Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS POSTUR KERJA DAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA INDUSTRI RUMAH TANGGA TEMPE DI CIRAHONG, KABUPATEN CIAMIS Shafa Nida Ankafiyya; Naila Nurrobbani; Hana Humaira Hidayah; Amelia Azahra; Angelica Kezya Mutiara Sesa Batubara; Muhamad Fajar Maulidi Tanjung
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i3.10064

Abstract

Industri tempe rumahan merupakan salah satu sektor informal yang masih sangat bergantung pada tenaga kerja manual, sehingga pekerja berisiko mengalami keluhan muskuloskeletal akibat postur kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara postur kerja dan keluhan muskuloskeletal di kalangan pekerja industri tempe rumahan di Cirahong, Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional yang melibatkan 32 responden menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner yang dikembangkan oleh peneliti. Variabel yang diteliti meliputi postur kerja membungkuk, duduk terlalu lama, memutar tubuh, penggunaan alat bantu kerja, postur kerja statis, dan kebiasaan peregangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara semua variabel postur kerja dengan tingkat keluhan pekerja, yaitu postur membungkuk (nilai p <0,001), duduk terlalu lama (nilai p 0,035), memutar tubuh (nilai p 0,035), kurangnya alat bantu kerja (nilai p 0,043), postur kerja statis (nilai p 0,003), dan kebiasaan peregangan (nilai p 0,007). Penelitian ini menyimpulkan bahwa postur kerja yang tidak ergonomis dan kurangnya dukungan dari alat bantu kerja berhubungan dengan tingginya angka keluhan muskuloskeletal di kalangan pekerja industri rumahan tempe; oleh karena itu, penerapan ergonomi, penyediaan alat bantu kerja yang memadai, dan edukasi tentang peregangan diperlukan untuk mengurangi risiko keluhan muskuloskeletal.