Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI DI SUMATERA BARAT Indra Khaidir
JURNAL REKAYASA Vol 8 No 1 (2018): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.196 KB) | DOI: 10.37037/jrftsp.v8i1.22

Abstract

Pada pekerjaan proyek konstruksi biasanya terjadi kendala pada pekerjaan proyek, baik kendala yang memang sudah diperhitungkan maupun kendala yang diluar perhitungan. Pelaksanaan proyek yang tidak sesuai dengan rencana dapat mengakibatkan keterlambatan proyek. Keberhasilan melaksanakan proyek tepat waktu adalah salah satu tujuan terpenting. Keberhasilan proyek konstruksi ditentukan oleh penyelesaian proyek sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan dalam dokumen kontrak dan sesuai pula dengan rencana dan spesifikasinya. Namun demikian dalam kenyataan dilapangan terdapat banyak faktor yang dapat mengakibatkan terjadinya keterlambatan pada pelaksanaan proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan pelaksanaan proyek konstruksi di Sumatera Barat. Penelitian ini dilakukan terhadap kontraktor yang pernah melaksanakan proyek konstruksi di Sumatera Barat dengan cara menyebarkan kuesioner. Pengolahan data kuesioner dengan menggunakan program SPSS 15.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh sebagai penyebab keterlambatan pelaksanaan proyek pengairan pada Balai Wilayah Sungai Sumatera V di Sumatera Barat adalah izin tempat yang lambat oleh Pemda, permasalahan dengan lingkungan sekitar, kondisi cuaca, peningkatan harga-harga material, keterlambatan pengiriman material oleh supplier, ketidaktepatan waktu pemesanan, suplai tenaga kerja lambat, produktifitas tenaga kerja kurang, serta pengalaman tenaga kerja yang rendah.
MITIGASI BENCANA BANJIR UNTUK MENGURANGI DAMPAK TERHADAP LINGKUNGAN DAN KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT Indra Khaidir
JURNAL REKAYASA Vol 8 No 2 (2018): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.952 KB) | DOI: 10.37037/jrftsp.v8i2.29

Abstract

Banjir adalah suatu bencana alam yang datang di saat musim hujan tiba. Intensitas air yang tinggi saat musim hujan datang mengakibatkan dampak banjir yang sangat dirasakan bagi korban banjir, mulai dari terganggunya aktivitas masyarakat, lalu lintas menjadi padat dan macet, terserang penyakit, serta banyak masyarakat yang harus mengungsi karena rumahnya terendam banjir. Salah satu penyebab banjir karena semakin tinggi tingkat perubahan tata guna lahan dari sawah ke permukiman, pelebaran jalan , betonisasi pada jalan-jalan komplek permukiman yang mana hal ini menyebabkan berkurangnya daerah resapan sehingga aliran permukaan (run off) menjadi semakin besar, disamping itu banyaknya sampah dan lumpur menyebabkan penyumbatan aliran air pada saluran drainase. Kondisi inilah yang menyebabkan genangan air jika tingginya intensitas curah hujan karena debit limpasan yang ada sudah tidak tertampung lagi oleh kapasitas saluran. Masyarakat adalah yang pertama merasakan dampak yang diakibatkan oleh banjir ini. Selain itu masyarakat jugalah yang bertanggumg jawab untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar, tetapi yang terjadi adalah sebaliknya, masyarakat sering tidak memperhatikan lingkungan sekitar dan bahkan merusak lingkungan yang ada. Pada gagasan tertulis ini penulis akan menjelaskan betapa pentingnya menjaga lingkungan dan dampak yang diakibatkan oleh banjir tersebut.
PENGENDALIAN BIAYA PROYEK DENGAN METODA ANALISA VARIAN Embun Sari Ayu; Indra Khaidir
JURNAL REKAYASA Vol 12 No 1 (2022): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37037/jrftsp.v12i1.84

Abstract

ABSTRAK Perkembangan zaman yang semakin maju menuntut perkembangan konstruksi yang semakin modern dengan adanya perkembangan gedung-gedung tinggi yang semakin meningkat dan bervariasi. Manajemen yang baik dibutuhkan dalam suatu perencanaan terlebih pada perencanaan gedung bertingkat tinggi, hal ini di sebabkan besarnya biaya yang dibutuhkan dalam perencanaan tersebut. Masalah-masalah yang terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan proyek dapat mengakibatkan proses berjalannya menjadi terlambat dari waktu yang di telah di tentukan, baik secara biaya maupun secara mutu. Salah satu permasalahan yang sering terjadi pada biaya yang telah direncanakan adalah adanya kenaikan harga pasar diakibatkan karena harga satuan yang direncanakan dapat berubah per triwulan, sebagai analogi sederhana konsultan perencana menghitung biaya suatu gedung pada triwulan pertama, sedangkan pekerjaan di laksanakan padan triwulan ke tiga, tentu harga bahan material pada triwulan pertama sangat jauh berbeda dengan harga bahan material pada triwulan ketiga, hal inilah yang sering terjadi pada proses pelaksanaan suatu proyek konstruksi. Penerapan metoda analisa varian biaya dapat diaplikasikan untuk dapat membedakan selisih keuntungan dengan mengacu pada analisa triwulan satu dan triwulan tiga. Sehingga dapat mengantisipasi kerugian yang akan terjadi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat perbedaan total biaya perencanaan pembelian material serta harga upah pekerja terhadap variasi harga yang terjadi dalam suatu pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Analisa dapat dihitung berdasarkan data-data yang dapat di ambil dari laporan pekerjaan pada rentang waktu tertentu kemudian dibandingkan dengan anggaran material dan bahan yang telah ditentukan. Kata kunci : Pengendalian proyek, biaya proyek, analisa varian ABSTRACT The development of the increasingly advanced era demands the development of increasingly modern construction with the development of tall buildings that are increasing and varying. Good management is needed in planning, especially in high-rise building planning, this is due to the large costs required in the planning. Problems that occur in the implementation of project work can result in the running process being late from the predetermined time, both in cost and in quality. One of the problems that often occurs with planned costs is that there is an increase in market prices because the planned unit price can change per quarter, as a simple analogy for planning consultants to calculate the cost of a building in the first quarter, while the work is carried out in the third quarter, of course. The price of materials in the first quarter is very much different from the price of materials in the third quarter, this is what often happens in the process of implementing a construction project. The application of the cost variant analysis method can be applied to differentiate the profit difference by referring to the first quarter and third quarter analysis. So that it can anticipate losses that will occur. The purpose of this study was to determine the level of difference in the total cost of planning the purchase of materials and the price of workers' wages against price variations that occur in a construction work implementation. The analysis can be calculated based on data that can be taken from the work report at a certain time and then compared with the material and material budget that has been determined.. Keywords : Analysis of variants, Project control, project costs
Level Of Sevice Jalan Profesor Doktor Hamka Kota Padang (Depan Kampus Universitas Negeri Padang-Simpang Tunggul Hitam) Eko Prayitno Eko; Veronika; Lusi Utama; Indra Khaidir
Civil Engineering Collaboration Vol. 7 (2022) No. 2
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcivil.v7i2.41

Abstract

Banyaknya hambatan samping, putar balik kendaraan yang tidak pada tempatnya, mobil yang melewati, atau mobil yang menempatkan mobil dibadan jalan membuat masalah kemacetan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis volume lalu lintas, hambatan samping, mengetahui kinerja jalan dan tingkat pelayanan jalan. Penelitian dilaksanakan diruas jalan Profesor Doktor Hamka, kota Padang. Survey dilakukan pada jam 6-8 waktu Indonesia barat, jam 12-14 waktu Indonesia barat, jam 16-18 waktu Indonesia barat. Survey dilaksanakan selama 2 hari, senin 08 februari 2021 dan sabtu 13 februari 2021. Nilai kapasitas jalan 1667,51 skr/jam, jalur kanan (padang-bukittinggi) dan 1639,55 skr/jam, jalur kiri (bukittinggi-padang). Nilai kepadatan tertinggi 352,36 hari sabtu jam 17.45-18.00 wib, jalur kiri (bukittinggi-padang), nilai kepadatan terendah 21,93 hari senin jam 06.00-06.15 wib, jalur kanan (padang-bukittinggi). Nilai derajat kejenuhan tertinggi 1,57, tingkat pelayanan jalan F, hari sabtu jam 17.45-18.00 wib jalur kiri (bukittinggi-padang), nilai derajat kejenuhan terendah 0,46, tingkat pelayanan jalan C, hari senin jam 06.00-06.15 jalur kanan (padang-bukittinggi).
Analisis Hubungan Kemampuan Dan Pengalaman Pekerja Konstruksi Terhadap Sertifikasi Kompetensi Jasa Konstruksi Embun Sari Ayu; Indra Khaidir; Willy Widrev
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.18.2.91-101.2022

Abstract

Sebagian besar tenaga kerja konstruksi di Indonesia merupakan tenaga ahli yang belum memiliki banyak pengalaman. Secara keseluruhan, bagian terbesar dari tenaga kerja terampilan maupun tenaga ahli tersebut berpendidikan sekolah dasar ke bawah. Masalah yang timbul adalah banyak diantara para pekerja tersebut tumbuh dan berkembang tanpa melalui proses yang didukung oleh pengetahuan teknik yang cukup. Undang-undang No. 2 tahun 2017 yang mengatur jasa konstruksi, dimana pada pasal 70 mengatakan bahwa dalam bidang jasa konstruksi mewajibkan setiap tenaga kerja memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja. Untuk itu dilakukan Penelitian kepada penyebaran tenaga kerja di Kota Padang dilihat dari sertifikasi, pengalaman, dengan memberikan gambaran mengenai hubungan kemampuan dan pengalaman tukang tradisional dalam bekerja terhadap sertifikasi kompetensi jasa konstruksi dengan melakukan penyebaran kuesioner pada proyek konstruksi di Kota Padang. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan informasi pada pemerintah daerah Provinsi Sumatera Barat pada umumnya dan Kota Padang pada khususnya mengenai tingkat kualifikasi tenaga kerja yang tersedia sehingga dapat dilakukan evaluasi kembali mengenai tindakan sesuai dengan pasal 2 tahun 2017 mengenai jasa konstruksi. Data yang digunakan dalam penelitian berupa data kuantitatif dengan hasil pengisian interpretasi persoalan sebagai instrumen penelitian. Metode yang digunakan berupa pengisian kuesioner dengan koresponden kepala tukang dan tukang (batu, kayu, besi/beton) pada proyek konstruksi di Kota Padang. Pengambilan sampel dilakukan pada 7 proyek dengan jumlah responden 90 orang yang terdiri dari mandor, tukang dan pekerja. Data yang diperoleh di analisis dengan uji statistik deskriptif dan uji instrumen. Berdasarkan hasil analisa penyebaran tenaga kerja di Kota Padang adalah tenaga kerja yang memiliki sertifikasi dengan persentase 34%, sedangkan yang belum bersertifikasi sebesar 66% dengan tingkat pengalaman responden selama < 1 tahun sebesar 36 % > 1 tahun sebesar 64%.
Kajian Pengaruh Manajemen Sumber Daya Terhadap Produktivitas Pelaksanaan Proyek Konstruksi Gedung Embun, Embun Sari Ayu; Khaidir, Indra; Rita, Eva
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2024): Siklus: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v10i1.11534

Abstract

Pengelolaan sumber daya merupakan salah satu dari beberapa faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan suatu proyek, namun pada kenyataannya beberapa kontraktor dinilai belum mampu memenuhi target untuk mencapai hasil yang maksimal. Pada studi ini dilakukan untuk menganalisis faktor penyebab kurang baiknya kinerja atau penurunan produktivitas kontraktor dalam pengelolaan sumber daya pada pelaksanaan proyek konstruksi di Sumetera Barat. Penelitian melakukan pengukuran tingkat variabel pada menggunakan skala likert. Analisis data menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui karakteristik tanggapan responden. Hasil dari analisis data menunjukan bahwa variabel dari tiap faktor menghasilkan hasil yang valid dan kredibel, data yang digunakan berdistribusi normal dan hasil uji KMO dan Bartlett menunjukan bahwa setiap variabel memenuhi kriteria pengujian dengan nilai hasil KMO dan Bartlett lebih besar dari 0,05. Faktor manajemen sumber daya yang berpengaruh terhadap produktivitas pelaksanaan proyek konstruksi di Sumatera Barat selama masa pandemi covid-19 yaitu manajemen sumber daya manusia dan manajemen sumber daya peralatan, dan faktor yang paling dominan yaitu manajemen sumber daya peralatan. Kesimpulan penelitian bahwa manajemen sumber daya memiliki pengaruh terhadap produktivitas pelaksanaan proyek sebesar 51,1%, hal ini dikarenakan bahwa untuk menyelesaikan proyek bukan hanya dipengaruhi oleh manajemen sumber daya, namun juga terdapat faktor cuaca, lingkungan, sosial, peraturan dan tingkat kesulitan pelaksanaan proyek yang dapat mempengaruhi produktivitas, oleh karena itu secara tingkat persentase sebesar 48,9% lainnya merupakan faktor lain yang dapat mempengaruhi produktivitas pelaksanaan proyek konstruksi di Sumatera Barat selama masa pandemi covid-19.
Pengaruh Limbah Batu Bata Terhadap Kuat Tekan Beton Hanifah Yulian; Nasfryzal Carlo; Indra Khaidir
Jurnal Teknik Sipil Vol 19 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v19i2.6176

Abstract

Brick is a common building material used by the community to make a building. However, not all of these bricks can be used if they do not match the size or are cracked or broken so that they become waste and cannot be recycled. This often happens and is left alone by the community so that sometimes it accumulates or is used as stockpile material. Therefore, it is necessary to research how the bricks that have become waste can be reused to be a substitute for fine aggregate in fc'20 quality concrete. The research was conducted at the Civil Engineering Laboratory of Bung Hatta University by experimenting with the design of fc'20 concrete mixtures with applicable standards. The variations in the design of the stone waste mixture were 0%, 13%, 14%, 15%, 16% and 17%. The compressive strength test for the quality of fc'20 was carried out at the age of 7 days, 14 days and 28 days. The results showed that at 7 days of age with 0% brick substitution, the concrete compressive strength was 13.16 MPa and 13.59 MPa at 14 days. It is estimated that at the age of 28 days it will produce a compressive strength of 20.90 MPa, successively with the composition of a mixture of bricks at 13%, 14%, 15%, 16% and 17% at the age of 7 days to produce a compressive strength of 13.59 MPa,13, 59 MPa, 14.58 MPa, 13.02 MPa, and 12.60 MPa. At the age of 14 days the compressive strength was 17.96 MPa, 18.12 MPa, 20.24 MPa, 19.82 MPa, and 19.25 MPa. At the age of 28 days, it is estimated that the compressive strength for fc'20 is 20.59 MPa, 23.00 MPa, 22.52 MPa, 22.84 MPa and 21.87 MPa. Based on these findings it was concluded that waste bricks can be used as a substitute for fine aggregate in the manufacture of concrete with the optimum composition at 14%. A mixture of brick waste that is still feasible to produce quality fc 20 concrete at a composition of 13%, 14%, 15% and 16%
Analisis Hubungan Kemampuan Dan Pengalaman Pekerja Konstruksi Terhadap Sertifikasi Kompetensi Jasa Konstruksi Ayu, Embun Sari; Khaidir, Indra; Widrev, Willy
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 18 No. 2 (2022)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.18.2.91-101.2022

Abstract

Sebagian besar tenaga kerja konstruksi di Indonesia merupakan tenaga ahli yang belum memiliki banyak pengalaman. Secara keseluruhan, bagian terbesar dari tenaga kerja terampilan maupun tenaga ahli tersebut berpendidikan sekolah dasar ke bawah. Masalah yang timbul adalah banyak diantara para pekerja tersebut tumbuh dan berkembang tanpa melalui proses yang didukung oleh pengetahuan teknik yang cukup. Undang-undang No. 2 tahun 2017 yang mengatur jasa konstruksi, dimana pada pasal 70 mengatakan bahwa dalam bidang jasa konstruksi mewajibkan setiap tenaga kerja memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja. Untuk itu dilakukan Penelitian kepada penyebaran tenaga kerja di Kota Padang dilihat dari sertifikasi, pengalaman, dengan memberikan gambaran mengenai hubungan kemampuan dan pengalaman tukang tradisional dalam bekerja terhadap sertifikasi kompetensi jasa konstruksi dengan melakukan penyebaran kuesioner pada proyek konstruksi di Kota Padang. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan informasi pada pemerintah daerah Provinsi Sumatera Barat pada umumnya dan Kota Padang pada khususnya mengenai tingkat kualifikasi tenaga kerja yang tersedia sehingga dapat dilakukan evaluasi kembali mengenai tindakan sesuai dengan pasal 2 tahun 2017 mengenai jasa konstruksi. Data yang digunakan dalam penelitian berupa data kuantitatif dengan hasil pengisian interpretasi persoalan sebagai instrumen penelitian. Metode yang digunakan berupa pengisian kuesioner dengan koresponden kepala tukang dan tukang (batu, kayu, besi/beton) pada proyek konstruksi di Kota Padang. Pengambilan sampel dilakukan pada 7 proyek dengan jumlah responden 90 orang yang terdiri dari mandor, tukang dan pekerja. Data yang diperoleh di analisis dengan uji statistik deskriptif dan uji instrumen. Berdasarkan hasil analisa penyebaran tenaga kerja di Kota Padang adalah tenaga kerja yang memiliki sertifikasi dengan persentase 34%, sedangkan yang belum bersertifikasi sebesar 66% dengan tingkat pengalaman responden selama < 1 tahun sebesar 36 % > 1 tahun sebesar 64%.
IMPLEMENTASI METODE PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (PDM) DALAM PENGENDALIAN PROYEK KONSTRUKS Indra Khaidir; Embun Sari Ayu; Mutiara Dwi Putri Andriani
JURNAL REKAYASA Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37037/jrftsp.v12i2.136

Abstract

Beberapa permasalahan yang menyebabkan tidak efisiennya pelaksanaan proyek seperti cuaca, harga material yang tinggi, pemberian izin yang memakan waktu oleh pemerintah serta lingkungan sekitar merupakan kelemahan kontraktor yang disebabkan karena dalam merencanakan penjadwalan maupun evaluasi dalam menggunakan teknologi sebagai pengelolaan konstruksi di lapangan. Para kontraktor pun dituntut untuk mengubah metode dalam pelaksanaan konstruksi dikarenakan pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sehingga sumber daya manusia diharapkan dapat meningkat agar dalam suatu proyek konstruksi mendapatkan hasil yang efisien baik dari segi waktu, mutu maupun biaya. Proyek Pembangunan RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi, Gedung Rawat Inap sebagai studi kasus pada penelitian ini dengan menggunakan metode penjadwalan proyek yaitu PDM (Precedence Diagram Method) sebagai penjadwalan dan pengendalian mutu. Fokus persoalan pada metode ini ada pada pembiayaan dan waktu dalam penyelesaian proyek dengan menekankan hubungan antara pemakaian beberapa tenaga kerja agar waktu dan biaya yang digunakan lebih efisien karena penambahan tenaga kerja. Hasil penelitian diperoleh bahwa pengambilan tenaga kerja dengan durasi waktu yang ditentukan menghasilkan waktu yang lebih efisien 160 hari dari durasi waktu awal yaitu 209 hari, begitu juga dengan pembiayaan yang lebih efisien dibandingkan dengan menambahkan jam kerja pada pekerja.
STRUCTURAL REVIEW OF HORIZONTALLY IRREGULAR BUILDINGS USING PUSHOVER AND TIME HISTORY ANALYSIS RM, Redha Arima; Zainal, Edwina; Khaidir, Indra
SIGMA TEKNIKA Vol 8, No 2 (2025): SIGMATEKNIKA, VOL. 8, N0. 2, NOVEMBER 2025
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v8i2.8358

Abstract

Padang City, the capital of West Sumatra, is one of the earthquake-prone regions in Indonesia due to its location between two of the world's active tectonic plates. In earthquake-resistant buildings, the geometry of the structural layout plays a crucial role in how the building responds to seismic forces. Regular, simple, and symmetrical structures tend to perform better during earthquakes compared to irregular ones. The purpose of the research is to evaluate the building's structural capacity under seismic loads, including identifying potential failure mechanisms. The analysis was carried out using the nonlinear pushover method with ETABS software to perform a performance-based design evaluation. The output parameters and structural performance assessment were based on the standards of the Applied Technology Council ATC-40, FEMA 356, and FEMA 440 guidelines. Based on the results, the maximum shear force the structure can withstand is 18,344.6041 kN with a displacement of 291.435 mm under Push-X, and 18,611.7226 kN with a displacement of 190.459 mm under Push-Y. These displacement values remain below the allowable limit of 2% of the building height (H), which is 442 mm. The analysis also revealed a maximum total drift of 0.013 in the X-direction and 0.010 in the Y-direction, while the maximum inelastic drift was 0.011 in the X-direction and 0.006 in the Y-direction. According to Drift Limitation performance parameters, the structure falls under the Damage Control (DC) performance level. Further nonlinear Time History analysis using different earthquake records showed the following maximum drift values Northridge 1994 Earthquake 2.45%, Kobe 1995 Earthquake 7.598%, Chichi Earthquake 5.757%, Scaled Padang Earthquake Record 2.174%. These results demonstrate how different earthquake events affect the performance of an irregular building and highlight the importance of conducting detailed seismic evaluations in earthquake-prone regions such as Padang.