p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ezra Science Bulletin
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMAHAMAN DAN PENERAPAN STANDAR SASARAN KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT Dedianto; Ahyar Wahyudi
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 2 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v2i2.133

Abstract

Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) adalah suatu sistem pelayanan yang harus diberikan kepada pasien dengan tujuannya, agar pasien aman dan nyaman selama menggunakan jasa layanan kesehatan di rumah sakit. Pelayanan kesehatan yang dimaksud adalah pelayanan di Rumah sakit secara menyeluruh baik dirawat inap, rawat jalan, tindakan penunjang, tindakan operasi dan tindakan lainnya. Penerapan SKP ini dilakukan dengan landasan Undang-undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Selain itu, juga berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien. Dalam ketentuan yang diatur dalam Permenkes tersebut, terdapat alasan yang mengharuskan setiap rumah sakit menerapkan standar keselamatan pasien. Rumah sakit harus memperhatikan aspek keselamatan pasien pada setiap pelayanan yang diberikan. Keselamatan pasien menjadi prioritas penting bagi tenaga kesehatan dan mereka harus memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang keselamatan pasien dalam pemberian perawatan agar tidak terjadi kesalahan yang dapat mengancam keadaan pasien.
REFORMASI BIROKRASI DALAM TRANSFORMASI SISTEM KELAS BPJS KESEHATAN: TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS DALAM IMPLEMENTASI KELAS RAWAT INAP STANDAR (KRIS) Dedianto
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 2 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v2i2.134

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi sistem kelas BPJS Kesehatan menjadi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dengan fokus pada transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaannya. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk menciptakan kesetaraan akses layanan kesehatan bagi seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Meskipun tujuan ini mulia, implementasinya menghadapi berbagai tantangan, termasuk kesiapan infrastruktur rumah sakit, persepsi pemangku kepentingan, dan dampak ekonomi. Studi ini menggunakan metode Tinjauan Literatur Sistematis (Systematic Literature Review) untuk mengevaluasi kesiapan rumah sakit dan dampak kebijakan ini terhadap kualitas layanan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada dukungan signifikan terhadap kebijakan KRIS, terdapat kekhawatiran mengenai penurunan pendapatan rumah sakit dan peningkatan biaya operasional. Transparansi dan akuntabilitas terbukti menjadi faktor kunci dalam memastikan keberhasilan implementasi KRIS. Artikel ini menyimpulkan bahwa meskipun kebijakan KRIS memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesetaraan layanan kesehatan, diperlukan perencanaan yang matang dan dukungan penuh dari semua pemangku kepentingan untuk mengatasi tantangan yang ada.
ADVOKASI KEBIJAKAN PUBLIK HAND HYGIENE DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN Dedianto
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 2 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v2i2.136

Abstract

kesehatan. Penelitian ini mengkaji implementasi kebijakan hand hygiene di fasilitas kesehatan Indonesia, menyoroti tantangan dan peluang dalam meningkatkan kepatuhan tenaga kesehatan terhadap praktik hand hygiene. Metode Tinjauan Literatur Sistematis digunakan untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan hand hygiene. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kesadaran tentang pentingnya hand hygiene meningkat, tingkat kepatuhan masih rendah. Faktor-faktor seperti keterbatasan fasilitas, beban kerja, dan kurangnya pengetahuan berkontribusi terhadap rendahnya kepatuhan. Penelitian ini menekankan pentingnya pendidikan berkelanjutan, pelatihan, pengawasan, dan penggunaan teknologi dalam meningkatkan kepatuhan hand hygiene. Advokasi kebijakan yang holistik dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung praktik hand hygiene yang konsisten dan efektif.