Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Peningkatan Kesehatan Lansia Melalui Penyuluhan Diabetes Melitus dan Senam Kaki Diabetik di Posyandu Lansia Anggrek Berseri Sani, Fakhrudin Nasrul; Rahayuningrum, Indriati Oktaviano; Anam, Muchamad Syaichul; Hidayat, Tsuluts Taufiq
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i3.2161

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikendalikan. Latihan jasmani yang dianjurkan bagi penderita diabetes mellitus salah satunya adalah senam kaki diabetes. Peningkatan vaskularisasi pada kaki dapat dilakukan dengan gerakan-gerakan kaki. Senam kaki dilakukan dengan menggerakkan seluruh sendi kaki dan disesuaikan dengan kemampuan pasien. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik senam kaki diabetes dengan benar pada lansia dengan diabetes melitus. Peserta penyuluhan merupakan lansia penderita diabetes melitus sebanyak 30 orang lansia, yang merupakan peserta lansia aktif di Posyandu Anggrek Berseri. Penyuluhan diabetes melitus dan praktek bersama senam kaki diabetes diharapkan dapat memberikan pemahaman bagaimana tentang penyakit diabetes melitus dan pencegahannya. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Posyandu Anggrek Berseri pada September 2023. Beberapa tahapan yang dilakukan yaitu tahap persiapan diantaranya koordinasi, perencanaan kegiatan, tahap implementasi yaitu sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan senam kaki diabetik dengan kader dan lansia, tahap evaluasi pengetahuan dan keterampilan dengan post test. Hasil dari pengabdian ini terdapat peningkatan pengetahuan dimana sebelum dilakukan pelatihan didapatkan lansia yang memiliki tingkat pengetahuan yang baik sebanyak 13%, kemudian setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang diabetes melitus dan praktek bersama senam kaki diabetes meningkat menjadi 70%. Berdasarkan hasil prestest dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 4 orang meningkat setelah dilakukan pelatihan dimana dilihat dari hasil post test didapatkan hasil tingkat pengetahuan baik sebanyak 21 orang dari 30 lansia.
Edukasi Upaya Pencegahan Neuropati Sensori Diabetes Melitus Tipe 2 Melalui Demonstrasi Pemeriksaan Monofilament Test Sani, Fakhrudin Nasrul; Rahayuningrum, Indriati Oktaviano; Azzahra, Fatihah Balqis; Pradina, Erlin Ika
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/jarrrj23

Abstract

Ketidakstabilan kadar gula darah menyebabkan komplikasi baik akut kronis pada pasien DM. Neuropati perifer salah satu komplikasi makrovaskuler yang sering di derita pada pengidap DM. Minimnya informasi serta edukasi pemeriksaan monofilament test, kami memberikan solusi untuk memberikan pemahaman dan pendampingan kepada kader kesehatan dan lansia pengidap DM mengenai pentingnya melakukan deteksi dini pemeriksaan monofilament test. Hal ini sebagai upaya pencegahan terhadap komplikasi neuropati sensori akibat menderita DM pada kader dan lansia pengidap DM di Posyandu Lansia di Serengan Kota Surakarta. Pelaksanaan kegiatan mencakup penyampaian materi edukatif, demonstrasi pemeriksaan monofilament-test, serta praktik langsung yang dipandu oleh tim pengabdi. Sebanyak 40 lansia dan kader kesehatan mengikuti kegiatan ini secara aktif. Untuk mengukur keberhasilan kegiatan pengathuan di ukur saat pre-test dan post-test. Kegiatan dapat dikatakan efektif, dimana terjadi pengetahuan membaik yang awalnya 47% menjadi 93% setelah pelatihan.. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan memberikan dampak positif yang terhadap peningkatan pengetahuan lansia dan kader dalam upaya pencegahan terhadap komplikasi akibat diabetes melitus. Kegiatan edukasi pemeriksaan monofilament test ini, harapannya lansia pengidap DM dapat terhindar dari komplikasi neuropati sensori