Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA DHARMAWACANA Gede Agus Jaya Negara; I Nyoman Buda Asmara Putra
Maha Widya Duta : Jurnal Penerangan Agama, Pariwisata Budaya, dan Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/duta.v4i1.785

Abstract

The development of information and communication technology is developing very rapidly, almost all people of the world are now addicted to technology that is very indulgent, it cannot be denied that the presence of information and communication technology has an impact on religious activities that cause changes to the way of carrying out Hindu or dharmawacana information. What used to be done by face to face, but now can be done by utilizing the presence of social media. The presence of social media makes people who want to watch, listen to dharmawacana can be done wherever they want. The important thing is they have the tools to use social media applications. Likewise for pendharmawacana can now utilize this technology to spread Hindu teachings more widely without being limited by space and time.Keywords: Social Media, Dharmawacana Media
Kurikulum Berbasis OBE (Outcome Based Education) Dengan Nilai-Nilai Karakter Untuk Meningkatkan Kualitas Mutu Pendidikan Perguruan Tinggi Gede Agus Jaya Negara; Ni Rai Vivien Pitriani; Luh Putu Widya Fitriani
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : LPPM Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppp.v8i1.68767

Abstract

Tantangan yang dihadapi oleh perguruan tinggi dalam pengembangan kurikulum di era Industri 4.0 adalah menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing. Maka dari itu perguruan tinggi perlu melakukan reorientasi pengembangan kurikulum yang mampu menjawab tantangan tersebut.  Kurikulum OBE dipandang sangat tepat untuk diterapkan saat ini karena didalam kurikulum OBE memuat capaian pembelajaran lulusan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menciptakan kurikulum program pascasarjana pendidikan agama hindu menjadi kurikulum yang berbasis OBE (Outcome-Based Education). Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) model ADDIE. Subjek penelitian ini adalah satu orang ahli materi/kurikulum, pengelola dan pengembang kebijakan dan satu orang praktisi pembelajaran (dosen) serta mahasiswa program pascasarjana pendidikan Agama Hindu. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah menggunakan angket/kuisioner. Data yang didapatkan dalam penelitian ini akan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa pengembangan Kurikulum Berbasis OBE (Outcome Based Education) dengan Nilai-nilai Karakter untuk meningkatkan kualitas mutu Pendidikan sangat layak digunakan sebagai kurikulum. Implikasi penelitian ini yaitu Kurikulum Berbasis OBE (Outcome Based Education) dengan Nilai-nilai Karakter dapat meningkatkan kualitas mutu pendidikan.
Pelatihan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis Kurikulum Cinta Dengan Pendekatan Deep Learning Di Adi Widyalaya Rsi Markandeya I Ketut Suparya; Komang Wisnu Budi Wijaya; Gede Agus Jaya Negara; I Wayan Wira Dharma
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i1.416

Abstract

Pendidikan agama Hindu menghadapi tantangan untuk mengintegrasikan nilai-nilai ajaran dharma dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21. Salah satu inovasi adalah implementasi Kurikulum Cinta, yang menanamkan cinta kepada Tuhan, sesama, lingkungan, dan bangsa, serta relevan dengan konsep Tri Hita Karana dan Tri Kaya Parisudha. Namun, hasil observasi di Adi Widyalaya Rsi Markandya Taro Gianyar menunjukkan rendahnya pemahaman guru terhadap Kurikulum Cinta (10%) dan Deep Learning (20%), serta belum adanya perangkat ajar berbasis kedua konsep tersebut. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif, kontekstual, dan reflektif-transformatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas guru, 100% mampu menyusun RPP dan LKPD, 85% berhasil membuat media digital, serta terjadi peningkatan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dan terjadi peningkatan hasil beajar siswa. Program ini telah berhasil menghasilkan model perangkat ajar berbasis kurikulum cinta perspektif Hindu dengan pendekatan deep learning yang mampu mendukung transformasi pendidikan agama Hindu yang kontekstual dan berkelanjutan.