Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimasi Komposisi Emulgator Formulasi Lotion Dengan Bahan Aktif Ceramide dan Vitamin C Menggunakan Metode SLD Sawiji, Repining Tiyas; Valtina, Ni Putu; Putri, Kadek Mita Wulandari; Dewi, Ni Made Ayu Sukma; Nurjana, Novia Hayyu; Adityawan, Putu Agus Rama
Acta Holistica Pharmaciana Vol 5 No 2 (2023): Acta Holistica Pharmaciana
Publisher : School of Pharmacy Mahaganesha (Sekolah Tinggi Farmasi Mahaganesha)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62857/ahp.v5i2.156

Abstract

Kulit merupakan bagian tubuh yang memiliki peranan penting, permasalahan kulit yang sering terjadi yaitu kusam, kering hingga hiperpigmentasi sehingga diperlukan perlindungan agar tidak menyebabkan kerusakan berlebih pada kulit. Body lotion adalah salah satu kosmetika untuk perawatan kulit yang memiliki fungsi mengurangi dehidrasi pada kulit dan sebagai sumber lembab bagi kulit. Setil alkohol dan CMC-Na adalah agen emulgator yang sering digunakan dalam body lotion. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi proporsi emulgator dalam formulasi sediaan lotion dan menguji karakteristik fisik sediaan lotion serta uji hedonik yang berkaitan dengan kepuasan dan kenyamanan responden terhadap sediaan lotion yang telah dioptimasi. Optimasi formula dilakukan menggunakan metode simplex lattice design (SLD) pada software Design Expert 10.0.3. Desain D-optimal mixture akan digunakan untuk mengoptimasi konsentrasi dari emulgator berdasarkan karakteristik fisiknya yaitu viskositas dan daya sebar. Formulasi lotion optimum menggunakan campuran setil alhokol dan CMC-Na sebagai emulgator kemudian dievaluasi kembali terkait sifat-sifat fisik seperti homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, serta dilakukan uji hedonik. Komposisi setil alkohol dan CMC-Na sebagai emulgator berpengaruh terhadap karakteristik fisik sediaan lotion. Hasil formula optimum menggunakan software Design Expert yaitu formula 5 dengan kombinasi setil alkohol 1,75% dan CMC-Na 2,25% sebagai emulgator yang memliki daya sebar 5,03; pH 6,5; dan viskositas 2900 sebagai syarat suatu sediaan body lotion.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berdiferensiasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Peserta Didik Dewi, Ni Made Ayu Sukma; Ardana, I Made; Sudiarta, Phill I Gusti Putu
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v4i1.302

Abstract

Hasil belajar matematika peserta didik di SMK Negeri 5 Denpasar saat ini masih tergolong rendah, salah satu penyebabnya adalah kurangnya minat dan motivasi belajar peserta didik. Ada peserta didik yang memiliki gaya belajar visual (belajar melalui indera penglihatannya), gaya belajar auditori (belajar melalui indera pendengaran) dan gaya belajar kinestetik (belajar melalui pengalaman langsung). Ketiga jenis media tersebut disiapkan secara bersamaan untuk satu Kompetensi Dasar yaitu peluang suatu kejadian, sehingga peserta didik dapat memilih sendiri media pembelajaran yang cocok dengan gaya belajar masing-masing. Kualitas media pembelajaran yang dikembangkan diukur berdasarkan validitas, kepraktisan dan efektifitasnya dalam meningkatkan hasil belajar baik dalam ranah kognitif (pengetahuan), ranah afektif (aktivitas dan motivasi belajar) serta ranah psikomotorik (keterampilan). Memenuhi syarat validitas isi berarti media pembelajaran telah sesuai dengan prosedur pengembangan Plomp dan karakteristik pembelajaran berdiferensiasi. Untuk validitas konstruk dinilai oleh dua orang pakar media pembelajaran dengan kategori sangat valid karena skor rata-rata berada pada rentang Untuk tingkat kepraktisan penggunaan media pembelajaran berdasarkan angket respon peserta didik dan pendidik memiliki kategori praktis karena skor rata-rata berada pada rentang . Tingkat efektifitas media dalam ranah kognitif yaitu 67,25 dengan kategori sangat baik, ranah afektif dengan rata-rata skor aktivitas peserta didik 3,51 dengan kategori sangat aktif dan ranah psikomotorik ketuntasan klasikal peserta didik sebesar 90%.
Identifikasi Profil Sidik Jari (Fingerprint) Fitokimia, Kadar Total Fenol dan Kadar Total Flavonoid pada Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Yanti, Ni Luh Putu Kris Monika; Dewi, Ni Made Ayu Sukma; Suryanadi, Ni Kadek Ayu; Anggrayani, Putri Siswati
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.1025

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang kaya akan tanaman obat, salah satunya daun kelor (Moringa oleifera L.) yang dikenal memiliki beragam metabolit sekunder seperti flavonoid, fenol, tanin, saponin, alkaloid, dan steroid/triterpenoid. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi profil fitokimia, total fenol, dan flavonoid daun kelor menggunakan KLT dan spektrofotometri UV-Vis. Setelah determinasi, pembuatan simplisia, dan ekstraksi dengan etanol 96% dan etil asetat, hasilnya menunjukkan simplisia dan ekstrak kelor mengandung metabolit sekunder. Analisis sidik jari fitokimia dengan KLT menunjukkan perbedaan kandungan senyawa berdasarkan asal tanaman, sementara ekstrak etanol 96% terbukti lebih efektif dalam mengekstraksi total fenol dan flavonoid secara signifikan dibandingkan ekstrak etil asetat. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, Independent Sample T-Test, dan Mann-Whitney. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa simplisia dan ekstrak daun kelor positif mengandung metabolit sekunder. Analisis fingerprint menggunakan KLT memperlihatkan variasi pola bercak pada ekstrak dari daerah berbeda, yang mengindikasikan adanya perbedaan kandungan senyawa. Kandungan total fenol pada ekstrak etil asetat dan etanol 96% masing-masing 253,12 mg GAE/g dan 278,57 mg GAE/g, serta kadar flavonoid masing-masing 537,4 mg QE/g dan 593,4 mg QE/g. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% lebih efektif secara signifikan dibandingkan etil asetat dalam mengekstraksi senyawa bioaktif daun kelor.