Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kajian Konsentrasi Pemberian Air Limbah Cucian Beras pada Pertumbuhan, Hasil dan Kualitas Sawi Pagoda (Brassica Narinosa L.) Syaimah, Siti Nur; Purnamasari, Retno Tri
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 8, No 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v8i1.94

Abstract

Pertumbuhan sawi pagoda dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kesuburan tanah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan pupuk organik cair (POC) sebagai sumber utama yaitu air limbah pencucian beras. Penelitian dilakukan di Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok non faktorial dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan P0: 0% tanaman-1; P1: 20% tanaman-1; P2: 40% tanaman-1; P3: 60% tanaman-1; P4: 80% tanaman-1; P5: 100% tanaman-1. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat segar tanaman bagian atas, berat segar tanaman bagian bawah, berat segar tanaman total, berat tanaman-1 saat panen dan kadar gula. Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa penerapan air cucian beras POC pada budidaya sawi pagoda dapat meningkatkan pertumbuhan, hasil dan kualitas sawi pagoda tersebut. Perlakuan dengan konsentrasi 100% memberikan hasil yang lebih tinggi pada semua parameter yang diamati.
PENGATURAN TEMPERATUR AIR HIDROPONIK MENGGUNAKAN WATER HEATER Zulfarosda, Ratna; Tri Purnamasari, Retno; Syaimah, Siti Nur; Fauziyah, Aidah
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v9i2.6016

Abstract

Temperatur udara termasuk dalam komponen iklim mikro yang berpengaruh temperatur air hidroponik. Petani hidroponik mengatasi temperatur air yang tinggi dengan menggunakan paranet, peletakan tandon di dalam tanah, atau melindungi tandon dari sinar matahari untuk menjaga air tetap dingin. Beberapa penelitian mengaplikasikan sistem otomatis untuk mengatur temperatur air hidroponik. Namun, peralatan yang digunakan cukup rumit dan mahal sehingga perlu alternatif yang dapat diterapkan petani dengan mudah dan terjangkau. Penggunaan water heater sebagai pengatur temperatur air akuarium banyak digunakan tetapi hasil riset pada tanaman hidroponik masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendapatkan data dan informasi pertumbuhan serta hasil panen berdasarkan perbedaan temperatur air hidroponik yang diatur menggunakan water heater. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan menggunakan sistem Nutrient Film Technique (NFT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa water heater tidak mampu mempertahankan temperatur air sesuai perlakuan yang ditentukan (22, 24, 26 dan 28°C). Temperatur air yang relatif seragam (29.54 – 30.42°C) dapat menghasilkan berat segar serta berat kering tanaman dan akar yang berbeda. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kondisi temperatur air (temperatur daerah akar) dan udara yang seimbang, mampu menghasilkan berat segar tanaman yang maksimal.
ANALISIS PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) HIDROPONIK DENGAN PERBEDAAN TEMPERATUR AIR Syaimah, Siti Nur; Zulfarosda, Ratna; Purnamasari, Retno Tri; Arifin, A. Zainul
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i2.18316

Abstract

Pertumbuhan tanaman selada hidroponik dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu temperatur air hidroponik, dimana temperatur air berkaitan dengan penyerapan unsur hara dan berpengaruh pada pertumbuhan dan hasil tanaman selada tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober tahun 2024 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Merdeka Pasuruan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial terdiri dari lima perlakuan. Adapun perlakuannya yaitu T0 : Tanpa pengatur temperatur air; T1 : Pengatur temperatur air 22℃ menyala selama 24 jam; T2 : Pengatur temperatur air 25℃ menyala selama 24 jam; T3 : Pengatur temperatur air 28℃ menyala selama 24 jam; T4 : Pengatur temperatur air 31℃ menyala selama 24 jam. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, bobot segar daun, bobot segar total tanaman, bobot kering daun, bobot kering total tanaman, laju asimilasi bersih (LAB), laju pertumbuhan relatif (LPR), harga satuan daun (HSD), bobot tanaman-1, bobot tanaman plot-1. Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa perlakuan perbedaan pengatur temperatur air pada penelitian ini tidak memberikan pengaruh pada pertumbuhan dan juga hasil tanaman selada dikarenakan alat pengatur temperatur yang digunakan tidak mampu mempertahankan pada temperatur yang diinginkan sesuai dengan perlakuan. Sehingga diduga pertumbuhan dan hasil pada penelitian ini dipengaruhi oleh faktor lain seperti pH dan juga kadar hara terlarut.