Ekstrak daun sirih merah yang memiliki senyawa antioksidan berpotensi menangkal radikal bebas sebesar 81,82% dan nilai IC50 sebesar 47,45 ppm yang pemanfaatannya dalam sediaan gel masih terbatas. Gel merupakan sediaan topikal yang bersifat sejuk, melembabkan, dan mudah dalam penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formulasi gel antioksidan dari ekstrak daun sirih merah dengan xanthan gum sebagai gelling agent, menentukan formulasi yang menunjukkan hasil evaluasi paling baik serta menganalisis pengaruh variasi konsentrasi xanthan gum terhadap kualitas sediaan gel yang dihasilkan. Penelitian ini memvariasikan konsentrasi gelling agent yaitu F1 (0,5%), F2 (1%), dan F3 (2%). Metode ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu maserasi dengan perbandingan ekstrak dan pelarut adalah 1:10. Selanjutnya evaluasi fisik dilakukan dengan metode cycling test meliputi pengujian organoleptik, viskositas, pengukuran pH, daya sebar, daya lekat, dan homogenitas. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh formulasi memenuhi syarat organoleptik, viskositas, pH, daya sebar namun tidak satupun memenuhi standar daya lekat minimal (≥1 detik). Formulasi terbaik berdasarkan hasil evaluasi fisik secara keseluruhan adalah F2 (1% xanthan gum) karena menunjukkan kestabilan organoleptis, nilai viskositas, pH, daya sebar, dan stabilitas warna tanpa perubahan signifikan setelah cycling test. Analisis statistik menunjukkan variasi konsentrasi xanthan gum berpengaruh signifikan terhadap viskositas dan daya sebar (p<0,05), tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap pH (p>0,05).
Copyrights © 2026