectious diseases caused by bacterial and fungal pathogens remain a major public health concern, particularly in the context of increasing antimicrobial resistance. This study aimed to evaluate the in vitro antimicrobial bioactivity of Pseudomonas azotoformans UICC B-91 extract against Salmonella typhi and Microsporum canis. A quantitative experimental design with a completely randomized design (CRD) was applied using three extract concentrations (30%, 50%, and 100%). Antibacterial activity against S. typhi was assessed using the disc diffusion method, while antifungal activity against M. canis was evaluated using the agar well diffusion method. Inhibition zones were measured and analyzed using SPSS with one-way ANOVA. The results showed that the extract exhibited weak antibacterial activity against S. typhi, with inhibition zones ranging from 1.30 ± 0.28 mm to 2.00 ± 0.71 mm, and statistical significance observed only at the 50% concentration (p = 0.039). In contrast, moderate antifungal activity against M. canis was observed, with a maximum inhibition zone of 6.50 ± 0.71 mm, and ANOVA confirmed a significant effect among treatments (F = 803.936; p = 0.026). These findings indicate that Pseudomonas azotoformans UICC B-91 extract contains bioactive compounds with measurable antimicrobial activity under in vitro conditions, particularly against dermatophyte fungi.