Abstract: This study is motivated by the growing importance of Qur’anic narrative studies that are relevant to contemporary scholarship, particularly in exploring narrative patterns that remain relatively underexamined. The story of Prophet Solomon in the Qur’an encompasses themes of authority, miracles, and profound spiritual lessons. This research analyzes the modes of Qur’anic storytelling based on six narrative presentation patterns proposed in Syihabuddin Qalyubi’s stylistic framework. Employing a qualitative descriptive method, the study examines the narrative structure manifested in the selected verses. The findings reveal that four narrative patterns are clearly present: storytelling that begins with a summary of events, narration without a preliminary introduction, narration that opens with a climactic scene, storytelling that allows space for the reader’s imagination, and narration that explicitly embeds religious values. One pattern—narration that begins with a conclusion—was not identified in the analyzed verses. This study aims to contribute to the strengthening of Qur’anic narrative studies and to offer a more structured understanding of storytelling patterns as a foundation for further thematic exegesis and Islamic educational studies, particularly those related to the story of Prophet Solomon. Keywords: Prophet Sulaiman, Stylistics of the Qur'an, Pattern of Story Presentation. Abstrak: Dilatarbelakangi oleh pentingnya kajian naratif Al-Qur'an yang relevan dengan studi kontemporer, khususnya dalam upaya memahami pola penceritaan yang masih jarang dilakukan. Kisah Nabi Sulaiman dalam Al-Qur'an mengandung aspek kekuasaan, mukjizat, serta pelajaran spiritual. Penelitian ini menganalisis jenis penceritaan dalam Al-Qur’an berdasarkan enam pola pemaparan kisah yang terdapat dalam karya stilistika Syihabuddin Qalyubi. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif dan menelaah struktur penceritaan yang tampak dalam rangkaian ayat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat pola pemaparan kisah hadir secara jelas, yaitu pemaparan yang dimulai dengan ringkasan kisah, pemaparan tanpa pendahuluan, berawal dari adegan klimaks, pemaparan yang memberikan ruang bagi imajinasi pembaca, dan pemaparan yang menyisipkan nilai keagamaan. Satu pola lainnya, yaitu pemaparan yang berawal dari kesimpulan, tidak ditemukan dalam ayat ini. Tujuan penelitian ini adalah memberikan kontribusi terhadap penguatan kajian naratif Al-Qur'an serta menawarkan pemahaman yang lebih terstruktur mengenai pola penceritaan sebagai dasar bagi studi tafsir tematik dan pendidikan keislaman yang lebih lanjut, khususnya kisah Nabi Sulaiman. Kata Kunci: Nabi Sulaiman, Stilistika Al-Qur’an, Pola Pemaparan Kisah.