p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sebatik
Miharja, Indra Setya
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS GENDER DIVERSITY TERHADAP KINERJA KEUANGAN DAN NILAI PERUSAHAAN DENGAN ENVIRONMENTAL, SOCIAL, GOVERNANCE (ESG) SEBAGAI VARIABEL MODERATING Miharja, Indra Setya; Sormin, Syariful Hakim; Wisudanto, Wisudanto
Sebatik Vol. 27 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v27i2.2380

Abstract

Perusahaan publik saat ini menghadapi tuntutan dari investor untuk lebih meningkatkan keberagaman dalam jajaran direksi dan menekankan pentingnya kesadaran untuk menangani permasalahan Environmental, Social and Governance (ESG). Semakin banyak investor yang melakukan penilaian terhadap Gender Diversity di perusahaan untuk menentukan bagaimana mereka dapat merespon risiko dan peluang ESG. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Gender Diversity (dalam bentuk kepemimpinan wanita) pada dewan direksi terhadap kinerja keuangan dan nilai perusahaan dengan Environmental, Social dan Governance (ESG) sebagai variabel moderasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda untuk panel data. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling dan mengumpulkan data sebanyak 75 sampel perusahaan periode 2021-2022 di Indonesia Stock Exchange (IDX) yang telah dinilai oleh lembaga penilai ESG (Morningstar Sustainalytics) dan telah memperoleh skor ESG. Variabel dependent dalam penelitian ini adalah ROA, ROE sebagai indikator kinerja keuangan perusahaan dan Tobin Q’s sebagai indikator nilai perusahaan. Variabel independent adalah Gender Diversity pada jajaran direksi. Variabel moderasi yang berperan adalah ESG Score. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Gender Diversity berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan dengan menggunakan indikator ROA, sementara dengan indikator ROE tidak berpengaruh signifikan, serta untuk Tobin’Q sebagai indikator nilai perusahaan, Gender Diversity memiliki pengaruh negatif dan signifikan. ESG sebagai variabel moderasi tidak berpengaruh signifikan untuk memperkuat pengaruh antara Gender Diversity terhadap kinerja keuangan dengan ROA dan ROE sebagai indikator. Namun untuk Tobin’Q sebagai indikator nilai perusahaan ESG menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan.
Evaluation of the Effectiveness of Audit Management System (AMS) Using COBIT 2019 and ISO 31000:2018 in the Internal Audit Function Miharja, Indra Setya; Ginardi, Raden Venantius Hari
Sebatik Vol. 29 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v29i2.2627

Abstract

The Audit Management System (AMS) is utilized by the Internal Audit Function to manage audit processes in a structured, documented, efficient, and risk-aligned manner, aiming to provide added value to the organization. This system is supported by the Pentana Audit software, implemented across 22 entities, functioning as a secure platform that records the entire audit process in real-time. This study aims to identify gaps, analyze areas for improvement, assess potential financial and operational impacts, and provide recommendations and mitigation steps related to AMS management. The evaluation applies the COBIT 2019 and ISO 31000:2018 Risk Management frameworks, focusing on five Governance and Management Objectives from COBIT 2019: EDM03, APO12, APO14, DSS03, and MEA04. The novelty of this research lies in the dual-framework approach that systematically integrates COBIT and ISO standards to produce a strategic, risk aligned improvement roadmap. The specific focus on AMS within the Internal Audit context also contributes to strengthening governance and audit risk management. The findings indicate that AMS management has not yet reached full effectiveness, with 13 identified areas of improvement that may cause financial and operational impacts. Key issues include the lack of integration between the audit risk database and ERM, absence of automated notifications, no monitoring dashboard, inadequate data security policies, and suboptimal real-time utilization across entities. APO12 recorded the largest gap, primarily related to IT based audit risk management integration. Recommendations are categorized into three mitigation priorities using an action priority matrix: quick wins, important tasks, and other tasks, with phased implementation over three years.