Sari Agustina, Laelatus Syifa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kelekatan Hewan Peliharaan dan Kesepian Pada Dewasa Awal Di Masa Pandemi Covid-19 Fuada, Asfa; Setyowati, Rini; Sari Agustina, Laelatus Syifa
Jurnal Ecopsy Vol 10, No 1 (2023): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan pembatasan sosial saat pandemi COVID-19 di Indonesia dapat memicu masyarakat merasakan kesepian karena masyarakat menjadi kesulitan untuk berinteraksi dengan orang lain. Hal ini terjadi karena masyarakat dihimbau untuk melakukan segala aktivitasnya di dalam rumah sehingga masyarakat hanya dapat berinteraksi di lingkungan yang terbatas, seperti dengan keluarga maupun dengan hewan peliharaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan hewan peliharaan dengan kesepian pada dewasa awal di masa pandemi COVID-19. Subjek pada penelitian ini sejumlah 541 responden dengan kriteria subjek yang di ambil yakni berdomisili di Indonesia, berusia 20-39 tahun, serta memiliki hewan peliharaan (kucing, ikan, burung, atau anjing) dalam kurun waktu minimal 3 bulan selama masa pandemi COVID-19. Metode yang digunakan yakni purposive sampling dengan cara menyebarkan skala melalui media sosial Twitter dan Instagram. Skala yang digunakan yakni skala Kesepian (α = 0,947) dan skala  Kelekatan Hewan Peliharaan (α = 0,954). Penelitian ini menggunakan teknik analisis uji korelasi dengan nilai koefisien korelasi kedua variabel sebesar 0,019 dan nilai signifikansi sebesar 0,657 (p>0,05) yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kelekatan hewan peliharaan dengan kesepian pada dewasa awal di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menemukan bahwa kesepian tidak dapat dihilangkan hanya dengan mengandalkan hewan peliharaan saja karena pada saat COVID-19 berlangsung masyarakat tidak bisa mendapatkan kontak sosial dengan lingkungan luar sedangkan hewan peliharaan hanya dapat memberikan ikatan emosional namun tidak dapat memberikan kontak sosial yang lebih luas kepada pemiliknya. Selain itu, dengan adanya internet yang saat ini sangat mudah di akses maka dapat membantu masyarakat untuk berinteraksi dengan orang lain yang berada jauh darinya, serta pada saat pengambilan data memungkinkan kondisi masyarakat sudah melewati masa penyesuaian atau adaptasi karena sudah berjalan selama 16 bulan sejak pandemi COVID-19 dimulai.
Studi Fenomenologi Resiliensi pada Perempuan Korban Kekerasan Seksual Soehardiman, Muhammad Krisnadiva; Scarvanovi, Berliana Widi; Sari Agustina, Laelatus Syifa
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jip.v9i1.75246

Abstract

Kekerasan seksual menjadi isu yang mendapatkan perhatian lebih di Indonesia. Hal ini dikarenakan kenaikan jumlah laporan kasus menurut Data dari Komnas Perempuan selama bertahun-tahun. Kekerasan seksual akan memberi dampak kepada individu yang mengalaminya. Dampak yang muncul dari kekerasan seksual kemungkinan adalah depresi, fobia, dan mimpi buruk, curiga terhadap orang lain, merasa terbatasi di dalam berhubungan dengan orang lain, berhubungan seksual, dan merasakan dorongan yang kuat untuk bunuh diri. Oleh karena itu, resiliensi diperlukan untuk mengatasi dampak-dampak negatif tersebut dan meningkatkan ketahanan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dinamika resiliensi perempuan korban kekerasan seksual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologis, dengan wawancara sebagai metode pengambilan data. Sampel dalam penelitian berjumlah 3, diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria berjenis kelamin perempuan dan pernah mengalami kekerasan seksual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan analisis sebab akibat, efikasi diri, optimisme, empati, peningkatan aspek positif, dan regulasi emosi membantu proses resiliensi dari perempuan korban kekerasan seksual. Terdapat dua temuan baru yang membantu proses resiliensi pada perempuan korban kekerasan seksual yaitu motivasi dan self compassion. Proses resiliensi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal yaitu keluarga, teman sebaya, dan stigma masyarakat terhadap korban kekerasan seksual.