Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efek samping glaukoma pada penggunaan antipsikotik atipikal Oktavianus Suardiyasa, I Made Daniel; Dundu, Anita Elisabet; Kairupan, Bernabas H. R.
Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik Vol 12 No 1 (2024): JKKT Volume 12 Nomor 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Antipsychotics are the primary therapy supported by the first scientific evidence to treat schizophrenia and other primary psychotic disorders. Aim: To determine the side effects of glaucoma in the use of atypical antipsychotics and to identify the types of atypical antipsychotic drugs that can give glaucoma side effects. Methods: This study is a literature review research, searching journal publications on Google Search, Google Scholar, PubMed, ClinicalKey using selected keywords. Articles or journals that fit the inclusion and exclusion criteria were taken for further analysis. Result: Several cases of glaucoma side effects were found in the use of atypical antipsychotics such as ziprasidone, olanzapine and aripiprazole. Conclusion: Several cases of glaucoma side effects occurred when using atypical antipsychotics such as ziprasidone, olanzapine and aripiprazole. Glaucoma cases occur in individuals who have risk factors and in eyes that have a tendency to develop glaucoma such as elderly individuals and have anatomical abnormalities in the trabecular flow. Keywords: atypical antipsychotics, glaucoma, ziprasidone, olanzapine, aripiprazole
Gambaran Kejadian Bullying dan Aspek Mental di Sekolah Menengah Pertama Kelas 1, 2, dan 3 di Malalayang Syem Zeth Kiwol, Palapa Juniar; Dundu, Anita Elisabet; Dorothea Kaunang, Theresia Margaretha
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i3.3013

Abstract

Tujuan: Mengetahui gambaran prevalensi, jenis, serta peran bullying, sekaligus menilai aspek mental siswa yang menjadi korban bullying. Metode: Penelitian menggunakan desain mixed methods. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner pada 401 siswa SMP kelas 1–3 yang dipilih dengan metode stratified random sampling. Analisis univariat dilakukan untuk memperoleh distribusi frekuensi bullying. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam pada tiga siswa yang dipilih secara purposive berdasarkan skor bullying tertinggi. Analisis Ttematik dilakukan untuk menggambarkan aspek  mental. Hasil: Sebanyak 29,3% siswa merupakan korban bullying, 17,0% pelaku, 26,4% bully-victim, dan 27,3% tidak terlibat bullying. Mayoritas siswa (37,9%) mengalami bullying 1–2 kali per bulan, sedangkan 8,1% mengalaminya beberapa kali seminggu. Bentuk bullying yang paling sering dialami adalah verbal (48,5%) dan sosial (37,4%), diikuti bullying fisik. Siswa laki-laki lebih banyak menjadi korban dan bully-victim dibanding perempuan. Hasil wawancara menunjukkan aspek  mental berupa kecemasan, rasa takut, sedih, menarik diri, penurunan konsentrasi, serta penggunaan mekanisme coping seperti menghindar, mencari tempat aman, atau aktivitas yang menenangkan diri. Pada pelaku, ditemukan perilaku agresif yang dipengaruhi dinamika kelompok dan kurangnya pengawasan orang tua. Kesimpulan: Bullying masih banyak terjadi pada siswa SMP di Kecamatan Malalayang, terutama dalam bentuk verbal dan sosial, dan memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap kesehatan mental korban. Intervensi komprehensif yang melibatkan sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial diperlukan untuk mencegah dan menangani bullying secara efektif.