Rudy Syafariansyah
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk. PERIODE 2019-2022 Sri, Wahyuti; Ali Mushofa; Rudy Syafariansyah; Aprianti, Dian Irma; Syachranie, Saparliddin; Zulkifli; Pahlepi, Muhammad Reza
OBOR: Oikonomia Borneo Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/obor.v5i2.2938

Abstract

Penelitan ini untuk menilai kinerja keuangan pada perusahaan PT. Indofood sukses makmur tbk. Periode 2019-2022 Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Alat analisis yang digunakan untuk menghitung dan menganalisis laporan keuangan pt. Indofood sukses makmur tbk dengan analisis rasio keuangan (rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas, dan rasio aktivitas). Hasil penelitian ini Hasil rasio likuiditas pada current ratio jika dibandingkan dengan tahun 2019-2022 standar industri sejenis maka berada dibawah standar rata-rata industri sejenis, selama 4 tahun. Hasil rasio solvabilitas pada debt to equity jika dibandingkan dengan rata-rata standar industri sejenis maka berada dibawah standar rata-rata industri sejenis, pada tahun 2019, sedangkan untuk tahun 2020 berada diatas rata-rata industri sejenis, untuk tahun 2021 dan 2022 berada di bawah rata-rata standar industri sejenis. Hasil rasio aktivitas pada total asset turn over jika dibandingkan dengan tahun 2019-2022 standar industri sejenis maka berada dibawah standar rata-rata industri sejenis, selama 4 tahun. Hasil rasio Profitabilitas pada return on equity ratio jika dibandingkan dengan tahun 2019-2022 standar industri sejenis maka berada diatas standar rata-rata industri sejenis, selama 4 tahun
PENGARUH STRUKTUR MODAL, KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DAN PEMBAGIAN DIVIDEN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA SUB-SEKTOR PERTAMBANGAN BATU BARA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2019-2023: PENGARUH STRUKTUR MODAL, KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DAN PEMBAGIAN DIVIDEN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA SUB-SEKTOR PERTAMBANGAN BATU BARA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2019-2023 Sri wahyuti; Rudy Syafariansyah; nur nabilla; agus riyanto
Jurnal Ekonomika: Manajemen, Akuntansi, dan Perbankan Syari'ah Vol. 14 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Economic Faculty, University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/je.v14i1.3473

Abstract

This study aims to analyze and test the effect of capital structure, company financial performance, and dividend distribution on company value in the coal mining sub-sector listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2019-2023. The research method used is quantitative with secondary data obtained from the official website of the Indonesia Stock Exchange (www.idx.co.id). The independent variables in this study include capital structure as measured by Debt to Equity Ratio (DER), financial performance as measured by Return on Assets (ROA), and dividend distribution as measured by Dividend Payout Ratio (DPR), while the dependent variable is company value as measured by Price to Book Value (PBV). The results showed that capital structure did not have a significant effect on company value with a t-count value of -1.563 and a significance of 0.128> 0.05. Company financial performance also did not have a significant effect on company value with a t-count value of -1.429 and a significance of 0.163> 0.05. Likewise, dividend distribution does not have a significant effect on company value with a t-count value of -0.517 and a significance of 0.609> 0.05. The results of the simultaneous test also show that the three independent variables together do not have a significant effect on company value with an F-count value of 2.225 <F-table 3.16 and a significance of 0.105> 0.05. The coefficient of determination value of 0.177 indicates that only 17.7% of the variation in company value can be explained by the three independent variables, while the remaining 82.3% is explained by other factors outside the research model. This study highlights the importance of exploring other determinant factors that may be more relevant in the formation of company value in the coal mining industry
ANALISIS KINERJA KEUANGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC VALUE ADDED, MARKET VALUE ADDED, FINANCIAL VALUE ADDED DAN REFINED ECONOMIC VALUE ADDED PADA PERUSAHAAN DI BURSA EFEK INDONESIA SEKTOR ENERGI PERIODE 2019-2023 Rudy Syafariansyah; Agus Riyanto; Hendra
OBOR: Oikonomia Borneo Vol. 7 No. 1 (2025): April
Publisher : University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/obor.v7i1.3437

Abstract

The study aims to analyze the financial performance of energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2019-2023 period. The evaluation was carried out using four value-added methods, namely EVA, MVA, FVA and REVA.This type of research uses descriptive quantitative, with the object of research on three coal mining sub-sector companies, namely PTBA, SMMT and TCPI. Data obtained from the company's annual financial statements over a five-year period. The results showed that each company has diverse financial performance. PT Bukit Asam Tbk shows a more stable and positive performance than the other two companies. The analysis with the four methods provides relevant information to evaluate the sustainability of value creation and strategic decision making, especially in the energy sector that faces global challenges and energy transition regulations.
STUDI KOMPARATIF KINERJA WIRAUSAHA/PELAKU ‎UMKM DALAM ‎PERSFEKTIF GENDER PADA INDUSTRI ‎KREATIF DI KOTA SAMARINDA Setiawati, Erni; Rudy Syafariansyah; Siti Rohmah; Agus Riyanto; Linda Memi Zhara; Chrisna Monica Asa
Jurnal Ekonomika: Manajemen, Akuntansi, dan Perbankan Syari'ah Vol. 15 No. 1 (2026): Maret (In Press)
Publisher : Economic Faculty, University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/je.v15i1.3912

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja wirausaha/pelaku UMKM ‎perempuan ‎dan ‎laki-laki dalam industri kreatif. Melalui pendekatan kuantitatif, ‎penelitian ini akan ‎menganalisis ‎perbedaan kinerja yang signifikan antara kedua ‎kelompok. Subjek penelitian ‎adalah para ‎‎wirausaha/pelaku UMKM yang bergerak ‎di sektor industri kreatif yang ada di 10 ‎‎Kecamatan di ‎Kota Samarinda. ‎Penentuan jumlah sampel secara proporsional, sehingga ‎terdapat minimal 100 ‎‎hingga maksimal 150 orang responden. ‎Sumber data penelitian ini ‎menggunakan ‎sumber data ‎primer yang dikumpulkan secara langsung dari para ‎‎wirausaha/pelaku ‎UMKM di Kota ‎Samarinda. Instrumen pengumpulan data menggunakan ‎‎kuisioner. Untuk variabel dependen ‎‎(kelompok yang ingin diprediksi) bersifat ‎kategorik ‎‎(skala ‎nominal atau ordinal) dan variabel ‎independen (variabel prediktor) ‎‎bersifat numerik (skala ‎interval atau rasio). Untuk ‎pertanyaan ‎terbuka memberikan ‎ruang bagi responden untuk ‎memberikan ‎jawaban yang lebih bebas dan ‎rinci. ‎Penelitian ini menggunakan ‎Analisis ‎Komparatif Deskriptif dan Analisis ‎Komparatif ‎Inferensial, menggunakan uji statistik Uji-t ‎‎Independen (Independent ‎Samples t-Test) dan Uji ‎Mann-Whitney U‎. Variabel-variabel dalam ‎penelitian ini ‎adalah variabel dependen yaitu ‎kinerja ‎wirausaha UMKM sebagai variabel ‎‎dependen kategorikal dengan pengelompokan Group 1 ‎‎adalah wirausaha laki-laki ‎dan Group 2 ‎adalah wirausaha perempuan. Untuk ‎variabel ‎independen Usia (X1), ‎Pendidikan ‎‎(X2), ‎Frekuensi Pelatihan (X3), Skala Usaha (X4), Lama ‎Usaha (X5), ‎Jumlah ‎Tenaga Kerja (X6), ‎Omset Usaha (X7). ‎ Penelitian ini melibatkan 150 ‎‎responden pelaku UMKM industri kreatif ‎di ‎Kota Samarinda, terdiri dari 68 ‎wirausaha laki-laki ‎‎(45,3%) dan 82 ‎wirausaha perempuan ‎‎(54,7%). Industri kreatif ‎yang mendominasi adalah ‎‎kuliner (35%), fashion (30%), kerajinan ‎tangan (20%), ‎dan jasa digital (15%). ‎Berdasarkan hasil ‎uji statistik Uji-t ‎Independen dan Uji ‎‎Mann-Whitney U‎; Usia (X1); secara rata-rata dan standar ‎deviasinya, wirausaha ‎laki-laki ‎memiliki usia ‎sedikit lebih tua (34,5 ± 7,2 tahun) dibandingkan ‎wirausaha ‎perempuan ‎‎(32,1 ± ‎‎6,8 tahun). Pendidikan (X2);‎ tingkat pendidikan formal ‎wirausaha ‎laki-laki secara rata-rata ‎sedikit ‎lebih tinggi (3,8 ± 0,9 D3/S1) ‎dibandingkan wirausaha ‎perempuan (3,5 ± 0,8 SMA/D3). ‎‎Frekuensi Pelatihan ‎‎(X3)‎; wirausaha perempuan rata-rata ‎mengikuti lebih banyak ‎pelatihan ‎‎(5,3 ± 2,1 ‎kali) dibandingkan wirausaha laki-laki (4,1 ± 1,8 ‎‎kali). Skala Usaha (X4);‎ wirausaha ‎laki-laki memiliki skala ‎usaha yang sedikit lebih besar (2,9 ± ‎‎0,7 rata-‎rata mendekati usaha ‎‎menengah) dibandingkan wirausaha perempuan (2,5 ± 0,6 ‎rata-rata ‎‎mendekati usaha kecil). ‎Lama Usaha (X5); wirausaha laki-laki memiliki ‎rata-rata lama usaha (6,2 ‎‎± 3,1 ‎tahun), ‎sedangkan wirausaha perempuan (5,8 ± 2,9 ‎tahun). Jumlah Tenaga Kerja (X6); ‎wirausaha ‎laki-‎laki mempekerjakan rata-rata ‎‎(7,8 ± 4,3 orang), sedangkan wirausaha ‎perempuan ‎‎mempekerjakan rata-rata (5,1 ± ‎‎3,2 orang). Omset Usaha (X7); omset usaha bulanan ‎wirausaha ‎‎laki-laki secara rata-‎rata lebih tinggi (35,2 ± 18,5 juta Rupiah) ‎dibandingkan wirausaha ‎‎perempuan ‎‎(28,7 ± 15,9 juta Rupiah).‎