This Author published in this journals
All Journal Politik Islam
Roza
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kepemimpinan Perempuan menurut Pandangan Pemikiran Fatimah Mernissi dan R.A Kartini roza
Politik Islam Vol. 4 No. 2 (2025): Politik Islam
Publisher : UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/pi.v4i2.16187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Fatimah Mernissi dan R.A Kartini tentang kepemimpinan perempuan. Dengan menggunakan metode analisis isi (content analysis), penelitian ini mengkaji bagaimana pemikiran kedua tokoh tersebut tentang kepemimpinan perempuan sebagai seorang pemimpin serta relevansi pemikiran tokoh tersebut terhadap keterlibatan perempuan pada demokrasi pada saat ini. Data dikumpulkan dari karya-karya utama kedua tokoh tersebut, surat-surat pribadi, serta kajian sekunder berupa buku, artikel jurnal, dan sumber akademik lainnya. Penelitian ini juga menemukan bahwa pemikiran Fatimah Mernissi dan Kartini, keduanya sama-sama menyuarakan pentingnya peran aktif perempuan dalam ruang publik, termasuk dalam kepemimpinan. Meskipun mereka berasal dari latar sosial dan budaya yang berbeda. Dalam konteks kepemimpinan perempuan, kedua tokoh ini tidak secara langsung menyatakan perempuan boleh menjadi pemimpin negara maupun masyarakat, namun analisis mendalam terhadap tulisan dan gagasan mereka menunjukkan bahwa mereka sama-sama membuka jalan menuju pengakuan terhadap kemampuan dan legitimasi perempuan untuk memimpin pada tingkatan tertinggi. Pemikiran mereka juga sangat relevan dalam konteks keterlibatan perempuan sebagai pemimpin dalam politik di Indonesia pada demokrasi saat ini. Pemikiran kedua tokoh tersebut memiliki hubungan yang kuat sebagai pemimpin negara dalam demokrasi saat ini. Keduanya menyoroti pentingnya kesetaraan gender serta pembebasan perempuan dari tradisi patriarki yang menghalangi mereka untuk terlibat di ruang publik, termasuk dalam posisi kepemimpinan politik