Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara pengetahuan lingkungan dan aksi nyata (knowledge-action gap) pada karyawan Generasi Z di industri kreatif. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis bagaimana green training dapat mendorong perilaku sukarela terhadap lingkungan (OCBE) melalui mediasi budaya organisasi hijau. Metodologi yang digunakan adalah kuantitatif kausal dengan menguji hubungan antarvariabel laten. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 100 karyawan startup digital di Kota Bandung yang dipilih menggunakan teknik puposive sampling, kemudian dianalisis dengan metode Partial Least Square – Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelatihan lingkungan tidak secara langsung memicu perilaku OCBE pada karyawan. Peran budaya organisasi hijau ditemukan sebagai mediator penuh (full mediation) yang mengonversi pengetahuan hasil pelatihan menjadi tindakan nyata. Tanpa internalisasi nilai dalam budaya organisasi, pelatihan lingkungan hanya menjadi formalitas administratif. Implikasi dari penelitian ini adalah manajemen startup harus memprioritaskan pembangunan atmosfer kerja yang autentik dan ramah lingkungan sebagai ruang tumbuh bagi kompetensi hijau karyawan. Orisinalitas penelitian ini terletak pada pengungkapan mekanisme mediasi paripurna dalam dinamika kerja Generasi Z yang mengedepankan keselarasan nilai pribadi dengan identitas korporasi dalam ekosistem digital.
Copyrights © 2026