Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Symbolic Meaning of Kayah Baarak Tradition in Bengkulu Indigenous Wedding Nisak, Nisbatun; Endrizal, Endrizal
Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET) Vol. 3 No. 2 (2024): Vol. 3 No. 2 2024
Publisher : Kirana Publisher (KNPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/jsret.v3i2.409

Abstract

This research discusses the Kayah Baarak tradition in the traditional marriage process in the Tunggang Village community. This research aims to find out how the kayah baarak procession in the marriage procession and the meaning in the Kayah Baarak tradition in the traditional marriage process of the Tunggang Village community. This research uses qualitative methods and the data collection techniques are observation, interviews, and documentation. The findings in this study are that the Kayah Baarak tradition has several meanings that can be taken in this procession, one of which is social meaning and religious meaning. The participation of the surrounding community in the Kayah Baarak procession, there can be seen how social values are applied in the procession.
Peran Perempuan dalam Aktivitas Ekonomi Pekerjaan Manjojo: Perspektif Gender di Nagari Sicincin, Sumatera Barat Yasmin, Avina; Nisak, Nisbatun
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.27439

Abstract

Penelitian ini mengkaji peranan perempuan dalam pekerjaan manjojo, manjojo merupakan aktivitas ekonomi tradisional berbasis sumber daya alam dalam konteks relasi gender. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, studi literatur dan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih adanya perempuan tidak hanya berperan dalam menopang kegiatan ekonomi rumah tangga. Penelitian ini menemukan bahwa perempuan memiliki peran signifikan dalam menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga melalui pekerjaan manjojo. Akan tetapi, ikut serta berkontribusi penting dalam pelestarian pengetahuan lokal dan penguatan jaringan sosial-ekonomi di dalam masyarakat. Meskipun demikian, struktur sosial dan konstruksi gender yang berlaku masih membatasi pengakuan terhadap kontribusi perempuan tersebut. Penelitian ini menganalisis dinamika yang terjadi di dalam aktivitas sosial ekonomi dalam struktur masyarakat, dengan menggunakan teori struktur dan agensi dari Anthony Giddens, dan konsep gender sebagai konstruksi sosial.
Makna Simbolik Dan Fungsi Sosial Tradisi Baragak Pada Prosesi Kelahiran Bayi Kembar Sumbang Di Nagari Limau Lunggo Rahmadhani, Suci; Sawitri, Rini; Rani, Wahyu; Ananta, Putra; Nisak, Nisbatun
Ethnography : Journal of Cultural Anthropology Vol 4, No 1 (2025): Etnography Januari - Juni 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ethnography.v4i1.5004

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna simbolik dan fungsi sosial tradisi Baragak pada prosesi kelahiran bayi kembar sumbang di Nagari Limau Lunggo, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Tradisi Baragak merupakan salah satu bentuk ritual adat Minangkabau yang memadukan praktik simbolik, relasi kekerabatan, dan kepercayaan spiritual sebagai mekanisme perlindungan serta penguatan solidaritas sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta dianalisis melalui perspektif teori struktural fungsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tahapan prosesi Baragak—seperti Tabang Biriang, Bapanggia, dan arak-arakan induak bako—mengandung simbol keberkahan, penolak bala, dan afirmasi hubungan sosial antara induak bako, anak pisang, serta masyarakat nagari. Secara fungsional, tradisi ini berperan dalam menjaga keseimbangan sosial, mempererat ikatan kekerabatan, dan meneguhkan nilai kebersamaan dalam masyarakat Minangkabau. Namun demikian, keberlanjutan tradisi Baragak menghadapi tantangan berupa minimnya dokumentasi tertulis dan menurunnya keterlibatan generasi muda akibat pengaruh modernisasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya upaya pendokumentasian dan revitalisasi tradisi Baragak sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya Minangkabau.