Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbankan Syari’ah sebagai Penguat dalam Sistem Perekonomian Nasional Nur'aini, Umul
SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 1 (2023): Mei
Publisher : LP3M STITNU AL HIKMAH MOJOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya pengembangan perbankan Syari’ah di Indonesia tidak semata hanya merupakan konsekuensi dari UU No. 10/1998 dan UU No. 23/1999 tetapi juga merupakan bagian dari upaya penyehatan sistem perbankan yang bertujuan meningkatkan daya tahan perekonomian nasional. Krisis ekonomi yang terjadi sejak pertengahan tahun 1997 membuktikan bahwa bank yang beroperasi dengan prinsip Syari’ah dapat bertahan ditengah gejolak nilai tukar dan tingkat suku bunga yang tinggi. Kenyataan tersebut ditopang oleh karakteristik operasi bank Syari’ah yang melarang bunga (riba), transaksi yang bersifat tidak transparan (grarar) dan spekulatif (maysir). Dengan kenyataan tersebut, pengembangan perbankan Syari’ah diharapkan dapat meningkatkan ketahanan sistem perbankan nasional yang sedemikian rupa dapat menciptakan perekonomian yang tangguh. Yaitu perekonomian yang pertumbuhan sektor keuangannya sejalan dengan pertumbuhan sektor riil.
Perbankan Syari’ah sebagai Penguat dalam Sistem Perekonomian Nasional Nur'aini, Umul
SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 5 No. 1 (2023): Mei
Publisher : LP3M STITNU AL HIKMAH MOJOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya pengembangan perbankan Syari’ah di Indonesia tidak semata hanya merupakan konsekuensi dari UU No. 10/1998 dan UU No. 23/1999 tetapi juga merupakan bagian dari upaya penyehatan sistem perbankan yang bertujuan meningkatkan daya tahan perekonomian nasional. Krisis ekonomi yang terjadi sejak pertengahan tahun 1997 membuktikan bahwa bank yang beroperasi dengan prinsip Syari’ah dapat bertahan ditengah gejolak nilai tukar dan tingkat suku bunga yang tinggi. Kenyataan tersebut ditopang oleh karakteristik operasi bank Syari’ah yang melarang bunga (riba), transaksi yang bersifat tidak transparan (grarar) dan spekulatif (maysir). Dengan kenyataan tersebut, pengembangan perbankan Syari’ah diharapkan dapat meningkatkan ketahanan sistem perbankan nasional yang sedemikian rupa dapat menciptakan perekonomian yang tangguh. Yaitu perekonomian yang pertumbuhan sektor keuangannya sejalan dengan pertumbuhan sektor riil.
DIGITALISASI LAYANAN KEUANGAN SYARIAH DALAM MENINGKATKAN INKLUSI KEUANGAN Nur'aini, Umul
NATUJA: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 4 No. 2 (2025): (Mei 2025)
Publisher : Department of Sharia Economics, Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69552/natuja.v4i2.3634

Abstract

The digitalization of financial services has become a crucial strategy in expanding public access to financial services, including within the Islamic finance sector. This study aims to analyze the role of Islamic financial service digitalization in enhancing financial inclusion and to examine its conformity with the principles of Islamic economics. This research employs a qualitative approach using a library research method, drawing on scholarly books, national and international journal articles, as well as official reports from Islamic financial institutions and relevant authorities. Data analysis was conducted through content analysis using a descriptive-analytical approach. The findings indicate that the digitalization of Islamic financial services—such as Islamic mobile banking, Islamic financial technology (fintech), and digital payment systems based on Sharia-compliant contracts—significantly contributes to increasing financial inclusion, particularly among unbanked and underbanked populations. Moreover, this digital transformation aligns with the objectives of maqashid al-shari’ah, especially in safeguarding wealth (hifz al-mal) and promoting economic justice. Nevertheless, challenges related to digital literacy, Sharia compliance, and data security remain critical issues that require serious attention. This study concludes that the digitalization of Islamic financial services serves as a strategic instrument in strengthening an inclusive financial system grounded in Sharia values.