Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN VCO (VIRGIN COCONUT OIL) DALAM MEWUJUDKAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) PADA SISWA KELAS VII SMP WARDHANI Isrianto, Pramita Laksitarahmi; Wilujeng, Sukian; Marmi, Marmi; Sunaryo, Sunaryo; Ramadhanty, Erlinda Shella; Setianingsih, Indri
Jurnal Terapan Abdimas Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v9i2.18350

Abstract

Abstract. The development of creativity in students in adolescence needs to be improved because in adolescence the curiosity for something new is higher. Therefore, it is necessary to hone their talents and creativity with positive things. As for the purpose of carrying out community service to students in order to develop knowledge of local wisdom products and skills that are still minimal, the idea of positive student creativity makes school conditions require a thought of transformation of science and technology by utilizing existing potential, so that it can shape the character of the community, especially students and students to be self-sufficient without leaving formal education at school. The creative solution that can be provided is to provide knowledge and training related to VCO (Virgin Coconut Oil) to seventh grade students of Wardhani Junior High School. VCO (Virgin Coconut Oil) is a pure coconut oil that is very beneficial for health. The method of implementation is providing material on the understanding and benefits of VCO, and demonstrating manufacturing techniques with the stages of preparation, implementation, assistance and evaluation. The results of the activity obtained 90% of participants have understood the basic techniques of making VCO and later students can have skills in developing VCO products into business opportunities to become entrepreneurs at a young age. Abstrak. Pengembangan kreativitas pada siswa-siswi pada usia remaja perlu ditingkatkan karena pada usia remaja rasa ingin tahu akan sesuatu yang baru lebih tinggi. Oleh sebab itu perlu mengasah bakat dan kreativitasnya dengan hal yang positif. Adapaun tujuan dilaksanakan pengabdian pada siswa siswi agar mengembangkan pengetahuan produk kearifan lokal dan keterampilan yang masih minim ide kreativitas siswa yang bersifat positif membuat kondisi sekolah membutuhkan suatu pemikiran transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memanfaatkan potensi yang ada, sehingga dapat membentuk karakter masyarakat khususnya siswa dan siswi untuk berdikari tanpa meninggalkan pendidikan formal di sekolah. Adapun solusi kreatif yang dapat diberikan yaitu memberikan pengetahuan dan  pelatihan terkait  VCO (Virgin Coconut Oil) pada siswa kelas VII SMP Wardhani. VCO (Virgin Coconut Oil)  merupakan minyak kelapa murni  yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Metode  pelaksanaannya yaitu pemberian materi tentang  pengertian dan manfaat VCO, dan  demonstrasi teknik pembuatan dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, pendampingan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan diperoleh 90% peserta sudah memahami teknik dasar pembuatan VCO dan nantinya siswa-siswa  dapat memiliki keterampilan  dalam mengembangankan Produk VCO menjadi peluang usaha menjadi enterpreuner  pada usia remaja. 
COMPARISON OF LENGTH, MORPHOLOGICAL WEIGHT OF BELANAK FISH (Mungilidae) IN THE FLOW ECOSISTEM OF THE UJUNG KULON-PANDEGLANG NATIONAL PARK, BANTEN AND THE FLOW ECOSISTEM OF PANJANG ISLAND, BATAM City Setianingsih, Indri; Aulia Istiqomah, Dian; Budiarti Utami Putri, Luckita
Journal of Natural Sciences and Learning Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Natural Science and Learning
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jnsl.v2i2.47

Abstract

Habitat affects growth and can even affect fish morphology. Environmental factors also affect the weight, length, and morphology of fish, especially mullets. The aim of the study was to compare the weight, length and morphology of mullets in the Ujumg Kulon-Pandeglang aquatic ecosystem, Banten and Panjang Island, Batam city.
KLASTERISASI PENGELUARAN KAS DI DESA PAMENGKANG MENGGUNAKAN METODE K-MEANS Setianingsih, Indri; Ali, Irfan
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 7 No. 1 (2023): JATI Vol. 7 No. 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v7i1.6488

Abstract

Sistem pengeluaran kas adalah sistem pencatatan yang diciptakan untuk mengoperasikan kegiatan pengeluaran kas dengan menggunakan cek atau tunai yang dikenakan untuk aktivitas bisnis umum dan Pengeluaran Desa adalah uang yang keluar dari rekening kas desa.Masih ada masalah yang dihadapi pada Kantor Desa Pamengkang dalam pengeluaran kas adalah sering terjadi kesalahan dalam perhitungan pengeluaran kas, pencatatan barang masuk belum dikelola secara teratur sehingga masih terjadi ketidaksesuaian data yang ada, oleh karena itu berpengaruh dalam pembuatan laporan pengeluaran kas sehingga membutuhkan waktu yang lama.Tujuannya untuk menentukan Klasterisasi Desa atau pengelompokan data pengeluaran desa menggunakan metode K-Means pada pengeluaran Desa. K-Means ditentukan bedasarkan jumlah data pengeluaran Desa yaitu 142 data.Pengelompokan K-Menas adalah jenis pembelajaran tanpa pengawasan, yang digunkan ketika memlki data yang tidak berlabel (yaitu, data tanpa kategori atau group yang ditentukan), Prinsip dasar K-Means adalah untuk mengekstraksi prototipe K atau pusat massa (centroid) dari sekumpulan data yang terus bervariasi. Dokumen akan menjalani preprocessing lebih lanjut sebelum algoritma K-Means diterapkan. Dokumen tersebut kemudian direpresentasikan sebagai vektor dengan istilah yang terkait dengan nomor yang relevan.Hasil Data yang diambil dari Pengeluaran Kas Kantor Desa Pamengkang menggunakan model K-Means menghasilkan nilai davies boulding index yaitu 0,012 dan cluster 1 mengahasilkan 0,014 sedangkan cluster 2 menghasilkan 0,017 dan cluster 3 menghasilkan nilai 0,027 jadi cluster 1 yang mendekati cluster 0