Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Optimalisasi Pemasangan MGPS di KRI untuk Mempertahankan Kondisi Sistem Air Laut Irwan Risdianto, Hendriman Putra; Hendriman Putra; Arya Delano; Ferry Supriady
Saintek: Jurnal Sains Teknologi dan Profesi Akademi Angkatan Laut Vol. 17 No. 1 (2024): SAINTEK JURNAL AAL
Publisher : AKADEMI ANGKATAN LAUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59447/saintek.v17i1.146

Abstract

Sistem air laut adalah bagian sistem yang amat vital yang menunjang kinerja permesinan di KRI. Fungsi sistem air laut antara lain sebagai pendingin mesin, system pemadam kebakaran, system pendingin ruangan, dan fresh room. Tentunya sistem yang amat vital ini memerlukan pemeliharaan yang intensif supaya tercipta keseimbangan system di Kapal perang Republik Indonesia (KRI). Pada sistem pemipaan air laut konvensional, ada beberapa permasalahan yang datang dari hayati bawah laut dimana sangat merusak peralatan yang berhubungan dengan sistem air laut. Korosi yang ditimbulkan oleh pertumbuhan biota bawah laut ini dapat mengurangi usia pakai pipa system air laut. Marine Growth Prevention System (MGPS) adalah solusi dari permasalahan ini. Dimana MGPS ini dapat mengurangi korosi pipa dan dapat menghambat pertumbuhan bahkan membunuh biota bawah laut yang berkembang-biak di dalam system pemipaan air laut. Prinsip kerja MGPS adalah atas dasar proses elektrolisis dimana tembaga, besi atau aluminium digunakan sebagai anodanya. Anoda ini ditempatkan pada sea chest atau di tempat dimana air laut mengalir pada sebuah system secara berpasangan. Anoda ini disupplai arus serta dikendalikan oleh sebuah unit kontrol yang dipasang secara terintegrasi pada Machinery Control Room. Pada saat dioperasikan, anoda-anoda ini memproduksi ion yang akan terbawa oleh aliran air di dalam pipa dan sistem permesinan. Ion inilah yang nantinya melapisi permukaan pipa supaya lebih tahan terhadap korosi serta membunuh biota laut merugikan yang hidup di dalam pipa. Sistem pemipaan yang terpelihara dengan baik akan mengoptimalkan seluruh kinerja permesinan di KRI sehingga biaya pemeliharaan kapal pun akan jauh lebih hemat, dan usia pakai kapal akan semakin panjang.
Artificial Intelligence and Humans: The Impact of AI on the Human Role in the Military Hendriman Putra; Budi Eko Mulyono
Indonesian Journal of Applied and Industrial Sciences (ESA) Vol. 4 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/esa.v4i1.12718

Abstract

This research explores the transformative impact of Artificial Intelligence (AI) on the human role in the military using a qualitative descriptive method. AI is increasingly automating tasks, enabling humans to focus on strategic and ethical decision-making. However, this shift necessitates adaptations in training, doctrine, and organizational structures. The research analyses the ethical challenges, including accountability and the prevention of unethical use, and highlights the critical importance of cybersecurity in mitigating risks. Key findings suggest that AI will significantly enhance operational efficiency while presenting new challenges related to human oversight, ethical considerations, and the need for robust cybersecurity measures. The study concludes with recommendations for developing training curricula, establishing ethical standards, and investing in cybersecurity to ensure the responsible and effective integration of AI in the military domain.
Peran TNI Angkatan Laut dalam Perkuatan Ketahanan Maritim Indonesia: Pengamanan IKN dari ancaman di ALKI II Hendriman Putra
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 4 No. 6 (2024): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (September - Oktober 2024)
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v4i6.2459

Abstract

Pemindahan IKN berimplikasi pada perubahan geografi militer dan karakter ancaman dan perlunya penyesuaian strategi pertahanan nasional. Pertahanan maritim dalam upaya pemindahan ibu kota ke Kalimantan merupakan sebuah upaya komprehensif dan berkelanjutan pada pengaturan dan pengelolaan ruang wilayah yurisdiksi NKRI. Tantangan yang muncul adalah bagaimana TNI AL menjalankan fungsi pertahanan, menegakan hukum dan menjaga keamanan laut yurisdiksi nasional. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis Peran TNI Angkatan LautĀ  khususnya dalam Pengamanan IKN dari ancaman di ALKI II. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan Wawancara, Pengamatan/Observasi, Dokumentasi dan studi Kepustakaan. Analisis data menggunakan Grouping the data according to key constructs, Identifying bases for interpretation. Temuan penelitian menunjukkan TNI Angkatan Laut memiliki tiga peran yaitu peran militer, peran polisionil, peran diplomasi dan peran dukungan. Peran militer dilakukan melalui pengamanan dan penegakan hokum khususnya pada langsung dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Peran Polisionil dilakukan melalui antisipasi ancaman-ancaman tradisional dan non-tradisional untuk mampu memberikan jaminan keamanan bagi kapal-kapal asing yang melintas di wilayah ALKI II. Peran Diplomasi TNI AL dilakukan melalui diplomasi kooperatif, diplomasi maritimĀ  dan diplomasi maritim koersif . Peran Dukungan TNI AL dilakukan melalui dukungan pangkalan yang terdiri Rebase, Replenishment, Repair, Rest and Recreation.
The Role of Artificial Intelligence in Military Education: A Double-Edged Sword Hendriman Putra; Budi Eko Mulyono
Indonesian Journal of Educational Science and Technology Vol. 3 No. 3 (2024): August 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/nurture.v3i3.12366

Abstract

This study aims to analyze the paradoxical implications of artificial intelligence (AI) in military education, focusing on its potential benefits and drawbacks. A qualitative research approach, involving a review of relevant literature and analysis of military education policies related to technology integration, was employed. Findings indicate that AI can significantly enhance training effectiveness, personalize learning experiences, and streamline data management. However, concerns such as privacy breaches, overreliance on technology, and the decline of fundamental military skills have also emerged. Implications of this research are expected to provide insights for policymakers in developing more effective military education policies.