Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Menelusuri Jejak Nilai Iman Kristen dalam Kepemimpinan Tallu Lalikan di Lembang Limbong Sangpolo Devisa, Orin; Sumule, Linus
KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat Vol. 4 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : IAKN TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kinaa.v4i1.100

Abstract

Abstract: Community life is strongly influenced by the order and values ​​prevailing in that society. The value itself is the biggest contribution to the growth and development of society. In Lembang, Sangpolo uses Tallu Lalikan. Tallu Lalikan itself is a stone kitchen stove, numbering three. Tallu Lalikan in this context is not about religious views but rather on the organizational structure of society, namely Religion or Aluk, Adat or ada' and Government. The role of Tallu Lalikan itself is how the collaboration of Christian faith and community growth is played by certain figures. In this study, a qualitative approach was used with library research and field research data collection techniques, namely data observation and interviews. The aim of this research is to find out the traces of the value of the Christian Faith in the Tallu Lalikan leadership in Lembang Limbong Sangpolo. Through this research it is hoped that it will provide results regarding the positive influence of the value of the Christian faith in leadership on the life order of the Tallu Lalikan Community in Lembang Limbong Sangpolo. Tallu Lalikan leadership will build good relationships and will produce quality social life. Keywords: Christian faith, Leadership, Governance and Tallu Lalikan  This work is licensed under a Creative Commons Attribution- -ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) Abstrak: Kehidupan bermasyarakat sangat dipengaruhi oleh tatanan dan nilai-nilai  yang berlaku dalam Masyarakat tersebut. Nilai itu sendiri yang menjadi sumbangsi terbesar dalam pertumbuhan dan perkembangan Masyarakat. Di Lembang Sangpolo diterapkan Tallu Lalikan. Tallu Lalikan itu sendiri adalah batu tungku dapur yang berjumlah tiga buah. Tallu Lalikan dalam konteks ini bukanlah mengenai pandangan religius tetapi lebih kepada tatanan organisasi Masyarakat, yaitu Agama atau Aluk, Adat atau ada’ dan Pemerintahan. Peranan dari Tallu Lalikan sendiri adalah bagaimana Kolaborasi iman Kristen dan pertumbuhan Masyarakat yang diperankan oleh tokoh-tokoh tertentu. Dalam penelitian ini mengunakan pendekatan Kualitatif dengan teknik pengumpulan data Library research dan field research yaitu data observasi dan wawancara. Dari penelitian ini memiliki tujuan yakni mengetahui jejak nilai Iman Kristen dalam kepemimpinan Tallu Lalikan di Lembang Limbong Sangpolo. Hasil dari penelitian berdasarkan obvervasi dan wawancara, pemimpin dari tiga unsur tersebut, memiliki hati seperti hamba, integritas, spiritual iman kristen dan bertanggung jawab. Kepemimpinan Tallu Lalikan akan membangun relasi yang baik dan akan menghasilkan kehidupan bermasyarakat yang berkualitas.     Kata Kunci: Iman Kristen, kepemimpinan, pemerintahan dan tallu lalikan
REPRESENTASI NILAI-NILAI RESOLUSI KONFLIK DALAM FILM RAYA AND THE LAST DRAGON MENGGUNAKAN TEORI JOHAN GALTUNG Devisa, Orin
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v6i2.54348

Abstract

Film merupakan salah satu bentuk media yang memiliki kekuatan untuk menggambarkan dan menyampaikan pesan-pesan yang mendalam. Salah satu aspek yang sering kali diangkat dalam film adalah konflik dan upaya untuk mencapai resolusi konflik. "Raya and the Last Dragon" adalah sebuah film yang bercerita tentang Raya, seorang putri pejuang dari suku Heart, yang memulai pencarian untuk menemukan naga terakhir, Sisu, untuk menyelamatkan ayahnya dan tanah Kumandra dari roh jahat yang dikenal sebagai Druun. Untuk melakukan penelitian tentang representasi nilai-nilai resolusi konflik dalam film "Raya and The Last Dragon" menggunakan metode penelitian kualitatif dan semiotika dan dianalisis menggunakan teori Johan Galtung yaitu peacemaking, peacekeeping, dan peacebuilding. Hasil dari kajian ini ada empat konflik yaitu konflik antar kelompok, konflik antar individu, konflik identitas dan konflik social. Nilai-nilai yang lahir berdasarkan analisis teori memberikan panduan dan inspirasi bagi pembaca untuk mengatasi konflik dalam kehidupan nyata dan mendorong perdamaian, kerjasama, dan rekonsiliasi. Film is a form of media that has the power to depict and convey deep messages. One aspect that is often raised in movies is conflict and efforts to achieve conflict resolution. "Raya and the Last Dragon" is a movie that tells the story of Raya, a warrior princess from the Heart tribe, who embarks on a quest to find the last dragon, Sisu, to save her father and the land of Kumandra from an evil spirit known as Druun. To conduct research on the representation of conflict resolution values in the film "Raya and The Last Dragon" using qualitative and semiotic research methods and analyzed using Johan Galtung's theory of peacemaking, peacekeeping, and peacebuilding. The results of this study are four conflicts, namely conflicts between groups, conflicts between individuals, identity conflicts and social conflicts. The values based on the theoretical analysis provide guidance and inspiration for readers to overcome conflicts in real life and encourage peace, cooperation, and reconciliation.
Penerapan Kepemimpinan Karismatik Dalam Meningkatkan Spiritualitas Pemuda GPSDI Jemaat Gratia Pattengko Kecamatan Tomoni Timur Akka, Yudit; Devisa, Orin
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v3i1.44

Abstract

Pemuda adalah generasi dan masa depan gereja. Di pundak pemuda diberi tanggung jawab besar atas panggilan Tuhan sebagai generasi Kristen. Dalam spiritualitas ibadah pemuda di GPSDI Jemaat Gratia Pattengko, sebagian pemuda kurang terlibat aktif dalam pelayanan ibadah di gereja dan pemuda hanya mementingkan kepentingan diri sendiri. Oleh karena itu pemuda perlu memiliki iman yang teguh, sehingga tidak mudah terpengaruh  diombang ambingkan oleh berbagai ajaran dan berupa halangan yang dapat membawa kehidupan tidak sesuai dengan iman Kristen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penarapan kepemimpinan karismatik dalam meningkatkan spiritualitas ibadah pemuda. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam meningkatkan spiritualitas ibadah pemuda adalah dengan mengarahkan pemuda untuk tetap berdoa, membangun relasi dengan Tuhan, mengadakan pendekatan, membangun komunikasi dengan baik, serta melakukan bimbingan konseling bagi pemuda.
POMPANG: Transformasi Alat Musik Tradisional Dalam Masyarakat Mamasa Apolos Buttu, Raimon; Devisa, Orin; Paya Rombe, Ascteria
Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni Vol. 2 No. 2 (2024): Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jmcd.v2i2.204

Abstract

Masyarakat Mamasa masih memiliki warisan kebudayaan dibidang seni musik salah satunya adalah pompang. Pompang  merupakan alat musik tradisional berbahan dasar bambu yang dibentuk sedemikian rupa hingga menghasilkan nada ketika dimainkan. Alat musik pompang adalah instrumen musik yang memiliki nilai budaya yang tinggi dan merupakan bagian integral dari identitas budaya Mamasa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perubahan yang terjadi pada alat musik pompang dari masa ke masa, serta memahami peran dan fungsi alat musik tersebut dalam kehidupan masyarakat Mamasa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dan melibatkan wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat musik pompang telah mengalami transformasi signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Transformasi Pompang dilatarbelakangi oleh keinginan untuk memadukan alat musik lainnya agar menciptakan kombinasi alat musik tradisional dan menciptakan suasana yang berbeda.  Transformasi pompang dalam masyarakat Mamasa menunjukkan adaptasi alat musik tradisional terhadap perubahan sosial dan budaya. Perubahan tersebut meliputi perubahan dalam teknik pembuatan, pemilihan bahan, serta perubahan dalam penggunaan dan penampilan alat musik tersebut. Selain itu, alat musik pompang juga memiliki peran yang kuat dalam ekspresi budaya masyarakat Mamasa. Alat musik ini digunakan dalam berbagai acara adat, upacara keagamaan, dan pertunjukan seni tradisional. Alat musik pompang juga menjadi simbol identitas budaya Mamasa yang unik dan berharga. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga tentang transformasi alat musik tradisional pompang dalam masyarakat Mamasa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya melestarikan budaya dan warisan musik tradisional dalam konteks Mamasa, serta memberikan pemahaman yang lebih baik tentang peran alat musik tradisional dalam kehidupan masyarakat lokal.