Ayu Purnama, Andi Oktami Dewi Artha
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Persepsi Masyarakat Terhadap Pergaulan Bebas Masa Mominango di Bolangitang Barat, Bolaang Mangondow Utara Djamada, Mayawi; Ayu Purnama, Andi Oktami Dewi Artha; Husnan, Moh. Ihsan; Ibrahim, Muhammad
Dynamics of Rural Society Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Dynamics of Rural Society Journal
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social Sciences, Gorontalo State University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/drsj.v2i1.44

Abstract

This research examines people's perceptions of promiscuity during the Mominango period, which is the first step to getting married. The Mominango period is a period of introduction to the prospective bride and groom as they move toward marriage and this is also a way for both parties to get to know each other more closely. During the Mominango period, there are things that each couple must pay attention to regarding social etiquette during the Mominango period. This research uses a qualitative approach to identifying and analyzing with interpretation techniques in looking at local community perceptions. The data required for this research was collected through a process of observation, in-depth interviews, literature, and documentation. This research aims to find out how society perceived free association during the Mominango period in West Bolangitang District. Based on the results of this research, shows that the Mominango procession in West Bolangitang District is where the men come to the women by conveying their aims and objectives to simultaneously discuss the dowry and matters related to the custom, but after the procession there is a form of free association which is influenced by factors environmental factors, lack of religious insight and low education factors which in turn gave rise to local community perceptions regarding promiscuity during the Mominango period which showed positive and negative perceptions from the community.
PENGEMBANGAN PARIWISATA PERKOTAAN TAMENDAO BERBASIS MASYARAKAT DI KOTA GORONTALO Ayu Purnama, Andi Oktami Dewi Artha
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 2 No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v2i2.328

Abstract

Pariwisata merupakan sektor unggulan bagi Negara Indonesia. Saat ini yang menjadi tren dari pariwisata ialah dengan mengembangkan pariwisata perkotaan atau yang biasa disebut dengan urban tourism. Daya tarik dari pariwisata perkotaan ini hanya menunjukkan pariwisata yang berada di daerah perkotaan saja atau yang berlokasi di perkotaan. Karakteristik dari pariwisata perkotaan adalah bentuk penggunaan fasilitas kota yang tersedia dan bisa digunakan oleh masyarakat kota maupun wisatawan lokal sebagai daya tarik wisatanya. Banyak kota-kota saat ini yang mengembangkan pariwisata perkotaan seperti Bali, Surabaya, Makassar, Labuan Bajo dengan membuat para wisawatan lokal maupun mancanegara senyaman mungkin meskipun hanya berada didalam kota. Namun, sejak pandemi melanda telah banyak kota-kota di dunia termasuk kota-kota yang ada di Indonesia dengan gencar melakukan pengembangan kota menjadi sebuah daerah wisata dengan konsep pariwisata perkotaan salah satunya ialah Kota Gorontalo yang dimana membangkitkan ekonomi pariwisata dengan mengembangkan pariwisata perkotaan. Dalam pengembangan ini yang terpenting adalah bagaimana upaya memberdayakan masyarakat setempat dengan mengikutsertakan mereka dalam berbagai kegiatan pariwisata dan membantu meningkatkan kemampuannya dalam mengolah pariwisata. Hal ini berarti masyarakat setempat atau mereka yang bertempat tinggal di sekitar daerah tujuan wisata mempunyai peran yang amat penting dalam menunjang keberhasilan pengembangan pada kawasan pariwisata dengan mengembangkan dan memelihara objek wisata tersebut. Tujuan dari penelitian adalah mendeskripsikan pengembangan Pariwisata Perkotaan (Urban Tourism) Tamendao berbasis masyarakat yang ada di Kota Gorontalo. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bagaimana bentuk pengembangan pariwisata perkotaan Tamendao berbasis masyarakat di Kota Gorontalo dengan melihat empat komponen utama dalam pengembangan pariwisata perkotaan yaitu atraksi, amenitas, aksesibilitas, dan community involvement.
PENYALAHGUNAAN LEM EHABOND PADA REMAJA (STUDI KASUS DESA PAKU) Panigoro, Arya; Ayu Purnama, Andi Oktami Dewi Artha; Wahyudin, Naufal Ilma
TADAYYUN: Journal of Religion, Social and Humanities Studies Vol 1 No 2 (2023): Tadayyun: Journal of Religion, Social and Humanities Studies
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, FUD, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan Lem Ehabond pada remaja. Penyalahgunaan Lem Ehabond menjadi fenomena yang terjadi pada remaja saat ini kerena harganya yang murah dan mudah diakses. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data pada penelitian ini berupa pengamatan (observasi), wawancara (interview) dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan pada penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bentuk perilaku menyimpang pada remaja dalam penyalahgunaan Lem Ehabond yang sangat mudah untuk dikases produknya dan dilihat dari faktor pengaruh lingkungan, faktor ekonomi, faktor keluarga dan faktor pendidikan yang mempengaruhi remaja melakukan perilaku menyimpang yaitu penyalahgunaan Lem Ehabond. Dalam hal ini perlu dioptimalkan penyuluhan agar masyarakat banyak memiliki pengetahuan dan mengetahui dampak yang terjadi dari penyalahgunaan Lem Ehabond.