Rantau , Afmita Natasyapanca
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengungkapan Diri Jendela Johari Remaja Akhir Penggemar K-pop di Twitter Rantau , Afmita Natasyapanca; Kartika, Risma
Publish: Basic and Applied Research Publication on Communications Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/publish.v3i1.6575

Abstract

Seiring perkembangan teknologi informasi, media sosial bukan sebagai wadah untuk memperoleh informasi saja, melainkan sebagai ruang untuk melakukan pengungkapan diri. Salah satunya media sosial Twitter yang digunakan oleh remaja akhir penggemar K-pop untuk mengungkapkan diri mereka. Adanya anggapan negatif yang didapat dari penggemar K-pop membuat mereka merasa khawatir ketika ingin menunjukkan minat mereka terhadap K-pop. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengungkapan diri yang dilakukan remaja akhir penggemar K-pop di Twitter jika ditinjau melalui teori Johari Window. Konsep yang digunakan adalah pengungkapan diri, remaja akhir, penggemar K-pop, dan Twitter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan unit analisisnya adalah remaja akhir penggemar K-pop yang melakukan pengungkapan diri pada Twitter. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi berupa tangkapan layar dari akun Twitter partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bentuk pengungkapan diri yang dilakukan remaja akhir penggemar K-pop masuk ke dalam Jendela Johari yang memiliki daerah terbuka (open self) lebih besar dibandingkan dengan ketiga daerah lainnya. Walaupun terdapat daerah tersembunyi (hidden self) masih ditutupi yaitu mengenai identitas aslinya. Namun, ketiga informan sudah terbuka dalam mengungkapkan diri sebagai penggemar K-pop di Twitter dibandingkan dengan media sosial lainnya karena Twitter menjadi media yang nyaman dan aman untuk mengungkapkan diri mereka sebebas mungkin.