Ni Rai Vivien Pitriani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kurikulum Berbasis OBE (Outcome Based Education) Dengan Nilai-Nilai Karakter Untuk Meningkatkan Kualitas Mutu Pendidikan Perguruan Tinggi Gede Agus Jaya Negara; Ni Rai Vivien Pitriani; Luh Putu Widya Fitriani
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : LPPM Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppp.v8i1.68767

Abstract

Tantangan yang dihadapi oleh perguruan tinggi dalam pengembangan kurikulum di era Industri 4.0 adalah menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing. Maka dari itu perguruan tinggi perlu melakukan reorientasi pengembangan kurikulum yang mampu menjawab tantangan tersebut.  Kurikulum OBE dipandang sangat tepat untuk diterapkan saat ini karena didalam kurikulum OBE memuat capaian pembelajaran lulusan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menciptakan kurikulum program pascasarjana pendidikan agama hindu menjadi kurikulum yang berbasis OBE (Outcome-Based Education). Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) model ADDIE. Subjek penelitian ini adalah satu orang ahli materi/kurikulum, pengelola dan pengembang kebijakan dan satu orang praktisi pembelajaran (dosen) serta mahasiswa program pascasarjana pendidikan Agama Hindu. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah menggunakan angket/kuisioner. Data yang didapatkan dalam penelitian ini akan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa pengembangan Kurikulum Berbasis OBE (Outcome Based Education) dengan Nilai-nilai Karakter untuk meningkatkan kualitas mutu Pendidikan sangat layak digunakan sebagai kurikulum. Implikasi penelitian ini yaitu Kurikulum Berbasis OBE (Outcome Based Education) dengan Nilai-nilai Karakter dapat meningkatkan kualitas mutu pendidikan.
EKSISTENSI TRADISI SEWON-SEWON UNTUK MENINGKATKAN SRADHA DAN BAKTI MASYARAKAT DESA SIDOMULYO KECAMATAN PRONOJIWO KABUPATEN LUMAJANG Cicik Andrinai; Ni Rai Vivien Pitriani; Ni Luh Purnamasuari
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 25 No 2 (2025): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/da30q666

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan tradisi Sewon-Sewon di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, yang masih bertahan di tengah arus modernisasi. Tradisi yang dilaksanakan seribu hari setelah kematian seseorang ini bukan sekadar ritual adat, tetapi sarat makna spiritual, khususnya dalam penguatan nilai sradha (keyakinan) dan bakti (pengabdian) masyarakat Hindu. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan eksistensi tradisi Sewon-Sewon dalam kehidupan masyarakat Desa Sidomulyo, (2) menganalisis proses pelaksanaannya mulai dari tahap penentuan hari baik hingga prosesi puncak, dan (3) mengidentifikasi implikasi tradisi ini terhadap penguatan nilai sradha dan bakti dalam perspektif Pendidikan Agama Hindu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi fenomenologi. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh agama, sesepuh desa, serta masyarakat yang terlibat, serta dokumentasi dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tradisi Sewon-Sewon tetap eksis meskipun menghadapi tantangan modernisasi, dengan bentuk pelaksanaan yang lebih sederhana namun tetap mempertahankan makna spiritual; (2) proses pelaksanaan tradisi meliputi tahapan perhitungan hari baik, persiapan sesaji, penyembelihan hewan, pemasangan batu nisan (ngijing), serta doa bersama (pujapitara dan slametan); (3) tradisi ini memiliki implikasi penting bagi masyarakat Hindu, karena mencerminkan penerapan Tri Kerangka Dasar Agama Hindu: Tattwa melalui Panca Sradha, Susila melalui Tri Kaya Parisudha, dan Acara melalui Panca Yadnya. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, tradisi ini juga berfungsi memperkuat solidaritas sosial, menjaga harmoni masyarakat, serta menanamkan nilai pendidikan spiritual kepada generasi muda. Dengan demikian, pelestarian tradisi Sewon-Sewon memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan antara warisan budaya lokal dan pendidikan agama Hindu di era modern.