Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pencak Silat sebagai Warisan Budaya: Identitas Lokal Seni Silat Ulu Ambek di Pariaman, Sumatera Barat Ilham, Wahyu; Musa, Nurul Muttaqin; Amin, Ruzita Mohd.
Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama Vol 8 No 1 (2023): Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/almabhats.v8i1.1046

Abstract

Abstract: This study aims to discover a model for preserving the art of Pencak Silat as a cultural heritage and local identity of the Pariaman community. Method: This qualitative research utilizes a descriptive survey. Results: The findings indicate that the cultural control of the Pariaman community indirectly impacts the development of the art of Pencak Silat. For the Pariaman community, Pencak Silat has inclusion criteria, checks balance, cognitive function, musculoskeletal status, fitness, metabolic effects, and psychological health. Furthermore, the sociopsychic and characteristics of the community's Silat assist in modifying behavior in troubled adults and teenagers. The Pariaman community has a Pencak Silat art named "Seni Bela Diri Ulu Ambek," which is a local tradition that characterizes the region as a manifestation of local Minangkabau wisdom values and upholds fraternity among humans. Seni Bela Diri Ulu Ambek incorporates Sufistic elements, utilizing spiritual strength as an integral part of its practice. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model pelestarian seni pencak silat sebagai warisan budaya identitas local masyarakat Pariaman. Metode: Penelitian berjenis kualitatif menggunakan survei deskriptif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kontrol budaya Pariaman secara tidak langsung berimplikasi terhadap perkembangan seni pencak silat. Bagi masyarakat Pariaman pencak silat memiliki kriteria inklusi, memeriksa keseimbangan, fungsi kognitif, status muskuloskeletal, kebugaran, efek metabolik, dan kesehatan psikologis. Lebih lanjut, sosiopsikis dan karaktersitik silat masyarakat membantu modifikasi perilaku pada orang dewasa dan remaja yang bermasalah. Masyarakat Pariaman memiliki pencak silat dinamakan "Seni Bela Diri Ulu Ambek" dan merupakan tradisi masyarakat setempat yang menjadi ciri khas daerah sebagai manifestasi dari nilai-nilai kearifan lokal Minangkabau serta menjunjung tinggi persaudaraan antar sesama manusia, Seni Bela Diri Ulu Ambek memiliki unsur-unsur sufistik dengan pemanfaatan kekuatan spiritual sebagai bagian integral dari prakteknya.
Pembuatan Peta Desa Tanjung Paku Kecamatan Merlung Kabupaten Tanjung Jabung Barat Yusra, Hilman; Rudini, Dini; Ilham, Wahyu; Syahid, Mhd Syahid Rahmadani; Mubarak, Mhd. Dzakwan; Firmansyah, Rizki; Akbar, Nuzul Ilham
BangDimas Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (Maret 2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jppm.v3i1.32283

Abstract

Desa merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki susunan asli berdasarkan hak asal-usul yang bersifat istimewa. Dalam konteks pengelolaan wilayah, peta berperan sebagai alat bantu utama untuk menjelaskan kondisi geografis suatu daerah serta untuk memperoleh informasi spasial yang akurat. Oleh karena itu, keberadaan peta desa menjadi hal yang sangat penting bagi setiap desa. Desa Tanjung Paku, Kecamatan Merlung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, merupakan salah satu desa yang hingga saat ini belum memiliki peta desa. Menyadari pentingnya hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) memilih program kerja pembuatan peta desa sebagai upaya untuk mempermudah penentuan batas wilayah serta menyediakan informasi spasial bagi masyarakat setempat. Dalam proses penyusunan peta, penulis melakukan wawancara langsung dengan salah satu aparatur Desa Tanjung Paku guna memperoleh data mengenai wilayah yang perlu dicantumkan. Informasi yang diperoleh meliputi lokasi sekolah, kantor desa, masjid, sungai, perkebunan, permukiman, dan unsur penting lainnya. Pembuatan peta dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi pengolahan data spasial untuk keperluan pengeditan, analisis, dan manajemen data peta secara menyeluruh.
Philosophical Analysis of Problem-Based Learning Model in Sociology Learning: Ontological, Epistemological, and Axiological Perspectives Ilham, Wahyu; Fatimah, Siti; Anwar, Syafri
LANGGAM: International Journal of Social Science Education, Art and Culture Vol 5 No 1 (2026): LANGGAM: International Journal of Social Science Education, Art and Culture (Marc
Publisher : Master Program of Social Science Education of Universitas Negeri Padang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/langgam.v5i1.288

Abstract

This study analyzes the Problem-Based Learning model in Sociology Learning through an educational philosophy approach covering ontological, epistemological, and axiological dimensions. Through the literature study method, this study aims to analyze how the PBL model reflects the ontological dimension in sociology learning, knowledge is constructed epistemologically through PBL, and axiological values that emerge from the application of PBL. The results of the literature study show that ontologically, PBL reflects real and contextual social reality as a source of problems to be analyzed. Epistemologically, PBL emphasizes the construction of knowledge through the process of scientific inquiry, orientation of students to problems, organizing students for learning, guiding students in individual and group investigations, improving and presenting the results of student work, and analyzing and evaluating the problem-solving process. Meanwhile, axiologically, PBL instills the values of creativity, critical thinking, independent learning, motivation, responsibility for learning, collaboration, and group cooperation. Thus, the application of the PBL model in sociology learning has a strong relationship between the dimensions of ontology, epistemology, and axiology. The limitation of this study is the lack of direct empirical validation. Therefore, further research is recommended to test the implementation of PBL through classroom action research or experiments to obtain concrete evidence regarding its effectiveness.
IMPLEMENTASI METODE TARGHIB WA TARHIB OLEH GURU PAI PADA PEMBELAJARAN F IKIH TERHADAP SISWA MTsN 1 ACEH SELATAN Putri, Azkia; Sulastri, Ema; Jeumpa, Nurul; Ilham, Wahyu; Mailisman, Nashrullah
Al-Fathanah Vol 5, No 2, Oktober (2025): Al-Fathanah: Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Fathanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/al-fathanah.v5i2, Oktober.2573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode Targhib Wa Tarhib oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembelajaran Fikihterhadap siswa di MTsN 1 Aceh Selatan. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 1 kepala sekolah, 2 guru fikih, dan 4 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode Targhib Wa Tarhib dilakukan secara sistematis dengan menggabungkan motivasi (targhib) dan peringatan (tarhib). Guru PAI menggunakan berbagai strategi seperti ceramah inspiratif, kisah teladan, diskusi kelompok, dan ilustrasi visual yang relevan. Faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan penerapan metode ini meliputi kompetensi dan kreativitas guru, karakteristik siswa, dukungan lingkungan sekolah, dan ketersediaan media pembelajaran. Metode ini berkontribusi positif terhadap pembentukan karakter siswa, meningkatkan kesadaran beragama, regulasi diri, serta pengendalian perilaku. Siswa menunjukkan perubahan positif dalam kedisiplinan beribadah, kejujuran, dan tanggung jawab moral. Meskipun demikian, pembentukan karakter memerlukan proses berkelanjutan dan keterlibatan dari berbagai pihak.