Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS ASPEK EKONOMI DAN SOSIAL DALAM STUDI KELAYAKAN BISNIS PT BUMI MENARA NUSANTARA - CRAB DIVISION KWANYAR BANGKALAN Moh Rizky Mulyadi; Abdur Rohman
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 6 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i6.569

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tujuan studi kelayakan bisnis dan seberapa penting aspek ekonomi dan aspek sosial dalam studi kelayakan bisnis. Kajian profitabilitas bisnis berfokus pada identifikasi potensi permasalahan pada bisnis tersebut agar bisnis yang dikelola dapat bertahan lama dan terhindar dari kerugian dan terus berkembang. Fokus dari studi kelayakan bisnis adalah untuk mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan penting yang potensial, seperti bagaimana dan di mana bisnis itu dijalankan. Hasil penelitian awal dapat dijadikan sebagai indikator arah bisnis. Ada beberapa permasalahan penting dalam studi kelayakan bisnis yang membuat bisnis itu mencapai keberhasilan. Mulai dari aspek ekonomi dan aspek sosial dan aspek lingkungan dan aspek lain sebagainya. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode literatur . Metode Literatur atau penelitian kepustakaanyang di mana dilakukan dengan cara mencari informasi penelitian dengan membaca jurnal ilmiah, karya referensi, dan bahan-bahan yang terdapat di perpustakaan atau di internet. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aspek ekonomi dan sosial sangat bermanfaat penting dalam studi kelayakan bisnis. Sebab suatu bisnis itu tidak akan bisa lepas dari analisa keuangan yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan yang tinggi. Aktivitas bisnis juga harus berkaitan dengan lingkungan sosial. Sebab suatu usaha tidak dapat berjalan dengan lancar dan baik tanpa adanya dukungan dari masyarakat. Ini juga mencakup tentang keuntungan bagi masyarakat usaha sekitar dan ekonomi lokal. Perekonomian nasional pada tingkat makro mencakup apakah dunia usaha mendorong pertumbuhan ekonomi atau sebaliknya, berapa banyak lapangan kerja yang dapat diserap oleh dunia usaha, dampaknya terhadap kepentingan umum, penyediaan barang dan jasa di tingkat nasional atau daerah, dan bahkan bagaimana dunia usaha mempengaruhi perubahan mata uang negara.
The Influence of the Concept of Money and Monetary Policy in Islamic Economics Moh Rizky Mulyadi; Moh Addul Gofar; Moh Aminulloh
Al-Fadilah: Islamic Economics Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Potential and Innovation in Islamic Economic
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/fadilah.v3i1.28

Abstract

Growth in the economy is an illustration of how implemented government policies affect the economy. Monetary development is the pace of development framed from different financial areas which by implication depicts the degree of monetary development that happens . Kuznets and Sirojuzilam define economic growth as "a long-term increase in a country's ability to provide more and more goods to its population, this ability increases in accordance with technological progress and necessary institutional and ideological adjustments". To be able to achieve high but stable economic growth is not an easy job to do, this is like a two-sided coin, sometimes high but unstable economic growth is achieved. To achieve this, monetary policy is needed. Monetary policy aims to direct the macro economy to better and/or desirable conditions. These conditions are measured using main macro indicators such as maintaining good economic growth, controlled general price stability, and decreasing unemployment rates. The aim of monetary policy is to achieve economic stabilization. The success or failure of the objectives of monetary policy is influenced by two factors, first: whether or not the relationship between monetary policy and economic activity is strong,