Ketidakstabilan kadar gula darah menyebabkan komplikasi baik akut kronis pada pasien DM. Neuropati perifer salah satu komplikasi makrovaskuler yang sering di derita pada pengidap DM. Minimnya informasi serta edukasi pemeriksaan monofilament test, kami memberikan solusi untuk memberikan pemahaman dan pendampingan kepada kader kesehatan dan lansia pengidap DM mengenai pentingnya melakukan deteksi dini pemeriksaan monofilament test. Hal ini sebagai upaya pencegahan terhadap komplikasi neuropati sensori akibat menderita DM pada kader dan lansia pengidap DM di Posyandu Lansia di Serengan Kota Surakarta. Pelaksanaan kegiatan mencakup penyampaian materi edukatif, demonstrasi pemeriksaan monofilament-test, serta praktik langsung yang dipandu oleh tim pengabdi. Sebanyak 40 lansia dan kader kesehatan mengikuti kegiatan ini secara aktif. Untuk mengukur keberhasilan kegiatan pengathuan di ukur saat pre-test dan post-test. Kegiatan dapat dikatakan efektif, dimana terjadi pengetahuan membaik yang awalnya 47% menjadi 93% setelah pelatihan.. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan memberikan dampak positif yang terhadap peningkatan pengetahuan lansia dan kader dalam upaya pencegahan terhadap komplikasi akibat diabetes melitus. Kegiatan edukasi pemeriksaan monofilament test ini, harapannya lansia pengidap DM dapat terhindar dari komplikasi neuropati sensori
Copyrights © 2026