Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Desain Pemanen Air Hujan Tipe Individual dan Komunal, (Studi Kasus: Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah) Maryono, Agus; Sembada, Pratama Tirza Surya; Aji, Ilmiawan Satria Bayu; Wijayanti, Estu; Setiadi, Johan; Kuncoro, Seno Adi; Rohim, Hanif Abdul; Mahendra, Alfian Isya
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 29, Nomor 2 (2023)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v29i2.58284

Abstract

Perubahan iklim dan letak geografis berpengaruh pada ketersediaan air. Daerah pesisir di Indonesia umumnya mempunyai masalah air minum karena air sumur kering akibat kemarau dan airnya payau seperti yang terjadi di Desa Sawojajar di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Di sisi lain, potensi air hujan di Desa Sawojajar cukup baik. Pemerintah Kabupaten Brebes melakukan perencanaan dan implementasi pemanen hujan (Gama Rain Filter) dengan tipe individual bagi masyarakat yang menginginkan pemasangan pemanen air hujan di rumahnya masing-masing, dan tipe komunal bagi masyarakat yang masih menginginkan pemanen hujan secara komunal. Penelitian terapan ini bertujuan untuk membandingkan kedua tipe tersebut. Metode perencanaan tipe individual memanen hujan dikerjakan pada setiap rumah dan perencanaan tipe komunal dikerjakan pada kelompok-kelompok rumah. Perencanaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan kualitas dan kuantitas air hujan, hitungan dimensi bak tampung, gambar desain, dan rencana anggaran biaya perencanaan dan pelaksanaan. Hasil penelitian terapan ini adalah kualitas dan kuantitas air hujan, desain pemanen air hujan tipe individual dan komunal, dan biaya perencanaan dan biaya pelaksanaan yang diperlukan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa pemanen hujan tipe individual lebih disarankan dibanding tipe komunal karena tipe individual lebih murah biaya perencanaan dan konstruksinya, lebih fleksible penempatannya, lebih mudah pembuatannya, dan lebih terjamin operasi pemeliharaannya.
Rekayasa Injeksi Air Hujan untuk Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Air Tanah di D.I. Yogyakarta dengan 3 Model Variasi Injeksi Maryono, Agus; Sembada, Pratama Tirza Surya; Prasetya, Agus; Sulaiman, Muhammad
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 6 (2025): November 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.6.%p

Abstract

Perkembangan pembangunan di wilayah D.I. Yogyakarta setiap tahun selalu meningkat. Pemerintah daerah mencatat jika jumlah bangunan di Tahun 2019 sebesar 1.191.685 bangunan sedangkan di Tahun 2020 sebesar 961.450 bangunan. Banyaknya bangunan ini tidak terlepas dari penggunaan air yang juga meningkat. Statistik penggunaan air di wilayah D.I. Yogyakarta di dominasi oleh air tanah dengan prosentase 45,92%. Permasalahan yang saat ini sering dihadapi masyarakat adalah turunnya tinggi muka air tanah dan buruknya kualitas air tanah yang menjadi air baku utama untuk konsumsi setiap hari. Menurut data DPUPESDM Yogyakarta terkait data kedudukan muka air tanah (MAT) Tahun 2022, rerata ketinggian MAT di 3 Kabupaten dan Kota Yogyakarta mengalami penurunan dibeberapa bulan (pada saat musim hujan juga turun). Hipotesa awal yang dibangun pada penelitian adalah penurunan MAT disebabkan dari penggunaan air tanah yang setiap tahun meningkat, sedangkan untuk usaha konservasi seperti meresapkan air hujan kedalam tanah tidak sebanding. Penelitian ini menyajikan data rerata ketinggian MAT dibeberapa wilayah di Yogyakarta dengan mengambil sampel wilayah di Kabupaten Sleman untuk menerapkan metode Injeksi Air Hujan sebagai langkah konservasi. Metode ini menggunakan 3 variasi model yang menyesuaikan bentuk bangunan (model atap rendah, model atap tinggi, dan model menggunakan tampungan). Parameter yang diteliti adalah besaran potensi air hujan dan perbandingan efektivitas laju injeksi air hujan ke dalam sumur masyarakat. Penggunaan model injeksi air hujan pada atap rendah dinilai lebih efektif. Kedepan, masyarakat di berbagai daerah khususnya D.I Yogyakarta dapat menerapkan metode ini untuk menjaga kuantitas dan kualitas air tanah yang dimiliki.