Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kekerasan Terhadap Anak di Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan Provinsi Sumatera Barat Sawitri, Rini; Gani, Maulid Hariri; Tungga, Candrika Kumala
Ethnography : Journal of Cultural Anthropology Vol 3, No 1 (2024): Vol 3, No 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ethnography.v3i1.4205

Abstract

Kekerasan terhadap anak merupakan permasalahan serius yang mempengaruhi jutaan anak diseluruh dunia. Penelitian ini berfokus pada faktor penyebab kekerasan pada anak, dampak kekerasan pada anak, jenis kekerasan yang dialami oleh anak dan upaya penanggulangan kekerasan anak di Kabupaten Solok Selatan Sumatera Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan faktor apa yang menjadi penyebab kekerasan pada anak, bagaimana dampak kekerasan pada anak, dan jenis kekerasan yang dialami oleh anak serta upaya penanggulangan kekerasan pada anak itu sendiri. Penelitian ini bersifat kualitatif dan menggunakan metode pengumpulan data observasi dan wawancara. Kekerasan terhadap anak memiliki dampak yang serius terhadap kesejahteraan dan perkembangan anak. Anak-anak merupakan calon generasi emas di masa depan. Kekerasan yang mereka alami di usia dini mampu menghancurkan masa depan mereka.
Pengaruh Pemberlakuan Rekayasa Lalu Lintas: Sistem Satu Arah (SSA) Terhadap Perubahan Kebiasaan Berkendara Masyarakat di Kota Padang Panjang Rahmadani, Esa; Aziz, Basyarul; Sawitri, Rini
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.27177

Abstract

Kebijakan pemerintah memiliki dampak signifikan terhadap perubahan masyarakat. Kebijakan ini dapat mempengaruhi ekonomi, lingkungan, dan kebiasaan serta menciptakan perubahan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Penelitian ini mengkaji pengaruh pemberlakuan sistem satu arah terhadap perubahan kebiasaan berkendara masyarakat, di Kota Padang Panjang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan enam orang informan yang merupakan masyarakat Kota Padang Panjang dan pengguna jalan satu arah yang telah diberlakukan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sistem satu arah mengubah kebiasaan masyarakat dalam jalur berkendara. Manifestasi dari perubahan kebiasaan ini membuat masyarakat menjadi lebih jauh berkendara dan sering terjebak macet. Temuan ini mendukung teori perubahan sosial Willian Fielding Ogburn, yang menyatakan bahwa perubahan sosial terjadi karena adanya perkembangan dalam aspek materi (material culture), seperti teknologi, sistem transportasi, dan infrastruktur. Pemahaman yang mendalam tentang penelitian ini diharapkan dapat membantu merancang kebijakan untuk meminimalkan dampak negatif dan meningkatkan kualitas kebijakan yang lebih baik untuk masyarakat Kota Padang Panjang.
Makna Simbolik Dan Fungsi Sosial Tradisi Baragak Pada Prosesi Kelahiran Bayi Kembar Sumbang Di Nagari Limau Lunggo Rahmadhani, Suci; Sawitri, Rini; Rani, Wahyu; Ananta, Putra; Nisak, Nisbatun
Ethnography : Journal of Cultural Anthropology Vol 4, No 1 (2025): Etnography Januari - Juni 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ethnography.v4i1.5004

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna simbolik dan fungsi sosial tradisi Baragak pada prosesi kelahiran bayi kembar sumbang di Nagari Limau Lunggo, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Tradisi Baragak merupakan salah satu bentuk ritual adat Minangkabau yang memadukan praktik simbolik, relasi kekerabatan, dan kepercayaan spiritual sebagai mekanisme perlindungan serta penguatan solidaritas sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta dianalisis melalui perspektif teori struktural fungsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tahapan prosesi Baragak—seperti Tabang Biriang, Bapanggia, dan arak-arakan induak bako—mengandung simbol keberkahan, penolak bala, dan afirmasi hubungan sosial antara induak bako, anak pisang, serta masyarakat nagari. Secara fungsional, tradisi ini berperan dalam menjaga keseimbangan sosial, mempererat ikatan kekerabatan, dan meneguhkan nilai kebersamaan dalam masyarakat Minangkabau. Namun demikian, keberlanjutan tradisi Baragak menghadapi tantangan berupa minimnya dokumentasi tertulis dan menurunnya keterlibatan generasi muda akibat pengaruh modernisasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya upaya pendokumentasian dan revitalisasi tradisi Baragak sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya Minangkabau.