Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Ezra Science Bulletin

PEMAHAMAN DAN PENERAPAN STANDAR SASARAN KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT Dedianto; Ahyar Wahyudi
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 2 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v2i2.133

Abstract

Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) adalah suatu sistem pelayanan yang harus diberikan kepada pasien dengan tujuannya, agar pasien aman dan nyaman selama menggunakan jasa layanan kesehatan di rumah sakit. Pelayanan kesehatan yang dimaksud adalah pelayanan di Rumah sakit secara menyeluruh baik dirawat inap, rawat jalan, tindakan penunjang, tindakan operasi dan tindakan lainnya. Penerapan SKP ini dilakukan dengan landasan Undang-undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Selain itu, juga berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien. Dalam ketentuan yang diatur dalam Permenkes tersebut, terdapat alasan yang mengharuskan setiap rumah sakit menerapkan standar keselamatan pasien. Rumah sakit harus memperhatikan aspek keselamatan pasien pada setiap pelayanan yang diberikan. Keselamatan pasien menjadi prioritas penting bagi tenaga kesehatan dan mereka harus memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang keselamatan pasien dalam pemberian perawatan agar tidak terjadi kesalahan yang dapat mengancam keadaan pasien.
LAPORAN EVALUATIF JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI KALIMANTAN SELATAN: ANTARA KEPESERTAAN TINGGI DAN RISIKO KEBERLANJUTAN TAHUN 2025 Ahyar Wahyudi; Rasyid Ridha; Ristanti Sulistyo Rini; Arlan Prabowo
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.531

Abstract

Universal Health Coverage (UHC) is a cornerstone of health development, ensuring that all citizens can access needed health services without financial hardship. Administratively, South Kalimantan Province achieved a UHC coverage rate of 99.59 percent in 2025, with several districts exceeding 100 percent. This report aims to critically examine this achievement by situating it within the sustainability framework of Indonesia’s National Health Insurance (JKN). The study employs a descriptive–analytical policy evaluation approach, drawing on secondary data from provincial JKN implementation reports, policy documents, and national and international literature. The findings indicate that high administrative coverage does not necessarily translate into substantive health protection. Structural challenges were identified, including data validity anomalies, a substantial proportion of inactive participants, and financial vulnerability among informal sector workers. Participant inactivity emerges as a key weakness undermining effective UHC, while fragmented data systems and rigid subsidy designs exacerbate the risk of hidden exclusion. The report concludes that post-achievement UHC success requires a paradigm shift from enrollment expansion toward strengthened governance, sustainable financing, and effective, equitable health protection. Without such adjustments, high coverage figures risk becoming an administrative illusion rather than a guarantee of long-term health security.