Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS RITUAL ROKAT PANDHABA DI BATU PUTIH DESA GADANG-GADANG Istifadhah; Wafiqotul Jamilah; Istigfariyah Ramadhani
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 6 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i6.560

Abstract

Rokat pandhaba merupakan salah satu tradisi yang ada di dalam masyarakat madura khususnya di desa Batu Putih. Adanya tradisi rokat pandhaba, masyarakat desa Batu Putih meyakini agar terhindar dari ke sialan dan keburukan serta sebagai media untuk melindungi dari segala bentuk marabahaya yang diberi simbol gangguan bhatarakala oleh masyarakat, dan konon tidak akan mengganggu perjalanan hidup anak pandhaba. Selain itu juga, tradisi ini termasuk bentuk kiyasan agar anak tidak salah didikan. Tradisi rokat pandhaba masih di pertahankan atau di lestarikan oleh masyarakat desa Batu Putih. Metode ini berupa metode yang bersifat deskriptif kualitatif, wawancara dan berupa kata-kata yang ada di jurnal atau buku.
Language Ethics in the Digital Era: Between Freedom of Expression and Social Responsibility Susanti Fajariyah; Istigfariyah Ramadhani; Eka Fitriyani; Fahrur Rozi; Moh. Zainollah
Jurnal Multidisiplin Sahombu Vol. 5 No. 08 (2025): Jurnal Multidisiplin Sahombu, December (2025)
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Language ethics in the digital era are a crucial moral foundation for building a civilized communication civilization. Social media, as a modern public space, has shifted the function of language from a mere communication tool to a determinant of image, opinion, and social identity. However, freedom of expression is often misused as a means of spreading hate speech, sarcasm, body shaming, and hoaxes. Various studies (Rozak et al., 2023; Wijayanti et al., 2022; Ramdlanah, 2022) show that the crisis in language ethics is correlated with low digital literacy, moral degradation, and a loss of empathy in online interactions. Polite language reflects not only individual character but also national dignity. Therefore, strengthening digital literacy and language ethics education need to be integrated into the national education system as an effort to foster a civilized digital character. Amidst viral culture and the post-truth era, language ethics serves as a moral filter to maintain truth and social harmony. In conclusion, language ethics is not simply a matter of politeness, but a reflection of the nation's moral, social, and spiritual values, determining the direction of Indonesia's digital civilization.