Abraham, Jovita Elizabeth
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Building Christian Leadership According to the Book of Esther Based on Mordecai's Inspirational Mentor Model in Esther Setiawan, Agus; Abraham, Jovita Elizabeth
KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat Vol. 5 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : IAKN TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kinaa.v5i1.166

Abstract

Abstract: The implementation of secular leadership values ​​in church ministry can give rise to various problems that impact its integrity and effectiveness. The tendency to pursue quantitative growth and financial success as primary indicators of success can shift the focus away from essential Christian values. In addition, leadership that is not rooted in Christian principles can cause conflict and division within the church body. This research aims to explore the dynamics of Christian leadership that radiate from the story of Mordecai and Esther. This research uses the library research method by analyzing sources relevant to the topics of mentoring, Christian leadership, and the story of Mordecai and Esther. Data were analyzed qualitatively with a focus on Mordecai's role as a mentor, Esther's leadership, and the implications for contemporary Christian leadership. This research produces a 5P mentoring model, based on Mordecai's mentor role to Esther through five main aspects: adoption, care, protection, enlightenment, and strengthening. This is proven to form Esther's leadership character who is brave, wise, faithful and obedient. It is hoped that the findings of this research will help build a Christian leadership model that is effective and relevant to various organizational and community contexts today.   Keywords: Esther, Leadership, Mentor, Mordecai
Tantangan Kepemimpinan Kristen di Era Disrupsi: Tanggung Jawab, Integritas, dan Adaptasi dalam Melayani Gereja Gunarto, Rita Oktavia; Herman, Samuel; Abraham, Jovita Elizabeth
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 5, No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v5i2.256

Abstract

Leadership cannot be separated from the responsibility inherent in it, as the core of this role is being accountable for the outcomes of one's actions. In an era of disruption filled with various challenges, a leader's ability to adapt or become ensnared by the changes of the times becomes crucial. This research employs a qualitative method and references relevant literature and journals to understand the essence of responsibility in the context of church leadership. This article discusses the price that leaders must pay, such as receiving criticism, pressure, and rejection from both internal and external sources. In the context of the church leader's responsibility to serve, discipline, and guide the congregation, the relevance of sacrifices made, such as draining energy, mental faculties, and even facing loneliness in carrying out duties, is apparent. Integrity in leadership becomes a focal point inseparable from ministry. The author aims to provide a deep understanding through this article, so that the spirit of Christian leaders remains steadfast in fulfilling their noble calling as co-workers of God. Kepemimpinan seseorang tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab yang melekat padanya, sebagai inti dari peran tersebut adalah pertanggungjawaban atas hasil dari tindakan yang dipimpinnya. Di era disrupsi yang penuh dengan berbagai tantangan, kemampuan seorang pemimpin untuk beradaptasi atau terjebak oleh perubahan zaman menjadi sangat penting. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan mengacu pada literatur dan jurnal terkait untuk memahami esensi tanggung jawab dalam konteks kepemimpinan gereja. Artikel ini mengulas tentang harga yang harus dibayar oleh pemimpin, seperti menerima kritik, tekanan, dan penolakan baik dari internal maupun eksternal. Dalam konteks tanggung jawab pemimpin gereja untuk melayani, mendisiplinkan, dan membimbing jemaat, terlihat relevansi antara pengorbanan yang harus dilakukan, seperti menguras tenaga, pikiran, bahkan menghadapi kesepian dalam menjalankan tugas. Integritas dalam kepemimpinan menjadi sorotan yang tak terpisahkan dari pelayanan. Penulis bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam melalui tulisan ini, agar semangat para pemimpin Kristen tetap tegar dalam melaksanakan panggilan mulianya sebagai rekan sekerja Allah.
Kontekstualisasi Injil terhadap Kepercayaan Duata Suku Bajau Sianturi, Herlina; Abraham, Jovita Elizabeth
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 1 (2025): Teologi dan Pendidikan Kristen - Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i1.343

Abstract

Indonesia memiliki suku Bajau dengan kemampuan maritim yang begitu luar biasa. Namun, penginjilan kepada suku Bajau ini masih 0,08%. Tulisan ini merupakan salah satu upaya awal untuk mengenal dan memahami budaya suku Bajau guna menemukan strategi pengabaran Injil yang dapat digunakan sebagai jalan masuk penginjilan kepada suku tersebut. Suku Bajau masih memegang kuat ritual nenek moyang mereka, dan salah satunya adalah ritual Duata, di mana mereka meyakini bahwa Duata adalah dewa yang turun ke bumi dan menjelma menjadi manusia. Melalui studi kualitatif terhadap literatur mengenai ritual Duata ini serta penginjilan kontekstual yang dilakukan Rasul Paulus kepada penduduk Atena, dapat diambil suatu strategi penginjilan kontekstual untuk menjangkau suku Bajau melalui kemiripan konteks antara kepercayaan Duata mereka dengan inkarnasi Allah melalui Yesus Kristus. Kepercayaan suku Bajau kepada Duata ini bisa dijadikan sebagai suatu strategi untuk menceritakan tentang Allah yang berinkarnasi menjadi manusia, Yesus Kristus, demi menyelamatkan umat manusia