Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENERAPAN VISUALISASI DATA TERHADAP KLASIFIKASI TINDAK KRIMINAL DI INDONESIA Madyatmadja, Evaristus Didik; Ridho, Muhammad Nuha; Pratama, Adhyaksa Rizky; Fajri, Miftahul; Novianto, Lutfi
Infotech: Journal of Technology Information Vol 8, No 1 (2022): JUNI
Publisher : ISTEK WIDURI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37365/jti.v8i1.127

Abstract

Crime still occurs in every region in Indonesia. Various classifications of crimes that occur and cause unrest for people in every region in Indonesia. The purpose of this study is to analyze and visualize data on crimes that occur in every region in Indonesia so as to facilitate the Indonesian government in making decisions. The method used for this research is the clustering method. The clustering stage is carried out by grouping data on crimes that occur in Indonesia which are classified from each region. The results of the data that have been visualized show that the crime rate in each area is different according to the classification of crime, so it is necessary to increase security in each area that has a level of criminality data according to the classification of crime. 
Data Mining Pada Klasifikasi Jamur Menggunakan Algoritma C.45 Berdasarkan Karakteristik Morfologi Mushroom Fathurrohman, Rofi; Fajri, Miftahul; Cahyono, Salman M; Abdillah, Dzulqa Fauzan; Ramadhan, Vinan
Simpatik: Jurnal Sistem Informasi dan Informatika Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/simpatik.v4i1.3529

Abstract

Jamur merupakan salah satu bahan pangan yang populer di Indonesia, namun tidak semua jamur dapat dikonsumsi karena beberapa jenis jamur bersifat racun. Oleh karena itu, diperlukan metode untuk mengklasifikasikan jamur menjadi dapat dimakan dan beracun. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan klasifikasi jamur menggunakan algoritma klasifikasi data mining yaitu algoritma C.45 berdasarkan karakteristik morfologi jamur. Data jamur dikumpulkan dari berbagai sumber dan memiliki 22 atribut, termasuk bau, warna cetakan spora, akar tangkai, ukuran insang, dan jarak insang. Algoritma C.45 digunakan untuk membangun pohon keputusan yang dapat mengklasifikasikan jamur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma C.45 memiliki akurasi sebesar 99.90%. Interpretasi pohon keputusan menunjukkan bahwa jamur yang memiliki : berbau amis, apak, busuk, creosof, menyengat, pedas, dan tidak berbau, warna cetakan spora hijau dan putih, akar tangkai klub dan bulat, ukuran insang sempit dan jarak insang dekat adalah jamur beracun. Sementara itu, jamur yang tidak memiliki karakteristik tersebut adalah jamur yang dapat dimakan. Kesimpulannya, algoritma C.45 dapat digunakan sebagai metode efektif untuk mengklasifikasikan jamur dan membantu masyarakat dalam membedakan jamur yang dapat dimakan dan beracun
Data Mining Pada Klasifikasi Jamur Menggunakan Algoritma C.45 Berdasarkan Karakteristik Morfologi Mushroom Fathurrohman, Rofi; Fajri, Miftahul; Cahyono, Salman M; Abdillah, Dzulqa Fauzan; Ramadhan, Vinan
Simpatik: Jurnal Sistem Informasi dan Informatika Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/simpatik.v4i1.3529

Abstract

Jamur merupakan salah satu bahan pangan yang populer di Indonesia, namun tidak semua jamur dapat dikonsumsi karena beberapa jenis jamur bersifat racun. Oleh karena itu, diperlukan metode untuk mengklasifikasikan jamur menjadi dapat dimakan dan beracun. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan klasifikasi jamur menggunakan algoritma klasifikasi data mining yaitu algoritma C.45 berdasarkan karakteristik morfologi jamur. Data jamur dikumpulkan dari berbagai sumber dan memiliki 22 atribut, termasuk bau, warna cetakan spora, akar tangkai, ukuran insang, dan jarak insang. Algoritma C.45 digunakan untuk membangun pohon keputusan yang dapat mengklasifikasikan jamur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma C.45 memiliki akurasi sebesar 99.90%. Interpretasi pohon keputusan menunjukkan bahwa jamur yang memiliki : berbau amis, apak, busuk, creosof, menyengat, pedas, dan tidak berbau, warna cetakan spora hijau dan putih, akar tangkai klub dan bulat, ukuran insang sempit dan jarak insang dekat adalah jamur beracun. Sementara itu, jamur yang tidak memiliki karakteristik tersebut adalah jamur yang dapat dimakan. Kesimpulannya, algoritma C.45 dapat digunakan sebagai metode efektif untuk mengklasifikasikan jamur dan membantu masyarakat dalam membedakan jamur yang dapat dimakan dan beracun
Efektivitas Kebijakan Subsidi Pupuk dan Dampaknya Terhadap Produksi Padi di Kecamatan Pangarenga Kabupaten Sampang Fajri, Miftahul; Fauziyah, Elys; Hasan, Fuad
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i1.20423

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the fertilizer subsidy policy in 2022 and its impact on rice production. The research locations were in three villages, namely Ragung Village, Pacanggaan, Panyirangan, Pangarengan District, Sampang Regency. The number of samples of 30 farmers was taken by the Purposive Sampling Method. The first objective was analyzed using a quantitative descriptive method, while the second objective was with the Cobb Douglass Production Function. The results of the analysis provide an idea that in general, the implementation of fertilizer subsidy policies is in the category of being quite effective. Meanwhile, factors that determine rice production at the research site include: land area, seeds, urea fertilizer, labor and the effectiveness of fertilizer subsidy policies. Improvements that need to be made to increase the effectiveness include: improving the process of preparing the RDKK (Definitive Plan for Group Needs) by increasing the intensity of extension workers in its preparation.