Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Formulasi Krim Ekstrak Daun Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus L.) dan Daun Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) sebagai Antioksidan dan Antibakteri Yanti, Ni Luh Putu Kris Monika; Unique, I Gusti Ayu Nadia Prasta; Dewi, Putu Indra Cyntia; Putra, I Putu Gede Pramana; Sukratini, Ni Luh; Iman, Arif Al
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.634

Abstract

Penyakit kulit, mulai dari jerawat hingga psoriasis, merupakan masalah umum yang mempengaruhi banyak individu dalam masyarakat. Masalah ini tidak hanya mereduksi kepercayaan diri tetapi juga berdampak pada kesehatan mental. Reactive Oxygen Species (ROS) menjadi salah satu penyebab utama penyakit kulit, termasuk jerawat, melalui mekanisme peroksidasi lipid dan inflamasi. Resistensi bakteri terhadap antibiotik telah meningkat, menimbulkan tantangan dalam penanganan jerawat. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi aktivitas antioksidan dan antibakteri dari ekstrak daun cabai rawit (Capsicum frutescens L.) dan kumis kucing (Orthosiphon aristatus L.) serta membandingkan ekstrak tunggal dan sediaan krimnya. Metode yang dilakukan pada penilitian ini terdiri dari determinasi tanaman, pembuat ekstrak, formulasi sediaan, evaluasi sediaan fisik, uji aktivitas antioksidan, dan uji aktivitas antibakteri. Hasil yang telah diperoleh aktivitas antioksidan ekstrak daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus L.) dan daun cabai rawit (Capsicum frutescens L.) berturut-turut adalah 38,95 ppm dan 24,62 ppm yang tergolong aktivitas sangat kuat, sedangkan untuk kedua sediaan krim aktivitas yang kuat ditunjukkan pada formula F3 konsentrasi ekstrak 15% karena memiliku nilai IC50 pada rentang 50-100 ppm. Perolehan nilai KHM (Konsentrasi Hambat Minimum) pada ketiga formula baik krim daun kumis kucing dan krim daun cabai rawit bervariasi terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis, dilihat dari pengujian aktivitas antioksidan dan antibakteri pada pengujian antioksidan ekstrak lebih memiliki nilai antioksidan yang baik sedangkan untuk antibakteri sediaan krim memiliki potensi dikembangkan lebih lanjut, karena mampu menghambat pertumbuhan bakteri S. epidermidis.
Identifikasi Profil Sidik Jari (Fingerprint) Fitokimia, Kadar Total Fenol dan Kadar Total Flavonoid pada Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Yanti, Ni Luh Putu Kris Monika; Dewi, Ni Made Ayu Sukma; Suryanadi, Ni Kadek Ayu; Anggrayani, Putri Siswati
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.1025

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang kaya akan tanaman obat, salah satunya daun kelor (Moringa oleifera L.) yang dikenal memiliki beragam metabolit sekunder seperti flavonoid, fenol, tanin, saponin, alkaloid, dan steroid/triterpenoid. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi profil fitokimia, total fenol, dan flavonoid daun kelor menggunakan KLT dan spektrofotometri UV-Vis. Setelah determinasi, pembuatan simplisia, dan ekstraksi dengan etanol 96% dan etil asetat, hasilnya menunjukkan simplisia dan ekstrak kelor mengandung metabolit sekunder. Analisis sidik jari fitokimia dengan KLT menunjukkan perbedaan kandungan senyawa berdasarkan asal tanaman, sementara ekstrak etanol 96% terbukti lebih efektif dalam mengekstraksi total fenol dan flavonoid secara signifikan dibandingkan ekstrak etil asetat. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, Independent Sample T-Test, dan Mann-Whitney. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa simplisia dan ekstrak daun kelor positif mengandung metabolit sekunder. Analisis fingerprint menggunakan KLT memperlihatkan variasi pola bercak pada ekstrak dari daerah berbeda, yang mengindikasikan adanya perbedaan kandungan senyawa. Kandungan total fenol pada ekstrak etil asetat dan etanol 96% masing-masing 253,12 mg GAE/g dan 278,57 mg GAE/g, serta kadar flavonoid masing-masing 537,4 mg QE/g dan 593,4 mg QE/g. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% lebih efektif secara signifikan dibandingkan etil asetat dalam mengekstraksi senyawa bioaktif daun kelor.
ANTIBACTERIAL ACTIVITY TEST OF FENNEL LEAVES AND STEMS (Foeniculum vulgare Mill.) AGAINST BACTERIA Cutibacterium acnes AND Staphylococcus epidermidis Yanti, Ni Luh Putu Kris Monika; Dasilva, Madahlena Isaura; Andreani, Putu Ririn; Suardiana, I Kadek
Journal Pharmaceutical Science and Application Vol. 7 No. 2 (2025): Journal Pharmaceutical Science and Application
Publisher : Pharmacy Department, Math and Sciences Faculty, Udayana Univerity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPSA.2025.v07.i02.p02

Abstract

Background: Acne vulgaris is a common skin problem that often affects adolescents and young adults, caused by the bacteria Cutibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis. The use of synthetic antibiotics for acne treatment can lead to resistance; therefore, it is necessary to develop alternative natural ingredients that can act as a companion or complementary therapy, such as fennel plants (Foeniculum vulgare Mill.). Objective: To identify and compare the antibacterial activity of ethanol extracts of fennel leaves and stems against C.acnes and S.epidermidis. Methods: Extraction is carried out by maceration using 96% ethanol. Antibacterial tests were carried out in vitro using disc diffusion methods with concentrations of 50%, 75%, and 100%. Tetracycline 1% is used as a positive control, and DMSO 10% as a negative control. Results: Extracts of fennel leaves and stems exhibited antibacterial activity. The diameter of the inhibition zone increased with increasing extract concentration, with the leaves extract showing greater antibacterial activity than the stems extract. Conclusion: The results of the antibacterial activity test showed that ethanol extracts of leaves and fennel stems were able to inhibit the growth of C. acnes and S. epidermidis, with an average inhibition zone of leaf extract that was more optimal than that of stems.