Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Sumber Daya Manusia Dalam Peningkatan Pemasaran Digital Pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Nur Fajrin Hanifah
Jurnal Adijaya Multidisplin Vol 2 No 04 (2024): Jurnal Adijaya Multidisiplin (JAM)
Publisher : PT Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggabungan teknologi fisik dan digital Juga dikenal sebagai Industri 4.0, industri ini bertujuan untuk terus menghadirkan teknologi digital ke dalam ruang kerja. penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat dan teknologi digital dalam penjualan B2B meningkatkan pendapatan, profitabilitas, efektivitas, dan pemahaman akan kebutuhan pelanggan. Orang-orang yang berkecimpung di sektor usaha informal lebih mengutamakan keterampilan dibandingkan latar belakang pendidikan dan pengalaman bekerja. Sumber daya manusia salah satu kunci utama untuk menghadapi perekonomian di era digital. Peningkatan sumber daya manusia sendiri menjadi faktor utama untuk menjadikan SDM yang berkualitas dan mampu bersaing dengan yang lainnya. metode ini dilakukan dengan mewawancarai / interview tanya jawab kepada beberapa para pembisnis. Wawancara ini ditujukan untuk menggali informasi pertama, mengenai faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman selama mengelola bisnis ini. 3 Responden dengan produk yang dipasarkan berbeda-beda. Dengan menerapkan SDM yang baik dapat menjadi kunci kesuksesan bagi setiap para pelaku usaha demi menjadikan digital marketing yang lebih maju dengan cara meningkatkan kompetisi, keterampilan dan daya saing SDM di Era Digitalisasi terhadap UMKM.
Analisis Organizational Citizenship Behavior for the Environment Karyawan Generasi Z melalui Green Training dan Budaya Organisasi Nur Fajrin Hanifah; Galih Raspati; Rahmat
Jurnal Manajemen Indonesia Vol. 1 No. 3 (2026): April-Juni
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara pengetahuan lingkungan dan aksi nyata (knowledge-action gap) pada karyawan Generasi Z di industri kreatif. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis bagaimana green training dapat mendorong perilaku sukarela terhadap lingkungan (OCBE) melalui mediasi budaya organisasi hijau. Metodologi yang digunakan adalah kuantitatif kausal dengan menguji hubungan antarvariabel laten. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 100 karyawan startup digital di Kota Bandung yang dipilih menggunakan teknik puposive sampling, kemudian dianalisis dengan metode Partial Least Square – Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelatihan lingkungan tidak secara langsung memicu perilaku OCBE pada karyawan. Peran budaya organisasi hijau ditemukan sebagai mediator penuh (full mediation) yang mengonversi pengetahuan hasil pelatihan menjadi tindakan nyata. Tanpa internalisasi nilai dalam budaya organisasi, pelatihan lingkungan hanya menjadi formalitas administratif. Implikasi dari penelitian ini adalah manajemen startup harus memprioritaskan pembangunan atmosfer kerja yang autentik dan ramah lingkungan sebagai ruang tumbuh bagi kompetensi hijau karyawan. Orisinalitas penelitian ini terletak pada pengungkapan mekanisme mediasi paripurna dalam dinamika kerja Generasi Z yang mengedepankan keselarasan nilai pribadi dengan identitas korporasi dalam ekosistem digital.