Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Peningkatan Kesehatan Remaja di sekolah melalui Peningkatan Keterampilan “Kader Kasehatan Remaja” Basit, Mohammad; Oktovin, Oktovin; Mambang, Mambang; Wahyudin, Rahmawati; Amelia, Mahlianor; Ladjar, Imelda Ingir
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.4395

Abstract

Pengabdian ini untuk menggambarkan upaya peningkatan kesehatan remaja disekolah melalui peningkatan ketrampilan kader kesehatan remaja (KKR) SMAN 10 Banjarmasin. Kegiatan pembinaan kader kesehatan remaja ini agar bisa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah, yang pada akhir membutuk pola kebiasan sehat pada remaja di kehidupannya dan bisa meningkatkan derajat kesehatan dan kualiatas hidup generasi muda sekarang. Mitra pengabdian pada kegaiatan ini adalah kader kesehatan remaja berjumlah 16 orang. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama 8 bulan dengan 8 kali pertemuan mulai dari bulan juni sampai dengan bulan desember 20024 di SMAN 10 Banjarmasin. dengan melalui tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Metode yang di lakukan pada kegiatan ini adalah metode diskusi, ceramah, dan demontrasi, dengan menggunakan focus pada penyelesaian masalah mitra, garis besar kegiatan yang di laksnakan adalah 1) sistem tata kelola UKS 2)Peningkatan Keterampilan tim UKS 3). Pendampingan implementasi kegiatan UKS. Secara umum hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu Kader Kesehatan Remaja SMAN 10 Banjarmasin telah memiliki keterampilan yang baik dalam menjalankan perannya untuk memaksimalkan berjalannya program UKS di SMAN 10 Banjarmasin. Di mana KKR telah memiliki pehaman yang baik untuk melaksanakan kegiatan KKR,keterampilan yang baik dalam melakukan penghitungan Indek Masa tubuh (IMT), mengukur visus mengukur adanya buta warna, memerikan pertolongan pada orang pingsan dan luka ringan, Selain itu, KKR juga memiliki ketrampilan yang baik dalam membuat dan menyebarkan informasi kesehatan yang sangat diperlukan oleh remaja saat ini.
Terapi aktivitas kelompok Genggam Bola Karet di Wisma Sakura Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Budi Sejahtera Banjarbaru Wahyudin, Rahmawati; Naipo, Junia Fitria; Rifa, Muhammad; Muliani, Sri; Yellika; Tasalim, Rian; Ilham, Akbar Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i1.954

Abstract

Proses menua merupakan proses alami yang ditandai dengan penurunan fungsi organ tubuh, termasuk sistem muskuloskeletal yang dapat menyebabkan penurunan kekuatan otot, kekakuan sendi, serta melemahnya kekuatan genggam tangan pada lansia. Kondisi ini sering diperberat oleh kurangnya aktivitas fisik dan imobilisasi berkepanjangan, sehingga berdampak pada penurunan kemandirian dan kualitas hidup lansia. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di Wisma Sakura Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera Banjarbaru, sebagian besar lansia mengalami kelemahan ekstremitas atas dan kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menstimulasi dan meningkatkan kekuatan otot tangan lansia melalui Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) dengan terapi genggam bola karet. Metode pelaksanaan dilakukan melalui analisis situasi sasaran, pemberian edukasi kesehatan, koordinasi dengan mitra, serta implementasi terapi genggam bola karet yang dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut. Kegiatan diikuti oleh lima orang lansia perempuan berusia 67–83 tahun. Hasil pengukuran menggunakan handgrip dynamometer menunjukkan bahwa sebelum terapi sebagian besar lansia memiliki kekuatan otot yang sangat rendah (0,0–0,4 kg). Setelah terapi, dua responden menunjukkan peningkatan kekuatan genggam tangan, meskipun masih dalam kategori rendah, sementara responden lainnya belum menunjukkan perubahan signifikan. Secara kualitatif, lansia merasakan manfaat berupa berkurangnya kekakuan otot, tangan terasa lebih ringan, meningkatnya semangat, serta motivasi untuk bergerak aktif. Selain itu, pelaksanaan terapi secara berkelompok meningkatkan interaksi sosial dan suasana emosional yang positif. Terapi genggam bola karet terbukti memberikan stimulasi awal yang bermanfaat bagi sistem neuromuskular lansia dan berpotensi meningkatkan kekuatan otot apabila dilakukan secara rutin dan berkesinambungan.