Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

IDENTIFIKASI ENAM KATEGORI KEGIATAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PT. KARETA API INDONESIA (PERSERO) DAERAH OPERASI 1 JAKARTA (STUDI PADA PRORGAM KESEHATAN RAIL CLINIC) Kartika, Risma; Dewi, Restukartika
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol 3 No 1 (2018): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi,Bahasa, dan Budaya
Publisher : Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.882 KB) | DOI: 10.33558/makna.v3i1.840

Abstract

Demi menjaga hubungan baik antara perusahaan atau organisasi dengan publik danmenunjang tercapainya tujuan sebuah perusahaan, Humas PT. Kereta Api Indonesia(PERSERO) Daerah Operasi 1 Jakarta melakukan kegiatan-kegiatan yang disebutCorporate Social Responsibility. Kegiatan tersebut adalah komitmen BUMN untukmeningkatkan kesejahteraan komunitas melalui praktik bisnis yang baik danmengkontribusikan sebagian sumber daya BUMN. Tujuan Corporate SocialResponsibility adalah kegiatan eksternal humas untuk meningkatkan hubunganperusahaan dengan publik atau masyarakat dan sebagai tanggung jawab dari pemerintahyang harus dilakukan pada perusahaan BUMN. Penelitian ini bertujuanmengidentifikasi dan mengkategorikan enam kegiatan Corporate Social Responsibilityyang dilakukan humas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan caramelakukan wawancara mendalam kepada informan. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa humas PT. Kereta Api Indonesia (PERSERO) Daerah Operasi 1 Jakartamelakukan penerapan Corporate Social Responsibility pada Program Kesehatan RailClinic dengan bertanggungjawab, profesional dan sesuai dengan peraturan pemerintahdalam menjalankan Corporate Social Responsibility dan tugas pokok dan fungsiperusahaan. Humas PT. Kereta Api Indonesia (PERSERO) Daerah Operasi 1 Jakartamampu melaksanakan Corporate Social Responsibility program Rail Clinic dalam enamkategori kegiatan Corporate Social Responsibility yaitu Cause Promotions, CauseRelated Marketing, Corporate Societal Marketing, Corporate Philanthropy, CommunityVolunteering, dan Socially Responsible Business Practice.   To keep a good relationship between a company/organization with public as well as tosupport the goal of said company, public relations of Humas PT. Kereta Api Indonesia(PERSERO) Daerah Operasi 1 Jakarta did several external activities as a part ofCorporate Social Responsibility. Public relations of said company performed thoseactivities to improve the relationship of the company with public and a responsibilityfrom the government to a state-owned enterprise like PT. Kereta Api Indonesia. This study aims to identify and categorize six activities of Corporate Social Responsibilityconducted by public relations of Humas PT. Kereta Api Indonesia (PERSERO) DaerahOperasi 1 Jakarta. To obtain the results, this study used a qualitative method byinterviewing an informant. The results show public relations of Humas PT. Kereta ApiIndonesia (PERSERO) Daerah Operasi 1 Jakarta had successfully and professionallyconducted Corporate Social Responsibility in a health program called Rail Clinicaccording to the government regulations toward Corporate Social Responsibility aswell as the main tasks and functions of the company. Furthermore, humas PT. KeretaApi Indonesia (PERSERO) Daerah Operasi 1 Jakarta conducted the Rail Clinicprogram according to six categories of Corporate Social Responsibility; CausePromotions, Cause Related Marketing, Corporate Societal Marketing, CorporatePhilanthropy, Community Volunteering, dan Socially Responsible Business Practice. 
THE RELATIONAL DIALECTIC OF SINGLE MOTHER Kartika, Risma
KOMUNIKOLOGI: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 20, No 02 (2023): Komunikologi
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jkomu.v20i02.695

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta semakin meningkatnya jumlah ibu tunggal di Indonesia. Posisi ibu tunggal menjadi dilematis. Pertama, karena menjadi ibu tunggal bukanlah suatu keinginan. Kedua, para ibu tunggal memiliki beban, di samping harus memenuhi kebutuhan ekonomi, juga menjalankan rumah tangga sehari-hari. Di sisi lain, dominasi budaya patriarki selalu menghadang ibu tunggal. Di mulai dari akses sumberdaya ekonomi sampai stigma lingkungan. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis, pendekatan kualitatif dan studi kasus tunggal instrumental. Informan empat ibu tunggal menceritakan dialog/hubungan mereka dengan keluarga, teman dan lingkungan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan penelusuran dokumen. Hasil penelitian menunjukkan, dua kategori dialektika relasional telah terjadi di keluarga, teman, dan lingkungan ibu tunggal. Dialektika internal pada negosiasi identitas, resiliensi, dan artikulasi rasional kebebasan serta dialektika eksternal pada konflik peran, sublimasi dukungan, dan semangat berbagi. Kebaruan penelitian ini adalah menciptakan model dialektika ibu tunggal dialektika adaptif untuk keluarga, teman dan lingkungan.
Parent And Child With Autism Interpersonal Communication In Distance Learning Muhamad Hafiz Nugraha, Hafiz; Kartika, Risma
Jurnal InterAct Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal InterAct
Publisher : School of Communication - Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/interact.v12i1.4317

Abstract

Anak autisme memiliki cara yang unik dalam bersosialisasi dengan orang lain, karena umumnya mereka lebih fokus dengan dirinya sendiri. Anak autisme di sebut memiliki keunikan tersendiri dalam berkomunikasi dan juga berinteraksi. Dengan keunikan yang dimilikinya, maka diperlukan proses komunikasi yang sesuai antara orang tua kepada anak autisme, khususnya dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) seperti yang dilakukan melalui aplikasi instant massenger whatsapp. PJJ terjadi dikarenakan adanya pandemi COVID-19. Penelitian ini ini menggunakan konsep lima efektifitas komunikasi antarpersona, pembelajaran jarak jauh, orang tua, dan anak autisme. Metodologi yang digunakan metode kualitatif dan deskriptif. Data yang didapat menggunakan wawancara. Wawancara dilakukan dengan sepasang orang tua dari anak autism kategori sedang. Hasil dari temuan menjelaskan bahwa penyampaian materi PJJ, dapat dimengerti, karena telah menerapkan lima efektifitas komunikasi antarpersona Devito: keterbukaan, mendukung, empati, positif, dan kesetaraan. Hal ini dikarenakan kesesuaian saluran komunikasi yang disampaikan oleh orang tua kepada anak autisme kategori sedang ketika sedang berkomunikasi. Penelitian ini juga menemukan hambatan ketika proses komunikasi sedang berlangsung. Namun orang tua dapat mengatasinya dengan menerapkan lima efektifitas komunikasi antarpersona. Selain itu anak autisme kategori sedang juga dapat menunjukan interaksi komunikasi kepada orang tuanya, dengan menatap mata langsung/fokus kepada orangtuanya.
Pengungkapan Diri Jendela Johari Remaja Akhir Penggemar K-pop di Twitter Rantau , Afmita Natasyapanca; Kartika, Risma
Publish: Basic and Applied Research Publication on Communications Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/publish.v3i1.6575

Abstract

Seiring perkembangan teknologi informasi, media sosial bukan sebagai wadah untuk memperoleh informasi saja, melainkan sebagai ruang untuk melakukan pengungkapan diri. Salah satunya media sosial Twitter yang digunakan oleh remaja akhir penggemar K-pop untuk mengungkapkan diri mereka. Adanya anggapan negatif yang didapat dari penggemar K-pop membuat mereka merasa khawatir ketika ingin menunjukkan minat mereka terhadap K-pop. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengungkapan diri yang dilakukan remaja akhir penggemar K-pop di Twitter jika ditinjau melalui teori Johari Window. Konsep yang digunakan adalah pengungkapan diri, remaja akhir, penggemar K-pop, dan Twitter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan unit analisisnya adalah remaja akhir penggemar K-pop yang melakukan pengungkapan diri pada Twitter. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi berupa tangkapan layar dari akun Twitter partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bentuk pengungkapan diri yang dilakukan remaja akhir penggemar K-pop masuk ke dalam Jendela Johari yang memiliki daerah terbuka (open self) lebih besar dibandingkan dengan ketiga daerah lainnya. Walaupun terdapat daerah tersembunyi (hidden self) masih ditutupi yaitu mengenai identitas aslinya. Namun, ketiga informan sudah terbuka dalam mengungkapkan diri sebagai penggemar K-pop di Twitter dibandingkan dengan media sosial lainnya karena Twitter menjadi media yang nyaman dan aman untuk mengungkapkan diri mereka sebebas mungkin.
Management of late adolescent privacy communications to step-parents Kartika, Risma; Qodriyah, Shafira Sholihatul
Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2023): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No.152/E/KPT/2023
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/bricolage.v9i2.4260

Abstract

Families with stepparents are common in Indonesia and are not considered taboo by society. The relationship between late adolescents and stepparents in a family environment will show different quality of communication, however the delivery of personal information in an interaction can affect the relationship between the two. Communication Privacy Management (CPM) which focuses on individual management in processing their privacy, which is reviewed from 5 elements, namely, Private Information, Privacy Boundaries, Control and Ownership, Rule-Based Management and Privacy. Management Dialectics. This study looked at how late adolescents manage their personal communication management in establishing relationships with their stepparents. This study uses qualitative methods and forms a description of the data observed by the researcher. The results of this research indicate that the decision to choose to disclose and not to disclose personal information is based on existing privacy limitations, the more intimacy is attached to the relationship, the smaller the privacy barrier. However, there is intimacy between late adolescence and stepparent, late adolescence still has hidden information that is not disclosed.
INTERPERSONAL COMMUNICATION OF THE HEALING CYCLING CLUB COMMUNITY IN BUILDING SOLIDARITY Kartika, Risma; Luhur , Purwoadji Pambudhi
Moestopo International Review on Social, Humanities, and Sciences Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/mirshus.v5i2.136

Abstract

This study analyzes the role of interpersonal communication in building community solidarity within the Healing Cycling Club (HCC). Founded in 2020, this cycling community integrates cycling activities with the concept of healing, emphasizing togetherness, solidarity, and social support. The findings indicate that five qualities of interpersonal communication according to DeVito. Openness, empathy, supportive attitude, positive attitude, and equality are actively practiced in the daily interactions of HCC members. Openness is manifested through sharing information and personal experiences, building trust. Empathy is shown through genuine care and mutual support, both during cycling activities and in facing personal challenges. Supportive and positive attitudes are reflected in encouragement, appreciation, and constructive problem-solving, maintaining a harmonious atmosphere. Equality ensures that every member feels valued and has equal opportunities to participate. Solidarity within HCC is strongly realized through collective practices, where members share awareness and responsibility for the community’s success and sustainability. This is supported by the synergy of shared interest in cycling and the geographic location in Bogor, which facilitates regular interaction.