Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Kesesuaian Penyimpanan Obat High Alert di Salah Satu Rumah Sakit Kota Bogor dengan Standar Prosedur Operasional Rumah Sakit Kurnia, Yusuf Supriadi; Permata, Ayu Dinar
Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Akademi Farmasi Bumi Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61329/pscp.v2i1.27

Abstract

Obat high alert adalah obat yang harus diwaspadai karena sering menyebabkan terjadi kesalahan/kesalahan serius (sentinel event) dan Obat yang berisiko tinggi menyebabkan Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan (ROTD). Penyimpanan obat high alert harus diwaspadai untuk menjamin keselamatan pasien. Penyimpanannya meliputi penandaan dengan label high alert pada kemasan primer dan sekunder, penandaan dengan label Double Check pada kemasan primer dan sekunder, penandaan dengan label LASA pada wadah penyimpanan, kemasan primer dan sekunder serta diselingi dua sediaan obat, penyimpanan sesuai suhu dan penempatannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui rata – rata persentase kesesuaian penyimpanan obat high alert dan kriterianya. Penelitian ini merupakan non eksperimental bersifat deskriptif, pengambilan data dilakukan dengan cara observasi. Hasil penelitian kesesuaian penyimpanan obat high alert di Rumah Sakit X Cibinong dengan rata – rata kesesuaian dibulan November 49,99% dengan kriteria cukup sesuai Standar Prosedur Operasional (SPO) dan rata – rata kesesuaian dibulan Desember 76,54% dengan kriteria sesuai Standar Prosedur Operasional (SPO) yang ditetapkan. Rata – rata kesesuaian penyimpanan obat high alert dibulan Desember terjadi peningkatan karena penyimpanannya telah diawasi. Selanjutnya tenaga kesehatan lebih ditingkatkan pengawasannya dalam penyimpanan obat high alert.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Gel Luka Bakar Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus Amaryllifolius Roxb) dengan Variasi Konsentrasi Hydroxy Propyl Methyl Cellulose sebagai Gelling Agent Kurnia, Yusuf Supriadi; Oktaviani, Sri Wulan
Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : Akademi Farmasi Bumi Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61329/pscp.v2i2.33

Abstract

Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb) memiliki senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai antiinflamasi yang dapat digunakan untuk mengobati luka bakar. Penggunaan ekstrak daun pandan wangi dinilai kurang praktis sehingga untuk mempermudah pengaplikasiannya diformulasikan dalam sediaan gel. Gelling agent dalam sediaan gel berperan penting pada karakteristik gel yang dihasilkan, gelling agent HPMC dapat menghasilkan gel yang jernih dan stabil dalam penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formulasi sediaan gel yang memenuhi syarat evaluasi sediaan dan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi HPMC terhadap evaluasi sediaan gel. Sediaan gel diformulasikan menjadi tiga formula dengan variasi konsentrasi HPMC yaitu F1 (1%), F2 (2%) dan F3 (3%). Pengujian sediaan dengan metode cycling test selama enam siklus pada suhu 4℃ dan 40℃, selanjutnya dilakukan uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya lekat dan uji daya sebar. Data hasil evaluasi dianalisis secara statistik dengan uji One Way Anova. Hasil penelitian menunjukan F1 memenuhi persyaratan uji orgenoleptik, homogenitas, pH, viskositas dan uji daya sebar tetapi tidak memenuhi uji daya lekat, F2 memenuhi persyaratan uji orgenoleptik, homogenitas, pH, dan uji daya lekat tetapi tidak memenuhi uji daya sebar dan uji viskositas, dan F3 memenuhi persyaratan uji orgenoleptik, homogenitas, pH, dan uji daya lekat tetapi tidak memenuhi persyaratan uji daya sebar dan uji viskositas. Variasi konsentrasi HPMC sebagai gelling agent memberikan pengaruh secara signifikan (p<0,05) terhadap uji pH, viskositas, daya lekat dan daya sebar, tetapi tidak berpengaruh secara signifikan (p>0,05) terhadap uji organoleptik dan homogenitas.
Formulasi dan Evaluasi Lip Gel Ekstrak Kulit Buah Delima (Punica granatum L.) dengan Variasi Konsentrasi Carbomer 940 sebagai Gelling Agent Kurnia, Yusuf Supriadi; Yuniarti, Agil
Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Farmasi Bumi Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61329/pscp.v3i2.42

Abstract

Ekstrak kulit buah delima (Punica granatum L.) memiliki senyawa flavonoid dan memiliki nilai IC50 sebesar 22,75 ppm yang dapat digunakan sebagai antioksidan kuat. Carbomer merupakan salah satu gelling agent derivat polimer sintetik yang dapat mempengaruhi kualitas sediaan lip gel. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh sediaan lip gel dari ekstrak kulit buah delima yang memenuhi syarat evaluasi serta untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi carbomer terhadap hasil evaluasi sediaan. Sediaan lip gel dibuat tiga formula dengan variasi konsentrasi carbomer yaitu F1 (0,5%), F2 (0,75%) dan F3 (1%). Evaluasi fisik yang dilakukan selama 28 hari dengan penyimpanan suhu ruang terkendali (15-300C) meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar dan daya lekat. Formula F1 memenuhi syarat evaluasi uji organoleptis, homogenitas, pH, dan daya sebar, tetapi tidak memenuhi syarat pada evaluasi uji daya lekat. Formula F2 memenuhi syarat pada evaluasi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya lekat dan daya sebar. Sedangkan pada formula F3 memenuhi syarat pada evaluasi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas dan daya lekat, tetapi tidak memenuhi syarat pada uji daya sebar. Hasil evaluasi pada sediaan lip gel ekstrak kulit buah delima menunjukkan bahwa variasi carbomer sebagai gelling agent berpengaruh signifikan (p<0,05) terhadap uji viskositas, daya sebar dan daya lekat tetapi tidak memberikan pengaruh yang signifikan (p>0,05) terhadap uji pH.