Difteri merupakan penyakit pernapasan menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematianpada anak-anak. Penggunaan formaldehid pada pembuatan toksoid difteri dinilai merusak sejumlahsitus antigenik penting pada toksoid. CRM197 merupakan komponen vaksin yang mengalami mutasiasam amino pada toksin difteri. Adanya efek sitotoksisitas CRM197 terhadap sel mamalia dan sel ragimenandakan bahwa mutasi yang terjadi belum menurunkan toksisitas secara optimal, sehinggadiperlukan studi lebih lanjut untuk pengembangan mutan toksin difteri baru. Penelitian ini bertujuanuntuk memodelkan mutan tersebut dan menguji afinitasnya terhadap ligan NAD+. Pendekatanbioinformatika dilakukan dengan penambatan molekul menggunakan program AutoDock 4.2.Diperoleh energi bebas ikatan terendah pada natif sebesar -7,62 kcal/mol. Asam amino Ile31 dan Tyr65dirancang dengan mensubstitusi menjadi Lys31 dan Gln65 (I31K/Y65Q). Hasil penambatan molekulmutan uji menunjukkan nilai energi ikatan meningkat menjadi -5,91 kcal/mol, menandakan adanyapenurunan afinitas NAD+. Titik mutasi ini dapat diusulkan untuk pengembangan mutan toksin difteridengan afinitas rendah terhadap NAD+ sebagai kandidat vaksin difteri.Kata kunci: toksin difteri, CRM197, penambatan molekul, vaksin, bioinformatika