Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Evaluasi kebijakan pembangunan industri dijawa timur yang berwawasan sumber daya manusia dalam sustainability development Agus Prianto; M. Sulhan
Publisia: Jurnal Ilmu Administrasi Publik Vol 5, No 1: April 2020
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.722 KB) | DOI: 10.26905/pjiap.v5i1.3647

Abstract

In the era of industrialization, the people have problems, especially human resources, community culture, social systems, which lead to social welfare. The presence of the government in the industrial sector as a provider of employment with regulations on the development of indutrialization since 2018 the growth of industrialization has increased 14.48% which is only in the industrial sector which grew in the food manufacturing industry sector 12.35%, the metal industry 17.97%, the industry furniture 21.50% and the recording and printing industry 27.25%. Seeing the growth and not comparable with the HDI jawatimur related to labor, it needs to be compromised about strengthening the informal sector in East Java as well as the protection of workers in the informal sector both in management and regulation.DOI: 10.26905/pjiap.v5i1.3647
Penguatan Partisipasi Didalam Akuntabilitas Pembangunan Desa Agus Prianto
Publisia: Jurnal Ilmu Administrasi Publik Vol 3, No 1: April 2018
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/pjiap.v3i1.2268

Abstract

Autonomous systems change and change (amendment) as the goal of accelerating development amidst social change. Based on Law 23 of 2014, the authority of the Village Government to design development in accordance with the needs of the community that requires the existence of public participation. Principles of Participation in Development make the system of Democracy a moral development and as a mechanism of social system of development in the village. The high participation of Masyasrakat can create accountability in the function of the Village Command by institutionalizing the community able to play an active role in the planning and supervision of village development.DOI: https://doi.org/10.26905/pjiap.v3i1.2268
PENGEMBANGAN BUM Desa SEBAGAI INDUSTRI PROMOSI EKSPORT DENGAN PENDEKATAN NEW INSTITUSIONAL DI DESA WINONG PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR Khumaidi; Agus Prianto
Journal Publicuho Vol. 6 No. 3 (2023): August - October - Journal Publicuho
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35817/publicuho.v6i3.226

Abstract

The global era has a real impact on village development which must respond to the challenges of globalization so that village governments need to carry out institutional-based economic development and local potential development in the NIE (New Institutional Economic) system. The purpose of this writing is to determine the Development Of Bum Desa As An Export Promotion Industry With A New Institutional Approach in Winong Village, Gempol District, East Java. The research method uses a qualitative descriptive approach and is analyzed interactively. The results of the research show that strengthening the village government system in allocating budgets is a sign that the government is present in the midst of a global competitive system to assess global market failures and accelerate the development of local potential as the embodiment of a global village. It is proven that Winong Village is able to answer these challenges by contributing to community development through business. productive economy.
TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM PUSPAGA BALAI RW UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN PEREMPUAN DAN ANAK DI KOTA SURABAYA Putri Desi Andriani; Agus Prianto
Journal Publicuho Vol. 7 No. 3 (2024): August - October - Journal Publicuho
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35817/publicuho.v7i3.445

Abstract

Children are a state asset in the future as a generation that will carry the fate of the Indonesian nation. To make the country better and more advanced, it is very necessary to protect Indonesian children from acts of violence and realize gender equality because to bring about a better nation, we need golden generations who are intelligent in knowledge and morals, but in reality, the number of acts of violence against children and the majority of victims being female is always increasing. The Surabaya city government is committed to collaborating with DP3APPKB in carrying out responsive prevention of acts of violence against women and children, through the RW Hall Learning Center which aims to expand services to prevent acts of violence through psycho-educational outreach and counseling in every smallest environment, namely every RW. The method used is qualitative and presented descriptively. The results of this research show that the level of community participation is the main requirement in implementing the vision and mission of the Puspaga Balai Rw program.
PENGUATAN PERAN PEMERINTAHAN MELALUI COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM MENYEDIAKAN LAPANGAN KERJA INKLUSI DI KABUPATEN PASURUAN Dian Feradiah; Agus Prianto
Journal Publicuho Vol. 7 No. 3 (2024): August - October - Journal Publicuho
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35817/publicuho.v7i3.459

Abstract

This study aims to strengthen the role of government through collaborative governance in providing inclusive employment in Pasuruan Regency. This research uses descriptive qualitative research methods, data analysis using the interactive model of Miles and Huberman (2014), and aims to describe and analyse 1). Institutional conditions are an effort to fulfil employment opportunities by providing inclusive employment for people with disabilities in Pasuruan Regency; 2). Supporting and inhibiting factors in efforts to fulfil employment opportunities for people with disabilities. The result of this research is that the implementation practice needs to involve collaboration from various stakeholders such as the government, the community, and the private sector. In addition, it requires good institutional quality such as adequate resources, a strong level of trust and networking to ensure accountability from each actor. One of the efforts that can be made to create participatory institutions is through a collaborative governance approach. This model is important to apply in institutional strengthening to overcome weak networks, systems, and levels of trust among stakeholders so that it is expected to be able to create an inclusive environment for disabilities in terms of employment opportunities.
KESEMPATAN KEWIRAUSAHAAN BAGI PENYANDANG DISABILITAS DI KOTA MALANG Dinata, Chandra; Agus Prianto
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.082 KB) | DOI: 10.62085/jms.v1i1.5

Abstract

Artikel ini merupakan hasil pengabdian masyarakat yang membahas tentang kesempatan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas di Kota Malang. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengetahui kondisi dan hambatan yang dialami oleh penyandang disabilitas dalam menjalankan kegiatan wirausaha serta upaya yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi hambatan tersebut. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa meskipun penyandang disabilitas di Kota Malang memiliki keinginan untuk berwirausaha, mereka masih mengalami kendala dalam hal aksesibilitas dan keterampilan. Oleh karena itu, pengabdian ini memberikan rekomendasi kepada pemerintah dan masyarakat untuk terus berupaya membantu penyandang disabilitas dalam membuka peluang bisnis dan menjalankan kegiatan wirausaha.
ANALISIS BUDAYA KERJA APARATUR PEMERINTAH DESA dalam PRESPEKTIF PIERRE FELIX BOURDIEU: (Studi di Desa Sengonagung Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan) Wardatut Toyyibah; Agus Prianto
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i12.5924

Abstract

Budaya sangat penting dalam menjalankan tugas berorganisasi, karena budaya mencerminkan interaksis yang kompleks antara nilai (value), sikap (attitueds) dan perilaku (behaviors) yang kemudian membentuk menjadi siklus yang ditunjukan oleh setiap anggota-anggotanya. Habitus atau kebiasaan bukanlah bawaan alamiah atau kodrat tetapi merupakan hasil pembelajaran lewat pengasuhan dan bersosialisasi dalam masyarakat. Komponen penting dalam habitus ini adalah Modal dan Arena yang kemudian menjadi penting dalam membentuk habit atau kebiasaan aparatur desa sengonagung. Penelitian ini mengkaji tentang analisis budaya kerja aparatur pemerintah desa dengan menggunakan kaca mata perspektif pierre felix bourdieu serta apa saja yang membentuk budaya organisasi aparatur pemerintah desa sengonagung dengan kacamata penelitian pierre felix bourdieu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menganalisis budaya kerja aparatur pemerintah desa sengonagung dalam perspektif pierre felix bourdieu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara/interview, studi dokumentasi, dan triagulasi teknik menutut Yulianto Kadji (2014). Dan teknik analisis data Miles Huberman dan Saldana (2014) yaitu pengumpulan data (data collection), kondensasi data (data condensation), menyajikan data (data display), menarik kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing and verification). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Habitus aparatur desa sengonagung dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat tidak sesuai dengan aturan yang dibuat, seperti jam buka pelayanan yang tidak tepat waktu. Keterampilan dalam mengoperasikan Ilmu Teknologi (modal budaya), kerjasama yang baik untuk menutupi kekurangan antar aparatur desa (modal sosial), masalah pribadi yang menyebabkan terlambatnya masuk kantor (modal ekonomi) dan keberadaan kantor desa yang strategis (modal simbolik) menjadi satu komponen penting dalam pembentukan habitus pemerintah desa sengonagung. Sedangkan pembentuk budaya-budaya pemerintah desa sengonagung adalah salah satu pengaruh dari seorang pemimpin atau pemangku kepentingan. Keterbatasan dalam modal juga menjadi pembentuk budaya sendiri.
OPTIMALISASI PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PENGEMBANGAN BUMDES DI DESA PUCANGSARI KECAMATAN PURWOSARI Ziyadul Hunaifi; Khumaidi, Khumaidi; Agus Prianto
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i2.6080

Abstract

Ziyadul Hunaifi. Program Studi Ilmu Administrasi Publik Universitas Yudharta Pasuruan, 2024. Optimalisasi Pengolaan Sumber Daya Manusia Dalam Pengembangan Bumdes di Desa Pucangsari Kecamatan Purwosari Pembimbing: Dr. Khummaidi S.pd,M.Si Penelitian ini mengkaji tentang Optimalisasi Pengolaan Sumber Daya Manusia Dalam Pengembangan Bumdes di Desa Pucangsari Kecamatan Purwosari untuk mengetahui tentang pengembangan sumber Daya Manusia yang ada di Bumdes Lumbung Arto dalam Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Optimalisasi Pengolaan Sumber daya Manusia di badan usaha milik desa Pucangsari Adapun indikator yang digunakan adalah menggunakan teori Manajemen George R.Terry (1958)yaitu Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan dan Pengawasan Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui bagaimana Optimalisasi badan usaha milik desa di desa Pucangsari dalam Pengolaan Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Bumdes penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan pada unit usaha Bumdes melalui Optimalisasi badan usaha milik desa dalam Pengolaan Sumber Daya Manusia Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data Miles Huberman (1992) serta Creswell, J. W. (2013 yaitu reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan dalam Optimalisasi Badan Usaha Milik Desa Pucangsari sudah Menerapkan empat sebagai Pengoptimalan yaitu Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan Pengawasan tersebut hanya dalam struktur organisasi yang sedikit tumpang titindih dalam hal pembagian tugas atau jabatan dan juga sumber daya Manusia yang masih kurang untuk menunjang dalam Optimalisasi Pengembangan Sumber daya Manusia dalam Pengolaan yang baik. Sedangkan dari Optimalisasi BUM Desa diantaranya adalah dalam hal komunikasi, sumber daya dan sikap pelaksana, dari analisis peneliti mendapatkan hasil bahwa 4 Faktor tersebut yang menjadi penunjang dan pendukung dalam penerapan dalam tata kelola BUM Desa Pucangsari Lumbung Arto.
ANALISIS KINERJA PEGAWAI DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN PUBLIK DI DESA JATISARI Muhammad Zakariya; Agus Prianto
Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 8 No. 11 (2024): Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8734/musytari.v8i11.6018

Abstract

Kinerja adalah sesuatu yang dicapai oleh pegawai, prestasi kemampuan kerja yang dilakukan oleh pegawai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kinerja pegawai desa Jatisari dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber yang digunakan merupakan data primer dan sekunder, teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja perangkat Desa jatisari secara umum cukup baik. Hal ini terlihat dari perangkat desa yang selalu berusaha semaksimal mungkin untuk menghasilkan pekerjaan yang baik, sehingga dapat sesuai tujuan organisasi. Faktor penghambat kinerja masih kurangnya pengetahuan yang masyarakat dapatkan dalam mengurus berbagai kepentingan yang dibutuhkan.
Evaluasi Program Posyandu Tematik Stunting (POSTIK) dalam Upaya Pencapaian Zero Stunting di Desa Prianto, Agus; Rahmah, Lutfita
Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Vol. 1 No. 4 (2024): AGUSTUS-OKTOBER 2024
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/mister.v1i4.2235

Abstract

Stunting is a serious public health problem in Indonesia, including Gununggangsir Village, Pasuruan Regency. Stunting can affect children's physical and cognitive development, and potentially reduce future productivity. To overcome this problem, the Pasuruan Regency Government launched the Stunting Thematic Posyandu Program (POSTIK), designed to reduce stunting prevalence through interventions focused on education, health checkups, and additional food delivery. However, the implementation of this program faces various challenges, such as low community participation and a lack of understanding of the importance of nutrition, which affects the effectiveness of the program in achieving zero stunting targets. Research results show that the implementation of the POSTIK Program in Gununggangsir Village has contributed significantly to the decline in stunting prevalence, seen from a decrease in stunting rates from 14.08% to 1.96% over a given period. This success is supported by the right approach, responsiveness to people's needs, and strong collaboration between the government, the private sector, and the local community. However, this study also identified several obstacles, including a lack of innovation in socialization and education activities, as well as limited access to nutritional health information. These factors hinder the public's increased awareness and understanding of the importance of stunting prevention. In conclusion, although the POSTIK Program has shown success in lowering stunting rates in Gununggangsir Village, it needs to be improved to achieve more optimal results. This study recommends improving socialization and education strategies to the community, strengthening collaboration between stakeholders, and increasing the capacity of Posyandu cadres to support the implementation of the program more effectively. This effort is expected to strengthen public understanding of the importance of nutrition, increase participation in posyandu activities, and support the achievement of zero stunting targets in the future.