Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIVITAS IPCR UNI EROPA DALAM MENGATASI KRISIS PANDEMI COVID-19 TAHUN 2020 Shella Apriani; de Fretes, Christian Herman Johan
BHUVANA: Journal of Global Studies Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Department of International Relations Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59408/bjgs.v1i1.58

Abstract

This article aims to analyze the effectiveness of the European Union in overcoming the 2020 COVID-19 pandemic crisis, with a case study of the Integrated Political Crisis Response (IPCR) policy in place. This article uses a qualitative research method, namely literature study to answer the research question of this article. Arild Underdal's regime effectiveness approach was then used to analyze the effectiveness of the EU in responding to the crisis caused by the COVID-19 pandemic through the IPCR policy, using three variables, namely dependent, independent, and regime effectiveness. This study explains that the EU's IPCR policy was not effective enough to overcome the COVID- 19 crisis in 2020 because it was faced with the national policies of member countries. Their policies posed challenges to the coordination and integration of the EU. The increase in the number of COVID-19 cases was also a new challenge in the mechanism offered by the IPCR because all member countries imposed regional restriction policies.
Peran Peran National Central Bureau (NCB)-Interpol Indonesia dalam Penanganan Cybercrime (Romance Scam) Tahun 2018-2021 Pangalila, Fredericko Constantijn Yossia Yerromio; de Fretes, Christian Herman Johan; Seba, Roberto Octovianus Cornelis
Intermestic: Journal of International Studies Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/intermestic.v8n1.17

Abstract

Peningkatan aktivitas online pada media internet membuat tingkat kasus cybercrime meningkat. Sebagai bagian dari transnational crimes diperlukan perhatian khusus dalam hal penanganannya. Salah satu model cybercrime yakni penipuan online dengan modus romance scam. Sifat dan karakternya yang tidak mengenal ruang dan waktu diperlukan kerjasama antar negara maupun organisasi internasional. Dampak romance scam mengancam korban dengan kerugian finansial dan gangguan kesehatan mental. National Central Bureau (NCB)-Interpol Indonesia memiliki wewenang untuk terlibat dalam penanganan kasus transnational crimes. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran NCB-Interpol Indonesia dalam penanganan romance scam pada tahun 2018 hingga 2021. Penelitian ini akan menggunakan teori liberalisme institusional dan didukung oleh dua kerangka konseptual yakni cybercrime dan organisasi internasional dengan menggunakan metode penelitian kualitatif secara deskriptif. NCB-Interpol Indonesia memiliki tiga peranan aktif sebagai fasilitator, koordinator dan penyidik untuk membantu negara anggota ICPO-Interpol dengan sistem pertukaran informasi.
Dinamika Open Door Policy terhadap Penduduk Lokal dan Pengungsi Suriah di Turki Tahun 2019 - 2024 Larasati, Verena Lintang; de Fretes, Christian Herman Johan; Wibisono, Indra Wisnu
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 5 No. 6 (2025): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v5i6.5816

Abstract

Penelitian mengkaji tentang dinamika sosial terhadap penduduk lokal dan pengungsi Suriah di Turki melalui kebijakan Open Door Policy pada rentang waktu tahun 2019-2024. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis Open Door Policy yang membawa dampak pada dinamika sosial masyarakat melalui prinsip kemanusiaan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan informasi berupa teori, konsep, dan data-data yang berkaitan dengan pokok bahasan. Melalui analisis berdasarkan pandangan teori multikulturalisme menurut Will Kymlicka, kebijakan ini berusaha menciptakan integrasi melalui konsep kohesi sosial. Hasil penemuan sementara dinamika masayarakat melalui Open Door Policy menghasilkan polarisasi, diskriminasi, dan stigma negatif dalam masyarakat. Penelitian ini menekankan perlunya evaluasi kebijakan yang lebih inklusif untuk mengatasi tantangan integrasi sosial dan keamanan manusia secara efektif.