Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN KEMITRAAN AGRIBISNIS BERKELANJUTAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI Ade Ernita; Defri Rahman
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 1 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i1.101

Abstract

Penerapan pola kemitraan agribisnis bertujuan untuk mengatasi masalah-masalah keterbatasan modal dan teknologi bagi petani kecil, peningkatan mutu produk, dan masalah pemasaran. Namun pada kenyataannya penerapan kemitraan tersebut sering menghadapi masalah, baik yang bersumber dari petani mitra maupun dari pihak perusahaan yang menyebabkan kemitraan yang dibangun tidak dapat berkelanjutan. Melihat potensi dan tantangan penerapan pola kemitraan sebagai suatu inovasi dalam peningkatan kinerja petani kecil, maka penting menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya penerapan pola kemitraan agribisnis dan merumuskan strategi kemitraan yang berkelanjutan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pembangunan disektor pertanian di Indonesia, pembangunan pertanian berbasis kemitraan, faktor yang menjadi penentu keberhasilan dalam kemitraan agribisnis dan kelemahan dalam kemitraan Agribisnis. Metode penelitian ini adalah penelitian studi literature. Kondisi sektor pertanian di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari segi internal maupun eksternal. Dalam Pembangunan pertanian menitikberatkan pada kolaborasi antara petani dengan stakeholder terkait yang bergerak di sektor pertanian.   Faktor yang menjadi penentu keberhasilan dalam kemitraan agribisnis meliputi: 1) Sumberdaya (baik sumberdaya alam maupun sumberdaya manusia); 2) Teknologi (melibatkan sarana, prasarana, dan metode); 3) Modal; dan 4) Pasar (mencakup aspek konsumen). Penerapan kemitraan agribisnis merupakan hal yang penting dalam rangka mencapai mutu produk sesuai kebutuhan konsumen, spesialisasi kegiatan untuk efisiensi, dan wadah kerjasama pemerintah dan swasta dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian.